Zizi

Zizi
241. Menyambut Ali


Zia tampak kelelahan karena membersihkan gedung yang akan digunakan untuk menggelar acar resepsi Zizi dan Shane.


Beberapa hantu jahat yang ada di sana di minta baik-baik oleh Zia untuk pergi, jika melawan maka Paman Marthinus yang mengurus.


Ada sekitar lima puluh hantu bersarang di gedung itu, dan dari kelima puluh hantu itu, ada tiga belas hantu yang benar-benar jahat dan tak mau pergi, yang akhirnya terpaksa dibumi hanguskan Paman Marthinus.


"Hantu Indonesia seperti hantu karnaval ya Nyonya, macam-macam sekali bentuknya."


Ujar Paman Marthinus.


Zia tersenyum.


"Itu belum semua Tuan Marthinus, besok saat acara Zizi, banyak yang diundang juga, tentu saja mereka yang baik."


Kata Zia.


"Apa acaranya akan bersama manusia dalam hari yang sama? Apa nanti manusianya tidak pada copot jantungnya Nyonya?"


Tanya Paman Marthinus.


Zia tertawa mendengar Paman Marthinus sampai menghawatirkan hal semacam itu.


"Kami sediakan tempat khusus untuk para hantu, mereka ada di lantai lima. Gedung ini kam punya Alpha Centauri, jadi kami jadikan semuanya untuk acara resepsi."


"Oh begitu, saya pikir akan dicampur dalam satu ruangan, takutnya pas ada tamu manusia mau ambil ayam goreng, ada hantu yang sedang menikmati aromanya, bisa-bisa si manusia pulang langsung panas tinggi."


Zia tertawa.


Bersamaan dengan itu, hp Zia ada pesan masuk, terlihat pesan dari Kak Aisyah yang mengabarkan mereka telah sampai di Bandara dan hendak menuju rumah Zia di Bogor.


Tak ada yang ke rumah Kemang karena memang rumah Kemang untuk sementara setelah dibersihkan dibiarkan kosong hingga nanti Zizi dan Shane yang menempati.


Tak hanya Kak Aisyah, tampak juga pesan dari sang besan yang mengabarkan telah ada di rumah dan kini sedang menikmati suasana halaman belakang rumah Zia di Bogor.


[Mataharinya hangat dan namun udaranya terasa sangat sejuk di sini]


Begitu tulis Nancy yang baru berkunjung ke Indonesia.


"Tuan Marthinus, saya rasa kita sudah cukup membersihkan tempat ini, saya juga sudah meletakkan batu titipan Eyang di sudut untuk menjaga energi jahat kembali lagi. Saya rasa kita bisa pulang sekarang."


Kata Zia.


Paman Marthinus mengangguk.


"Baik Nyonya, siap."


Kata Paman Marthinus yang begitu mengenal keluarga Zia dan Zion hidupnya seperti berguna.


Paman Marthinus mengawal Zia yang berjalan keluar gedung.


[Aku akan segera pulang, semuanya sudah selesai]


Zia mengirimkan pesan yang sama pada Kak Aisyah dan Nancy.


Beberapa pengawal yang ikut mengawal Zia dan diminta Zia untuk menyisir luar gedung tampak sigap menyambut Zia.


Dua mobil disiapkan, mobil yang ada di depan tampak dibukakan pintunya.


Zia berjalan ke arah mobil itu dan masuk ke dalam.


Lelah, tapi ia merasa puas karena melakukan pembersihan sendiri.


Marthinus menyusul masuk ke dalam mobil, duduk di samping driver.


Mobil pengawal lain di belakang Zia siap mengiring.


Petugas gedung berbaris dan membungkuk, mereka kini tinggal menunggu orang-orang yang akan menghias gedung dan menyiapkan pelaminan, sekaligus juga bagian chatering yang akan menata meja-meja dan lain sebagainya.


**-----------------**


"Sudah lama bekerja di sini?"


Tanya Nancy pada Lesti yang meletakkan satu gelas jus jeruk di atas meja teras belakang.


Tentu saja Lesti tidak tahu jika Nancy sesungguhnya adalah Lycan dan tidak minum jus.


"Saya baru Nyonya, ya belum ada dua tahun, saya dari kampung asisten sebelumnya, diajak bekerja di sini."


Kata Lesti.


"Tuan Zion dan Nyonya Zia orang yang sangat baik, aku harap kamu bisa betah bekerja di sini dalam waktu yang lama."


Ujar Nancy.


Lesti mengangguk.


"Ya Nyonya, beliau semua sangat baik, saya merasa sangat beruntung bisa bekerja di sini."


Kata Lesti pula.


"Mbaaa les... Mbaaaa les..."


Terdengar suara Zizi.


"Aduh Nona Zizi lagi ..."


Lesti wajahnya langsung ketakutan.


Nancy yang melihatnya jadi ingin tertawa.


"Kenapa?"


Tanya Nancy.


"Tidak tahu Nyonya, saya kalau sama Nona Zizi kok rasanya takut."


Kata Lesti.


"Nona Zizi kan baik, kenapa takut?"


"Baik Nyonya, tapi tidak tahu rasanya takut saja, seperti..."


"Eeeeh mahluknya di sini di panggilin..."


Zizi muncul dari pintu, membuat Lesti hampir melompat saking kagetnya.


"Itu Ali dan orangtuanya sebentar lagi sampai."


Kata Zizi.


"Oh... Oh..."


"Malah ah oh ah oh, kayak baca puisi."


Zizi geleng-geleng kepala.


Nancy terkekeh.


Calon menantunya memang begitu, mau bagaimana lagi. Dulu juga Nancy agak takut dengan Zizi sebetulnya, hahahaha...


**-----------**


Note :


HAI GAEEEES...


MENJELANG BULAN PUASA NIH GAES, MOHON MAAP LAHIR BATIN YAAAA...


SEMOGA BUAT KALIAN YANG MENJALANKAN SEHAT SELALU, BIAR BISA PUASA SAMPE LEBARAN.


REJEKINYA BANYAAAAAK BIAR BISA FITRAH, BISA BELI BAJU LEBARAN, BELI NASTAR, BELI KUE KALENGAN, BIKIN KETUPAT, BIKIN OPOR, BIKIN RENDANG, BAGI-BAGI SEDEKAH BUAT CUCU, CICIT, KEPONAKAN, ANAK TETANGGA DAN LAIN SEBAGAINYA...


POKOKE SEMANGAT YA GAEEES...


AKU MENYEDIAKAN TIGA NOVEL BARU BUAT NEMENIN NGABUBURIT, LOP LOP UUUU ALL...


1. GERHANA RUMAH TANGGA MONA


2. MIMPI USTADZ RIDWAN


3. PANGERAN KUCING OREN


MET PUASA BESOK GAAAEEEES...


hihihihi...


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