
Sementara itu, di tangga darurat di mana Shane tengah bergerak naik bersama Ali dan Maria, tiba-tiba mereka melihat sekelebat mahluk yang sangat tinggi, cungkring, dengan kaki dan tangan yang panjang.
"Dia... dia yang mengikutiku."
Kata Ali nyaris berteriak.
Mahluk aneh yang diteriaki Ali menoleh, mukanya yang mirip kakek-kakek kurus itu terlihat seperti hanya kulit membungkus tulang.
Shane yang tahu jika mahluk itu energinya cukup jahat langsung terlihat melesat cepat mengejar si mahluk aneh tersebut.
Mahluk itu melompat ke arah dinding, merayap lalu menghilang.
Maria yang ikut mengejar tampak celingak-celinguk.
"Ke mana dia Shane?"
Tanya Maria
"Aku akan ke atap."
Kata Shane.
Maria lalu menembus dinding, ia baru akan ikut memburu mahluk itu, tapi ia tiba-tiba ingat Ali.
Harusnya ia menjaga Ali, kenapa malah pergi sendiri.
Maria pun cepat kembali ke tempat semula, di mana tadi ia meninggalkan Ali.
Shane telah tak terlihat, ia melompat keluar dari jendela dan melesat cepat ke arah atap hotel.
"Aliii... Aliii..."
Maria memanggil-manggil Ali yang begitu Maria kembali tak ada di tempat semula.
Bingung campur panik, Maria langsung melayang tak tentu arah.
Nembus dinding asal nembus saja.
Yang lewat kamar mandi pas ada orang mau mandi, melihat Maria langsung pingsan.
Ada lagi orang buka kulkas Maria nembus kulkas keluar dari sana orang langsung lari sampai ngompol.
Ada pula orang lagi nonton drama tiba-tiba Maria lewat, yang tadinya nangis jadi teriak histeris.
Oh oh oh kacau langsung alam manusia kalau hantu panik jadi lupa penampakan di mana-mana.
Zizi yang mendengar di lantai tiga terjadi kerusuhan akhirnya segera bertindak.
Zizi pamit pada Dimas yang tengah bersama para polisi mencoba menurunkan mayat sang model.
Zizi masih berlari menuju lift, dan tampak hantu model yang tadi melarikan diri begitu melihat dirinya sendiri tengah makan tikus kini sedang jongkok di depan lift.
"Ngapain di situ, sono minggir, Zizi harus ke lantai tiga."
Kata Zizi.
"Kamu cari mahluk yang merasuki tubuhku?"
Tanya si hantu model.
"Kamu melihatnya? Dia keluar dari tubuhmu."
Kata Zizi.
"Ya dia keluar dari tubuhku, lalu dia membawa seorang pemuda tampan."
Zizi mengerutkan kening.
"Dia membawanya ke sana."
Hantu model itu menunjuk sebuah kamar paling pojok.
Zizi yang penasaran siapa pemuda tampan yang dibawa mahluk itu akhirnya segera menuju tempat yang ditunjuk si hantu model.
Zizi berlari secepat yang ia bisa, hingga kemudian ia mendengar suara Ali.
"Kau tak akan bisa menguasaiku!!"
Suara Ali terdengar seperti membentak dengan marah.
"Ali... Jangan-jangan."
Gumam Zizi yang tanpa berpikir lagi langsung saja melompat ke arah depan ruangan yang paling sudut di lantai tiga.
Begitu sampai di depan kamar, Zizi langsung menendang pintu kamar di depannya.
Brak!!
Dan kemudian tampak seorang ibu dan anak yang sedang tiduran kaget luar biasa.
Zizi keder.
Ia celingak-celinguk.
Ibu dan anak kecil lima tahun itu apalagi, lebih keder pula karena pintu kamar mereka menginap hancur di tendang seorang gadis.
Laki-laki yang sepertinya suami si Ibu itu keluar dari kamar mandi dan melongo melihat Zizi yang berdiri bengong di depan pintu yang jebol.
"Heh orang gila!! Bagaimana bisa kamu jebol pintu kamar hotel!!"
Laki-laki itu naik pitam.
"Pergi!! Pergi kataku!!"
