Zizi

Zizi
171. Ketemu Besan


Zia berangkat ke London mengunakan pesawat dari maskapai ternama di Indonesia.


Zia memang selalu menolak menggunakan fasilitas Alpha Centauri manakala ia pergi sendirian.


Di temani dua orang pengawal, yaitu Daniel dan satu-satunya pengawal perempuan yang baru direkrut dua hari lalu bernama Vero, Zia terbang ke London untuk menyusul Putrinya sekaligus untuk bertemu Nancy.


Ya, apalagi jika bukan untuk membicarakan tentang niat Zia dan Zion yang akan mengambil Shane menjadi menantu mereka.


Merencanakan pernikahan Shane dan Zizi yang Zia ingin acaranya bisa dilaksanakan bulan depan.


Tentu tak dipungkiri bahwa sebuah pernikahan sejatinya adalah hal yang sangat serius untuk dipikirkan dan patut dipersiapkan dengan matang.


Tapi, Zia berusaha akan melakukan semuanya dengan semaksimal yang ia mampu.


Ah entahlah, mungkin ini terkesan konyol karena seakan Zizi sudah hamil duluan sampai menikahnya harus terkesan diburu-buru.


Namun Zia punya pilihan apa selain ini, ia merasa bahwa apa yang dikabarkan lewat mimpi kak Ziyan dan masalah Ali serta kekhawatiran Zion akan datangnya keturunan Heri Sapta bisa jadi semuanya berkaitan dengan serangan Jaka Lengleng yang kapan saja bisa membahayakan semua pihak.


Zizi butuh kekuatan lain, selain yang bisa menjaganya dua puluh empat jam secara fisik seperti Shane, Jayapada juga butuh sosok lain untuk bisa menjadi penjaganya juga.


Dan tentu saja, jika dari kabar yang Zia dapat bahwa anak Zizi ada lima putra, maka sudah seharusnya, di antara mereka ada yang paling berhak untuk mendapatkan Jayapada.


London sudah mulai tak turun salju, hari ini matahari juga kembali bersinar hangat.


Musim dingin benar-benar telah berakhir, saat akhirnya Zia dan kedua pengawalnya menginjakkan kakinya di atas tanah Ratu Elizabeth.


Zia dan kedua pengawalnya dijemput juga oleh Nicx yang setia menunggu sejak satu jam sebelum pesawat mendarat.


Zia naik ke mobil di mana Nicx yang menjadi pengemudinya, di temani Daniel yang duduk bersama Nicx di depan, dan Vero yang duduk di samping Zia.


Vero yang menjadi pengawal baru dua hari dan langsung dipilih Zia untuk ikut dirinya ke London tentu saja sangat senang.


Sejak turun dari pesawat dan kini duduk di dalam mobil mewah menyusuri jalanan kota London yang begitu indah membuatnya begitu takjub sampai tak ingin berkedip melihat keluar mobil.


"Jangan khawatir, kita akan berkeliling London kali ini, kau yang akan mengawalku."


Ujar Zia pada Vero yang menyambut dengan sangat antusias kata-kata sang Nyonya besar.


"Shane apakah sudah kembali Tuan Nicx?"


Tanya Zia pada Nicx yang terlihat fokus di balik kemudi.


"Sudah Nyonya, Shane bahkan berencana mulai pekan depan akan mulai aktif di kampus dan juga perusahaan."


Kata Nicx menjawab pertanyaan Zia.


Zia mengangguk senang sekaligus lega.


"Aku tahu dia memang yang paling tepat untuk Zizi."


Ujar Zia.


Nicx yang mendengar kalimat Zia tampak mengangguk setuju.


Memang benar, Shane adalah pilihan yang paling tepat untuk menjadi pendamping Zizi.


"Nancy bagaimana? Dua hari lalu kau sudah mengajaknya melihat perhiasan yang diminta Tuan Zion untuk Nancy pakai di acara pernikahan nanti?"


Tanya Zia.


"Ah ya, saya sudah melaporkannya pada Tuan Zion, apa beliau lupa cerita pada Nyonya?"


