
"Kau baik-baik saja?"
Tanya Zizi pada Ali yang tiba-tiba memegangi kepalanya.
Sepertinya Ali merasa kepalanya kesakitan.
Ali mengerang, ia tampak jatuh tersungkur ke tanah, badannya mengejang.
Zizi meraih tubuh Ali.
"Ali... Ali, kau kenapa?"
Zizi panik.
Paman Josh berdiri, lalu mendekati tubuh Ali.
"Tuan Muda Ali menjadi yang terpilih dari sekian puluh generasi Sekar Ayu karena ia lahir di waktu yang sama dengan Sekar Ayu."
Paman Josh mengulurkan tangannya ke arah Ali, di pegangnya tubuh Ali dengan kuat.
"Nona, energi jayapada di dalam dirimu akan bisa membantu Tuan Muda Ali mengalahkan energi asing di dalam dirinya."
Kata Paman Josh.
Zizi pun segera memeluk Ali, lalu meletakkan tangan kanannya di atas ubun-ubun adik sepupunya itu.
"Ali, ingat kak Zizi, ingat kak Zizi."
Ujar Zizi seraya menyalurkan kekuatannya.
Cahaya putih terang muncul dari celah telapak tangan Zizi yang ada di atas ubun-ubun Ali.
Cahaya yang menyilaukan itu berpendar memenuhi seluruh bagian gua di mana Paman Josh tinggal.
Gua itu bergetar, bergemuruh selaksa akan runtuh, Zizi terus memeluk Ali, hingga akhirnya ia mulai merasakan Ali kembali tenang.
"Luar biasa."
Suara Paman Josh terdengar.
Zizi mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah Paman Josh yang menatap Zizi dan Ali.
"Saya sering mendengar kehebatan Jayapada, namun saya baru melihatnya saat ini, itupun baru energi kecilnya."
Zizi mengangguk.
"Zizi tak akan menggunakannya di sini, karena tak ada yang perlu Zizi bantai."
Kata Zizi.
Paman Josh tersenyum.
Tak heran semesta memilihnya sebagai pewaris Naga Bandapati, karakternya sangat mirip dengan Moyangnya.
Ali mulai sadar lagi, ia terlihat membuka matanya.
"Kak Zizi."
Ali memanggil nama Zizi dengan suaranya yang serak.
"Ya Al, ini Kak Zizi."
Zizi meraih kedua lengan Ali dan menatap matanya Ali.
"Aku melihat sesuatu."
Kata Ali.
"Apa?"
Tanya Zizi.
"Mahluk itu menungguku di Lembah Narawitri, dia bilang aku suatu hari pasti akan datang ke sana sendiri."
Ujar Ali.
Zizi menatap Paman Josh.
"Paman, apa maksudnya?"
Tanya Zizi.
Paman Josh tersenyum.
"Jika ia tak mendapatkan Tuan Muda Ali sekarang, maka suatu hari ada takdir yang akan membawa Tuan Muda Ali datang sendiri ke tempatnya. Tapi, selagi saya ada, saya akan sama seperti dulu, menghalangi Tuan Muda Ali ke sana."
Zizi berdiri dan semakin menatap tajam Paman Josh.
"Di mana lembah itu Paman? Zizi hancurkan saja sekarang."
Kata Zizi.
Paman Josh menggelengkan kepalanya.
"Itu bukan keputusan yang bijak Nona Zizi."
"Kenapa kita butuh bijak sedangkan keselamatan Ali dipertaruhkan?"
Kesal Zizi.
"Janji itu sudah terikat dengan Tuan Muda Ali, janji yang bagaimanapun itu memang dibuat sendiri oleh Sekar Ayu. Janji itu hanya akan ditagih tiga kali selama tuan Muda Ali hidup."
Ujar Paman Josh.
Zizi dan Ali menatap Paman Josh.
"Saat Tuan Muda Ali berusia sembilan tahun, lalu saat ini Tuan Muda Ali tujuh belas tahun, dan nanti yang ke tiga kalinya adalah saat Tuan Muda Ali berusia dua puluh tiga tahun."
"Kenapa?"
Tanya Zizi heran.
"Karena di usia itu, manusia mengalami perubahan karakter, cara pandang, prinsip hidup, tujuan, dan lain sebagainya."
"Mahluk itu mudah mengendalikan Ali jika masuk ke tubuh Ali dalam waktu-waktu itu?"
Paman Josh mengangguk.
"Tapi melihat anda sangat menyayangi Tuan Muda Ali, saya rasa Tuan Muda Ali akan baik-baik saja."
