Zizi

Zizi
102. Pertempuran Di Hutan Kelima


"Ada lima ekor ular besar berjaga, tapi kita tidak tahu selebihnya."


Shane mengawasi peregerakan ular-ular yang berjaga di depan gua di mana Bunga Petak berada.


"Kamu dulu melarikan diri lewat mana tul?"


Tanya Maria.


"Di ujung gua itu ada sungai yang mengalir menuju telaga."


Kata Mintul.


Haiiiish... Maria mendesis.


"Kenapa tidak bilang dari tadi, dodol."


Maria kesal.


"Aku sampai sana bohongi siluman ikan yang dibunuh Nona Zizi."


Kata Mintul.


"Berarti ada jalan ke gua itu dari tempat siluman ikan?"


Tanya Maria.


Mintul mengangguk.


Plak!!


Maria menabok kepala Mintul dengan keras sampai Mintul rasanya kepalanya mau copot.


"Kalau kamu bilang dari tadi, kita bisa menyusup lewat sana."


Ujar Maria.


"Tapi kan di sana juga dijaga ular, aku kan bisa keluar karena siluman ikan yang bawa. Dasar Nenek-nenek, sukanya marah dulu."


Mintul menggerutu seraya mengusap kepalanya yang terus menerus kena tabok.


"Mintul, sebaiknya kamu beritahu Nona Zizi, saat ini yang menjaga penjara Ratu Bunga Petak hanya lima ekor ular."


Kata Shane pada Mintul.


Mendengar perintah dari Shane, Mintul segera mengangguk.


"Siap laksanakan Misteri."


Kata Mintul semangat.


"Mister saja, tidak usah dikasih i."


Maria meralat.


"Oh iya, Mister."


Mintul mantuk-mantuk, setelah itu cepat melesat untuk menuju Zizi dan Raja Dalu guna menyampaikan hasil acara mengintip mereka.


Zizi yang berjalan di belakang panglima harimau loreng melihat Mintul yang melayang ke arah mereka.


"Itu Mintul."


Kata Zizi.


Mintul datang dan memberi salam.


Belum lagi Mintul menyampaikan hasil penyelidikan, tiba-tiba dari atas pohon, turun seekor ular menyambar tubuh Mintul.


Ular itu membelit Mintul.


Mintul menjerit karena merasa tubuhnya remuk dalam belitan si ular.


Zizi yang akan menolong, melihat dari pohon yang lain juga turun ular-ular dalam jumlah yang cukup banyak.


Para laki-laki jelmaan harimau seketika melompat ke arah ular-ular itu, mereka berubah menjadi harimau dan dengan garang menyerang pasukan ular besar Dewi Sumbi.


"Baginda, awas!"


Zizi menarik Raja Dalu agar menyingkir karena dari belakang sang Raja seekor ular besar berwarna abu-abu turun dari pohon dan siap membelit sang Raja.


Zizi melompat ke arah sang ular dengan gerakan sangat cepat.


Dalam keadaan semacam itu, Zizi mengeluarkan Jayapada dari dalam dirinya.


Sinar terang yang muncul dari Jayapada tampak berkilat-kilat.


Angin kencang bertiup seolah menyapu seluruh bagian hutan ke lima.


Para dayang penunggu hutan yang lain berlarian mencari tempat persembunyian kala merasakan tanah di hutan ke lima bergetar hebat sementara angin juga kencang berhembus.


Zizi mengayunkan pedangnya ke arah ular yang semula akan menyerang Raja Dalu, ular itu mengibaskan ekornya untuk menyabet tubuh Zizi.


Namun Zizi yang gerakannya sangat lincah berhasil menghindar, ia naik ke atas pohon, lalu kembali mengayunkan pedangnya ke arah ular.


Jayapada menebas tubuh sang ular.


Zizi tanpa ampun menebaskan pedangnya kembali ke bagian kepala ular hingga kepala itu terputus.


Tubuh sang ular menggelepar.


Zizi kemudian melihat ke arah Mintul yang masih berusaha lepas dari belitan ular.


Zizi melompat lagi ke arah Mintul seraya mengayunkan pedang Jayapada nya.


Ular yang membelit Mintul tak sempat menghindari serangan Zizi dan Jayapada mengenai tubuhnya.


Belitannya pada Mintul jelas saja langsung terlepas.