Nicx balik bertanya.


Ujar Zia.


"Ya nyonya, saya juga sudah menyelidiki jaringan mereka yang ada di London dan beberapa negara Eropa lainnya, tampaknya mereka juga membangun hubungan baik dengan para mafia bisnis, benar jika Tuan Zion memang harus ekstra hati-hati mulai sekarang, keputusan menarik Shane ke perusahaan juga pilihan yang tepat, diambilnya Shane menjadi menantu akan menambah jumlah anggota keluarga tuan Ardy Subrata sebagai pemegang saham."


Zia mantuk-mantuk saja tak begitu paham tentang semua yang dikatakan Nicx, apalagi begitu akhirnya Nicx mulai menjabarkan tentang perusahaan-perusahaan kecil yang kini mulai di tempel Andromeda Putra Corporation, dampak apa yang akan dirasakan Alpha dan sebagainya, Zia sungguh tak bisa menangkap dengan jelas semuanya karena memang pengetahuannya tentang dunia bisnis tak sebanyak itu.


Hingga akhirnya, pembicaraan tentang perusahaan itupun berakhir manakala Nicx telah membawa mobil yang ia kendarai sampai di depan rumah Zion di London.


Rumah dua lantai yang berada di pemukiman super elite itu kini tampak berjejer pengawal yang langsung menyambut kedatangan Nyonya Zia.


Satu mobil pengawal yang mengawal mobil Nicx tampak juga turun beberapa pengawal lagi.


Zia keluar dari mobil bersama Vero yang kemudian mengiringinya masuk ke rumah.


Pengawal Daniel menyusul di belakangnya dan juga Nicx.


Seorang pengawal membukakan pintu, dan...


"Mamaaaaaa..."


Zizi heboh macam balon yang ada towet-towetnya.


Haiiish... Zia mendesis karena kaget.


Zizi menghambur ke arah Mamanya dan memeluk sang Mama dengan tawa ceria khasnya.


Anak ini, akan segera menikah tapi masih saja seperti mercon. Batin Zia, meski akhirnya ia tergugu sendiri karena toh yang punya ide agar Zizi cepat menikah adalah Zia bukan kemauan Zizi.


Zia pun membalas pelukan anaknya.


Di belakang Zizi tampak muncul Maria yang melayang menghampiri bersama Nancy.


Nancy tampak begitu gugup bertemu Zia kali ini, ia rasanya masih tak bisa percaya bahwa Shane sang putra justeru yang dipilih sang Nyonya untuk diambil menantu.


Ya, tentu saja, di saat sebetulnya mereka bisa mengambil menantu dari keluarga terhormat lain, yang memiliki pangkat, derajat, nama besar, harta, tahta dan semua hal yang menjadi ukuran kesuksesan manusia di atas muka bumi, kini mereka justeru memilih Shane.


Shane anak seorang asisten rumah tangga, anak yatim yang Ayahnya menjadi Vampire dan Shane pun mengikuti jejaknya.


Shane yang sejak kecil telah ikut menjadi beban keluarga Zion karena bukan hanya menampungnya, namun juga membiayai pendidikannya hingga bisa hidup sebagaimana manusia biasa.


Ah Nancy sungguh terharu, meski ia sejumput Lycan, toh nyatanya Nancy masih bisa merasa tersentuh dan baper.


"Apa kabar Ibunya Shane?"


Sapa Zia hangat sambil melepas pelukannya pada Zizi begitu melihat kedatangan Nancy.


Zia telah mengganti panggilannya pada Nancy, ia tak lagi memanggil Nancy dengan namanya saja, namun memanggilnya dengan sebutan Ibunya Shane.


Ya, sama seperti di Indonesia, kita sering memanggil nama tetangga dengan Mamake Luna Maya, mamake Cinta Laura, mamake Rafathar, mamake Aurel, dan lain sebagainya.


(Hebat kan tetangga Othor itu)


Benar sebuah bentuk penghormatan sederhana dari Zia kepada Nancy, calon besannya.


Nancy menghampiri Zia dan...


**------------**



Lanjut nanti wkwkwk