Zizi mengurut keningnya.
"Bagaimana bisa aku tidak menyayangi adik-adik sepupuku Paman, aku bahkan tak punya saudara kandung di rumah."
Ujar Zizi.
Paman Josh tersenyum.
"Anda tidak tanya kenapa saya melindungi Tuan Muda Ali?"
Tanya Paman Josh.
Zizi terkesiap.
Ya, ia baru sadar tidak menanyakannya.
"Sekar Ayu saat saya selamatkan, saya bawa tinggal lebih dulu bersama saya, lalu kami akhirnya saling jatuh cinta. Kami tinggal bersama hingga Sekar Ayu melahirkan seorang putra."
Paman Josh kembali menceritakan masa lalunya.
"Putra Sekar Ayu dengan Paman anda, si Jaka Lengleng lantas kami titipkan pada sepasang kakek nenek ular di satu wilayah yang cukup terpencil. Kelak ia kemudian menikah dengan perempuan manusia biasa, lalu memiliki keturunan hingga saat ini, yang di antaranya ada di lingkungan Kakek anda Nona Zizi."
Ujar Paman Josh.
"Lalu, setelah melahirkan, apa Sekar Ayu pulang ke rumahnya?"
Tanya Zizi.
Paman Josh mengangguk.
"Ya saat itu, ada banyak peperangan di bangsa lelembut, termasuk peristiwa kelam di tanah Dalu. Saya tak bisa menjaga Sekar Ayu jika terus berada di wilayah lelembut, maka saat itulah baru saya antar ia pulang."
"Kalian berpisah?"
Tanya Zizi yang entah kenapa jadi sedih karena mengingat keberadaan Shane yang saat ini juga terpisah dari sisinya.
Di mana dia?
Bagaimana kondisinya?
Apa yang sedang ia hadapi?
Zizi tiba-tiba jadi begitu khawatir.
Paman Josh menatap Ali dengan mata yang berkaca-kaca.
"Saat pulang ke dunia manusia, Sekar Ayu meminta saya menjemputnya lagi pada purnama berikutnya, tapi karena keadaan tidak memungkinkan saya tak bisa menepati janji. Saya baru bisa menemuinya lagi setelah puluhan purnama berlalu, dan Sekar Ayu telah menikah dengan laki-laki manusia."
Zizi jadi ikut berkaca-kaca mendengar kisah Paman Josh.
"Saya pun berusaha merelakannya, saya menjaganya dari kejauhan, karena hanya itu yang bisa saya lakukan."
Hingga sampai ia meninggal, anak keturunannya saya terus jaga, dan...
"Nenek kami?"
Zizi memotong kalimat Paman Josh.
Terlihat Paman Josh mengangguk pelan.
"Ya, dia Nenek kalian, Ibu dari Tuan Ziyan dan Papa Nona Zizi."
"Dia berada di Jepang, kenapa Paman tidak menjaganya di sana, malah justeru berada di sini?"
Tanya Zizi.
"Dia tinggal di rumah yang dipagari kekuatan peri, apa anda tidak tahu Nona?"
Tanya Paman Josh.
"Ah ya, aku tahu."
Sahut Zizi sambil mantuk-mantuk.
"Saya tidak bisa menembusnya."
"Tapi Aunty Maria bisa."
Ujar Zizi.
"Energi anda dan Ibu anda membantu mereka yang ada di sekitar anda membuat mereka diijinkan masuk."
"Ah begitu rupanya."
Zizi mengangguk mengerti.
Lalu...
"Jadi anda membiarkan Nenek sendirian, sampai akhirnya ada peristiwa buruk terjadi padanya pun anda tak menolongnya."
Kata Zizi seolah ikut menyesalkan.
Zizi menghela nafas, ia kemudian melihat kaki Paman Josh yang terluka.
"Paman, apa kau terluka?"
Tanya Zizi.
Paman Josh menatap lukanya, dua kakinya yang tampak luka menganga cukup parah.
Zizi menatap Paman Josh lagi,
"Kau baru dirantai? Kau baru lepas?"
Tanya Zizi.
Paman Josh terlihat terdiam, bingung menjawab.
"Jadi ini kenapa Ali bisa diikuti mahluk itu karena kau dirantai, siapa yang melakukan?"
Tanya Zizi.
Paman Josh baru akan membuka suara, saat tiba-tiba terdengar suara Maria meneriakkan nama Zizi.
"Ziziiiiiii... Pergiiiiiiii..."
**----------------**