
Dunia lelembut heboh untuk pertama kalinya, undangan pernikahan Zizi hari ini membuat para lelembut yang diundang melakukan persiapan dari jam satu dini hari, terutama yang tinggal di area jauh macam di Merapi dan lain-lain.
Di Tanah kerajaan Dalu bahkan kereta kencana yang akan digunakan Raja dan Ratu Dalu, serta putri mereka Putri Arum Dalu juga sudah disiapkan sejak jauh hari.
Pemilihan mahluk yang akan menarik kereta kencana juga sudah diseleksi sejak undangan dilayangkan ke kerajaan mereka.
Banyak yang ikut seleksi, dari Siput, Kura-kura, kancil, tikus, Ikan Piranha, Harimau, Kuda, sampai Musang dan Biawak.
Tapi dari semua yang mendaftar, tentu saja Raja Dalu memilih antara harimau dan kuda.
Karema kalau siput atau kura-kura, dikhawatirkan Zizi sudah hamil lalu melahirkan baru mereka sampai gedung resepsi.
Kalau Ikan Piranha, bukannya mengantar mereka resepsi, yang ada kereta kencana tenggelam ke kali.
Sementara kancil yang larinya kencang, takutnya nanti malah mencuri timun.
Walhasil jadilah penarik kereta kencana Raja dan Ratu serta putri kerajaan Dalu jatuh pada Kuda dan pengiringnya adalah para Harimau.
Sedangkan rakyat Dalu yang semuanya diundang tentu saja ikut mengiring untuk datang bersama-sama Raja mereka, termasuk Mbak Pocong dan Mintul.
Ya Mbak Pocong bahkan sampai bingung mencari pita untuk kain kafannya.
Maklum, takdir membuat mbak pocong saat masuk dunia manusia akan terbungkus lagi oleh kain kafan sebagai kostum tetapnya, jadi percuma Mbak pocong pesan gaun seindah apapun, yang ada ia tetap akan muncul dengan kostum bungkusan.
"Pakai lah kain yang kekinian, masa mau putih terus."
Kata teman-teman Mbak pocong memberi saran, yang akhirnya mbak pocong memutuskan memakai kain warna putih perak supaya terlihat lebih cetar tak lupa mbak pocong juga memakai mahkota bunga kantil.
Mintul juga tak kalah heboh, ia yang lebih beruntung karena akan tetap muncul dalam bentuk seperti manusia tentu berusaha secantik mungkin.
Kuntilanak yang biasanya rambutnya pada gimbal dan tergerai biasa saja juga berlomba-lomba keramas.
Sampai-sampai, malam itu sungai Tanah Dalu penuh oleh kuntilanak yang berendam dan keramas. Bukan hanya itu, para kunti juga ada yang menyanggul rambut mereka, ada yang mengepang rambut mereka, ada yang dikuncir kuda biasa, dan ada juga yang memilih potong rambut sekalian, meskipun hal ini jadi membuat salon yang didatangi para kuntilanak menjadi harus rela tutup beberapa hari ke depan karena semua karyawannya kesambet.
Dan...
Di saat para lelembut heboh bersiap untuk datang ke pesta Zizi, termasuk juga tamu undangan dari manusia, seperti keluarga Uminya Dimas, Kanaya adiknya Dimas, Mbak Ning juga, dan tentu saja para teman pengusahanya Zion dan Ardi Subrata yang masuk list tamu undangan.
Beberapa petinggi dan abdi negara juga ada yang ikut menjadi tamu di pesta resepsi pernikahan Zizi.
Ya tentu saja, Zion yang merupakan pengusaha kelas Paus itu sengaja membuat pesta yang sebesar mungkin, karena ia hanya memiliki satu orang putri saja.
Dengan souvernir untuk tamu satu cincin berlian dua karat dan satu tangkai bunga dari uang dua lembar seratus ribuan yang dibungkus satu kotak transparan dengan ucapan terimakasih atas kehadirannya, membuat pesta itu benar-benar berkelas.
Shane telah mengucap janji pernikahan sekitar jam sembilan pagi tadi, di depan banyak tamu undangan spesial dan juga tentu saja Zion dan Zia sebagai orangtua Zizi.
Zizi belum keluar dari kamar karena proses rias pada pengantin putri cukup membuat lelah jiwa raga si perias.
Sebetulnya, Nyi Wulansari sudah lama sekali tak merias pengantin hidup, sejak suaminya meninggal, ia memutuskan untuk beralih profesi menjadi perias jenazah.
Hingga tiba-tiba Nyi Retnoasih datang bersama Zia, meminta tolong pada Nyi Wulansari yang dulu sempat menjadi salah satu perias yang menangani acara orang-orang ningrat.
Meskipun telah beralih menjadi perias mayat, namun kemasyhuran Nyi Wulansari nyatanya masih cukup diperhitungkan di dunia manusia dan juga dunia lelembut.
"Ah akhirnya selesai juga, Nona Zizi, ini rekor saya merias sampai rasanya kunang-kunang mau pingsan."
Kata Nyi Wulansari.
Zizi nyengir ke arah Nyi Wulansari.
Zizi kemudian diminta berdiri.
Ia tampak seperti bukan Zizi.
Dengan kain jarik bercorak keemasan, kebaya putih mutiara yang setiap helai benangnya ada yang dari benang emas putih, Zizi nyatanya begitu anggun, elegan.
Wajahnya yang dipoles sedemikian rupa, begitu cantik luar biasa.
Sanggul berhias melati yang mengeluarkan aroma luar biasa harum juga menambah sempurna penampilannya.
Asisten manusia Nyi Wulansari menyiapkan sandal untuk Zizi.
Sandal berhias batu-batu permata cantik yang tentu saja tak perlu tanya harganya, karena aku tidak akan mewakili Zion menjawab. Hihihi...
Zizi lantas berdiri di depan cermin, Zizi melihat pantulan bayangan dirinya sendiri dan takjub seperti melihat sosok lain.
Tok tok tok...
Terdengar ketukan di pintu kamar, seorang asisten hantu melayang ke arah pintu, dan membukakannya.
Terlihat Dimas berdiri di depan kamar.
Dan...
Dimas betapa kagetnya saat melihat Zizi.
Benarkah itu Nona Zizi?
Apa ini mimpi?.
Apa langit dan bumi sudah terbalik?
Dimas sungguh takjub dengan pemandangan Zizi begitu luar biasa cantik.
"Maaf Nona Zizi, proses akad sudah selesai, sudah saatnya anda ke tempat acara karena ada penandatanganan buku nikah dan lain-lainnya sebelum siang nanti masuk acara resepsi."
**--------------**