Sayup-sayup Zizi kembali mendengar suara Ali lagi.
Bersamaan dengan itu terdengar suara cekikikan dari arah belakang Zizi.
Zizi menoleh, dan mendapati hantu si model di sana berdiri mengambang sambil menatap ke arah Zizi.
"Kamu ngerjain aku!!"
Zizi mendelik.
Ia baru akan menarik rambut si hantu model, tapi Zizi malah lebih dulu di tarik si laki-laki yang pintu kamarnya dijebol oleh Zizi.
"Hey, anak muda kurang ajar, mau ke mana kamu hah!! Tetap di sini sampai manager hotel datang, kau harus tanggungjawab!!"
Bentak si laki-laki.
Haiiish... Zizi mendesis.
"Aku akan pemilik hotel ini, aku ada urusan yang lebih penting dari sekedar meladeni anda!!"
Kesal Zizi.
Laki-laki itu tertawa.
"Kamu anak pemilik hotel, ya baiklah, kalau begitu aku juga adiknya yang punya hotel."
Kata si laki-laki tak percaya sama sekali jika Zizi adalah anak pemilik zombie hotel.
Secara, penampilan Zizi sudah benar-benar berantakan.
Tapi Zizi mana peduli, ia tetap bersikeras akan keluar dari kamar itu dan segera mencari Ali.
Laki-laki yang menghuni kamar tersebut pun sama tak mau kalah, ia berusaha tetap memegangi Zizi.
"Ma, cepat lapor ke staf hotel, ada cewek gila mengamuk di kamar kita."
kata laki-laki itu.
"Iiish, dibilangin Zizi anak pemilik hotel ini!!"
Zizi yang jadi kesal karena waktunya terbuang padahal harus mencari Ali akhirnya mengibaskan laki-laki itu hingga terpental ke belakang.
Ibu yang tadi di atas tempat tidur, yang merupakan isteri si laki-laki itu menelfon staf hotel sambil menangis.
"Tolooong... Toloong, saya takut..."
Zizi mengurut kening.
Lalu...
Brakk!!
Brugk!!
Terdengar seperti sesuatu menubruk dinding.
Dinding dekat pintu kamar yang Zizi jebol.
Hantu model menarik tangan Zizi ke arah celah kecil dekat pintu kamar yang baru saja di jebol Zizi.
"Di sana, mahluk itu bersembunyi membawa pemuda tampan itu."
Kata si hantu model
Zizi menatap celah di dinding itu.
"Bagaimana Ali bisa masuk ke sana?"
Batin Zizi.
Zizi baru berpikir demikian saat kemudian terlihat hantu model itu mendorong Zizi sekuat yang dia bisa.
Dan tiba-tiba Zizi masuk ke dalam ruangan yang pengap dan Zizi mendengar suara-suara geraman.
Brakk!!
Brugk!!
Di kamar hotel yang pintunya jebol terlihat laki-laki yang tadi memegangi Zizi agar tak pergi kini akhirnya pingsan, manakala saat mencoba mengejar dan akan menarik Zizi lagi ternyata Zizi tiba-tiba masuk ke celah dinding dekat pintu kamarnya.
Bersamaan dengan itu, tampak para staf hotel datang, mereka terlihat terkejut luar biasa melihat pintu kamar untuk tamu hotel jebol dan rusak parah.
Belum lagi melihat si istri tamu yang pingsan terus menjerit seperti depresi, anaknya juga menangis, membuat semuanya jadi semakin runyam.
Staf hotel menghubungi Dimas memberitahu tentang kerusuhan yang terjadi di salah satu kamar di lantai tiga.
"Nona Zizi bagaimana?"
Tanya Dimas.
"Nona Zizi tidak ada Tuan, tapi ini isteri si tamu sepertinya depresi, ia bilang ia juga sempat melihat seorang gadis yang menjebol pintu kamar tiba-tiba masuk ke dalam celah dinding di dekat pintu.
"Apa? Maksudmu Nona Zizi menjebol pintu dan masuk ke dalam dinding?"
Dimas heran luar biasa.
**--------------**
Oh oh oh...
Othor nulis di sela kerja apa masih dianggap tidak mendahulukan kalian???
Hihihihi...