
Zizi yang mendengar suara Maria segera berlari melompat keluar dari gua, dilihatnya hantu itu dikejar dua ekor ular besar.
Zizi meminta Ali tetap bersama Paman Josh.
Maria begitu melihat Zizi berada di depan mulut gua langsung melesat ke arah Zizi, ia masuk ke dalam gua dan berkumpul bersama Ali dan Paman Josh yang kini berdiri di pintu gua untuk berjaga.
Dua ekor ular besar itu menyabetkan ekor mereka ke pohon-pohon yang ada di sekitar sana.
Pohon-pohon itupun seketika tumbang satu persatu.
Paman Josh merubah dirinya menjadi harimau raksasa, harimau itu mengaum marah karena hutannya dirusak.
"Ternyata kau melarikan diri kembali ke tempat ini, hahaha..."
Salah satu ekor ular itu tampak menertawakan keberadaan Paman Josh yang kini mulai berjalan mendekati posisi Zizi yang akan menghadapi dua ekor ular itu.
Zizi memejamkan mata, dan dengan gerakan tangan seperti menghunus pedang, tiba-tiba cahaya menyilaukan kembali terlihat muncul dari tangan Zizi.
Cahaya menyilaukan itu kemudian membentuk seperti pedang.
Zizi membuka matanya yang berkilat-kilat menatap dua ekor ular besar yang kini bersiap menerjangnya.
"Paman, lindungi Ali saja, biar aku yang hadapi dua ular kroco ini."
Kata Zizi.
Zizi tampak tubuhnya terangkat seperti melayang, rambutnya yang panjang meriap-riap tersapu angin.
"Majulah, kita buktikan, apakah ular bisa mengalahkan Naga?"
Zizi menyeringai.
Gadis itu mengangkat pedangnya, terlihat matanya yang berkilat-kilat begitu menakutkan.
Dua ekor ular besar yang semula mengejar Maria tanpa menunggu lama langsung menerjang Zizi dalan waktu yang bersamaan.
Zizi dengan cepat melompat ke salah satu kepala ular itu, sementara tangannya menebaskan pedangnya ke arah ular yang satunya lagi.
ular yang kepalanya dipijak Zizi menjatuhkan Zizi ke tanah, namun bukannya Jatuh Zizi malah berbalik dan menebaskan pedangnya ke arah ular itu.
Ular itu tak menyerah, meski mereka telah merasakan sakitnya luka tebasan pedang Jayapada milik Zizi, namun mereka tak lantas menyerah begitu saja.
Mereka seolah kembali berusaha menyatukan kekuatan, lalu setelah itu kembali berusaha menyerang lagi.
Zizi melompat, menendang menebaskan pedangnya berkaki ke semua penjuru.
Tubuh, kepala sang ular pun langsung penuh oleh luka tebasan pedang Zizi.
Tubuh Ular-ular itu menggelepar.
Tak memberi ampun, Zizi kembali melompat, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, dan...
Clas!!
Melihat temannya kepalanya terpenggal, ular yang satunya segera memilih melarikan diri.
Zizi jelas saja tak mau diam saja.
Zizi mengejar Ular tersebut, menariknya sekuat tenaga, dan kemudian menusuknya tubuhnya dengan ujung pedang Jayapada.
Ular itu menggelepar hebat.
Clas!!
Zizi memenggal kepala sang ular.
Maria melayang keluar dari gua, diikuti Ali dan juga Harimau yang kini kembali menjadi Paman Josh.
Zizi turun ke tanah lagi.
"Zi."
Mendengar suara Maria, tampak Zizi menoleh ke arah Maria yang kini mendekatinya.
Zizi menghela nafas.
"Kenapa kau sampai dikejar mereka?"
Tanya Maria.
Maria nyengir.
"Aku penasaran melihat lorong di dekat sungai yang terletak tak jauh dari sini, aku memasukinya, ada seperti kerangkeng di sana, aku baru akan mencari tahu, tiba-tiba muncul banyak ular di sana, mereka baru kehilangan tahanan."
Ujar Maria.
Zizi yang mendengar cerita Maria menatap Paman Josh dan melihat luka di kakinya.
"Apa itu kau Paman?"
Tanya Zizi.
Ali juga Ikut menatap Paman Josh di dekatnya.
"Benarkah kau baru saja melarikan diri Paman?"
Tanya Ali lagi.
Paman Josh akhirnya mengangguk.
"Ya Nona, ya Tuan muda, itu saya. Tak lama setelah menyelamatkan anda dan membawa anda pulang, dia menangkap saya dan merantai saya."
"Dia siapa?"
Tanya Zizi.
"Sang raja ular, Jaka Lengleng."
Jawab Paman Josh.
"Saya dirantai dan tak bisa ke mana-mana, "
"Lalu siapa yang menyelamatkanmu?"
Tanya Zizi.
"Tentu saja anda, Nona, saat anda membuka gerbang menuju wilayah ini, kekuatan anda membuat alam lelembut berguncang."
Kata Paman Josh.
**---------------**