
Harimau loreng yang sangat besar itu berubah menjadi sosok laki-laki berperawakan tinggi besar dengan wajah yang sangat gagah dan berwibawa.
Laki-laki itupun tampak memberikan salam kepada Ali.
"Tuan Muda, saya Josh, mantan kepala pengawal keluarga besar anda."
Laki-laki jelmaan harimau itu terlihat menunduk.
Ali menatap laki-laki di depannya itu.
Josh...
Ah ya, benar...
Ali mengangguk.
Zizi tampak berdiri di dekat Ali, menatap mantan kepala pengawal keluarga Ali yang ternyata adalah harimau loreng.
Zizi mengerutkan kening.
Zizi merasa jika harimau loreng di depannya ini juga kemungkinan memiliki hubungan dengan pengawal raja Dalu.
Laki-laki yang dipanggil Paman Josh oleh Ali itu kemudian membalas tatapan Zizi.
Kilat mata naga pada diri Zizi sempat membuat jelmaan Harimau itu terkejut, meski akhirnya ia kembali tenang karena energi yang terpancar pada diri Zizi jelas bukan energi jahat.
Paman Josh tampak memberi salam pula pada Zizi.
"Dia Kak Zizi, kakak sepupuku."
Kata Ali.
Paman Josh mengangguk.
Yah tentu saja ia sering mendengar nama itu karena Zizi adalah keponakan sang Tuan.
Jika selama Josh bekerja untuk keluarga besar Aisyah tak pernah sempat bertemu langsung dengan Zizi selama ini adalah karena Josh memang bertugas di rumah induk atau rumah utama yang ditempati kakek dan nenek Ali.
Laki-laki jelmaan harimau loreng itu kemudian mengajak Zizi dan Ali menuju tempat di mana ia tinggal di dalam hutan.
Tempat menyerupai gua yang tak jauh dari posisi mereka saat ini.
Ali dan Zizi mengikuti Josh, sambil Zizi sesekali mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Maria.
Sesampainya di mulut gua, laki-laki itu mempersilahkan Zizi dan Ali masuk lebih dulu.
Di dalam gua itu tampak banyak ruangan macam di dalam rumah.
Zizi dan Ali lantas memilih duduk di bongkahan-bongkahan batu di dekat mulut gua.
"Kami duduk di sini saja, karena dari sini saya terutama, akan lebih mudah mengawasi sekitar."
Ujar Zizi.
Laki-laki jelmaan harimau itupun tersenyum.
"Tidak akan ada yang mengganggu kalian di sini, tenang saja."
Zizi menggeleng.
"Bukan kami, tapi hantu None Belanda, pengasuhku."
Ujar Zizi.
"Hantu?"
Josh membulatkan matanya.
Zizi mengangguk.
Ah ya tentu saja, Zizi, si nona berkekuatan khusus, cucu dari salah satu Naga tertua di bumi, pastinya tak mustahil jika pengasuhnya adalah selembar hantu dan itupun juga hantu None Belanda.
Bayangkan saja, kurang sultan apalagi, sampai pengasuhnya saja Bule, padahal di mana-mana orang Indonesia lah yang jadi pengasuh di negeri orang bule. Hihihi...
"Apa perlu saya mencarinya Nona?"
Pengawal Josh menawarkan diri, namun Zizi menggeleng.
"Tidak perlu Paman, biar saja, Zizi rasa Aunty Maria paling-paling sedang menemukan hal yang menarik."
Ujar Zizi.
Laki-laki jelmaan harimau loreng bernama Josh itupun tersenyum.
Ali di samping Zizi terlihat sibuk menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan-ruangan di dalam gua.
"Apa kau tinggal di sini Paman?"
Tanya Ali.
Paman Josh mengangguk menjawab pertanyaan Ali.
"Sudah seberapa lama?"
Zizi ikut nimbrung.
"Sangat lama Nona, sebelum Nyonya Aisyah lahir, bahkan sebelum itu, saat rumah ini baru dibangun."
Tutur Josh.
Zizi dan Ali sejenak saling berpandangan karena kaget.
Setua itu?
"Jika Paman sudah ada di sini jauh sebelum kakek Ali lahir, apa ini berarti Paman Josh juga tahu apa yang terjadi dengan Ali?"
Tanya Zizi.
Paman Josh, si laki-laki jelmaan harimau itu terlihat menyunggingkan senyumnya dan...
(lanjut nanti malam lah ya, Author ngantuk sangat)
Huaaaaahm....