Sakit yang teramat membuat ular itu mengerang.


Zizi kembali menghajar ular itu.


"Tul, bawa Raja Dalu ke tempat aman!!"


Teriak Zizi memerintah.


Mintul tanpa bertanya lagi, langsung melayang ke arah Raja Dalu dan segera membawanya terbang.


Sebetulnya, Raja Dalu yang sebelumnya adalah salah satu patih di kerajaan segara kidul adalah seorang petarung ulung.


Namun kondisinya yang selama ini menjadi tawanan di tempat Grandong membuatnya sangat lemah.


Bila saja dulu ia menikahi Bunga Petak atas ijin Ratu Kidul, mungkin Ratu Kidul juga tak akan membiarkan ia menjadi budak di tempat Grandong dalam waktu yang sangat lama.


Sayangnya, Raja Dalu mengawali perjalanan cintanya dengan Ratu Bunga Petak yang bersemayam di puncak Salak dengan cara yang salah.


Dan sejak peristiwa itu, hubungannya dengan keraton segara kidul pun menjadi tidak harmonis.


Bahkan, Ratu Kidul seolah membiarkan Raja Dalu menjadi budak di tempat Grandong dalam waktu yang sangat lama.


Sementara Mintul melarikan Raja Dalu, tampak Zizi terus melakukan serangan pada ular-ular besar yang menyerang.


Harimau-harimau loreng yang dipimpin panglimanya juga terlihat bertempur habis-habisan.


Di tempat Shane dan Maria, kedua makhluk itu juga tampak bergerak cepat menyerang para ular yang menjaga gua di mana Ratu Bunga Petak dipenjara.


Melihat kedatangan Shane dan Maria yang tiba-tiba, para ular langsung menerjang keduanya.


Shane dan Maria membagi tugas.


Shane menghadapi ular, Maria yang masuk ke dalam gua.


Shane menghadapi lima ekor ular sekaligus, gerakannya yang sangat cepat membuat ular-ular besar itu kewalahan.


Maria sendiri melayang cepat memasuki gua yang kini dari dalam memancarkan sinar putih terang.


Maria bergerak terus seraya mencari keberadaan Bunga Petak.


Kondisi di dalam gua sangat sempit dan banyak sekali ruang-ruang berongga.


Di bawahnya terdapat genangan air yang sepertinya jika manusia biasa yang masuk tubuhnya akan terendam sampai ke perut.


"Ratu... Ratu Bunga Petak."


Maria memanggil sang Ratu, berharap Ratu Tanah Dalu itu bisa mendengarnya.


Namun, bukannya Ratu Bunga Petak yang menyahut, melainkan desisan ular raksasa yang muncul dari dalam air.


Maria kaget dan cepat melayang menghindar.


Ular itu mengejar Maria. Ular yang ukurannya sangat besar itu, berwarna hitam pekat dengan mata kuning berkilauan.


Lidahnya yang merah menjulur ke arah Maria sambil terus mengeluarkan desisan yang khas.


Maria berusaha sebisanya agar tak sampai tertangkap.


Posisinya akan sangat berbahaya jika ia ditangkap seorang diri di dalam gua.


Sementara itu, sinar terang yang berasal dari satu ruangan di dalam gua itu terlihat semakin lama semakin berpendar memenuhi setiap sudut ruangan di dalam gua.


Zizi sendiri yang sudah menghabisi empat ular di dalam hutan ke lima diminta panglima Loreng untuk segera menyusul Shane dan Maria menyelamatkan Ratu Bunga Petak.


Mintul juga telah membawa Raja Dalu ke tempat yang cukup dirasanya aman dan dekat dengan lokasi gua.


Lokasi dengan bebatuan yang tersusun dengan genangan air bening.


Raja Dalu duduk di atas batu pipih di sana, bersila seraya merapal mantera.


Mintul berjaga meskipun ia tak cukup yakin bisa menjaga Raja dengan baik.


Zizi bergerak cepat, berlari seperti nyaris terbang mengikuti arah sinar terang yang membawanya sampai ke tempat Shane tengah bertarung sengit dengan kelima ular yang salah satunya sudah sekarat mengalami luka robek yang parah.


Zizi melompat ke arah Shane dan para ular sambil mengangkat pedangnya.


Dan...


**--------------**


(Jam 02.41... huaaaam... ngantuk othor, bubu lagi dulu)