
Shane tampak begitu tampan untuk acara resepsi malam ini, dengan setelan jas warna abu-abu, Shane terlihat serasi dengan Zizi yang dibalut gaun warna pink lembut dengan rambut yang disanggul macam putri-putri di Eropa.
Kaki Zizi yang biasa untuk berlari, melompat, bahkan menendang kini terlihat memakai sepatu kristal yang sengaja dipesan di Roma.
Nyi Wulansari yang membantu memoles wajah Zizi untuk malam resepsi menatap sang pengantin yang kini cengar-cengir.
"Cantik sekali Nona, anda benar-benar Princess Alpha Centauri."
Kata Nyi Wulansari.
Zizi mengacungkan ibu jarinya.
"Ya dong, sapa dulu, Ziziiii..."
Kata Zizi malah kepedean.
Sama sekali berbeda dengan kebanyakan pengantin putri lainnya, yang akan pura-pura malu saat dipuji cantik.
Zizi memandang Shane.
"Ayo Kak Seng, kita kemon resepsi, biar cepat selesai."
Kata Zizi.
Para asisten Nyi Wulansari langsung pada uhuk uhuk, mengira Zizi berpikiran aneh-aneh, bahkan Shane juga entah kenapa jadi gugup.
Zizi menatap mereka semua dengan heran.
Apa sih? Batin Zizi.
Shane menawarkan lengannya pada sang istri absurd tercinta lintas galaksi nya.
Keduanya kemudian berjalan beriringan keluar dari kamar. Di luar kamar Eva dan Ali yang akan mengiringi telah siap.
Ali yang setampan Ayahnya, dan Eva yang secantik bundanya terlihat menyambut Zizi dan Shane.
"Kak Zizi, rasanya hantu saja akan langsung pingsan lihat Kak Zizi begini."
Kata Ali.
Zizi tertawa.
"Udah pada datang ya tamunya?"
Tanya Zizi.
"Tamu manusia atau hantu?"
Tanya Ali.
"Dua-duanya."
Kata Zizi.
"Kalau manusia sudah, kalau hantu..."
"Kalau hantu tinggal nunggu kedatangan perwakilan segara kidul."
Tiba-tiba Maria memberikan informasi.
Tanya Zizi.
"Datanglah, kan bestie nya Nenek mu."
Kata Maria.
Zizi cekikikan.
"Sudah sambil jalan Nona, ditunggu tamu."
Nyi Wulansari mengingatkan.
Zizi akhirnya kembali jalan dengan Shane menuju tempat acara digelar.
Tamu undangan sudah mulai memenuhi tempat resepsi.
Pesta besar-besaran tampaknya memang sengaja diadakan oleh Zion karena mengingat Zizi adalah anak satu-satunya Zion dan itu berarti memang sudah tak akan ada lagi Zion membuat pesta pernikahan untuk anaknya.
Chatering kelas wahid tampak menyempurnakan pesta dengan berbagai macam sajian makanan dari lima negara. Jepang, Thailand, Prancis, Italia dan Indonesia.
Tak hanya itu, penampilan beberapa penyanyi kelas atas juga membuat pesta layaknya sebuah konser megah karena kehadiran mereka yang sengaja dibuatkan panggung yang bukan hanya panggung resepsi kecil.
Lagu-lagu cinta terdengar syahdu dibawakan para penyanyi itu, membuat para tamu semakin menikmati acara yang digelar Tuan Zion.
Zizi dan Shane memasuki acara, membuat banyak tamu yang hadir menatap mereka dengan takjub.
Bagaikan pasangan di negeri dongeng, mereka berjalan menuju pelaminan, dan bersiap mendapat ucapan selamat dari semua tamu.
"Apa aku boleh melambaikan tangan kalau sudah lelah?"
Tanya Zizi pada Nyi Wulansari yang masih mendampinginya.
"Ya, cari saja kamera yang menyala, nanti ada si botak yang datang."
Sahut Nyi Wulansari.
Zizi berdiri bersama Shane, semua orang mulai mengambil foto dan mulai berbaris untuk bersalaman.
Zizi melihat tamu yang berbaris mengular sangat panjang.
"Itu semua harus kita salami Kak Seng?"
Tanya Zizi pada Shane.
"Ya tentu,"
Jawab Shane.
"Kita minta tolong Aunty Maria bubarin acara kalau udah capek."
Kata Zizi.
Shane melongo mendengar ide Zizi.
**------------**