Zizi

Zizi
245. Perias Spesial


Tok...


Tok...


Tok...


Suara ketukan itu terdengar begitu lambat, seperti yang mengetuk pintu itu bukan manusia, tapi kukang.


Zizi yang pagi-pagi sudah bolak balik di miskol Mamanya agar bangun jam empat pagi dan langsung mandi, walhasil saat ini Zizi sudah wangi jali.


Zizi yang tinggal menunggu datangnya perias kini begitu mendengar ketukan di pintu kamar hotelnya langsung segera melangkah cepat menuju pintu.


Tapi...


Zizi merasa ada aroma hantu di sekitarnya, tampak ia celingak-celinguk.


Aunty Maria dan Zanuba tidak ada di kamar, sudah jelas mereka sejak kemarin heboh di gedung yang akan untuk resepsi, jadi itu berarti bukan kedua butir mahluk itu.


Zizi lantas membuka pintu, dan...


"Astaga!"


Sesosok mahluk di depan pintu kaget sampai rambutnya berdiri, rambut yang bersanggul dan sanggupnya sampai naik ke atas macam cobek yang menaungi kepala.


Hantu yang tampak memakai kain dan kebaya itu begitu melihat Zizi akan keluar langsung mengangkat kainnya untuk segera melarikan diri.


Sayangnya, gerakannya yang lambat membuat Zizi dengan mudah menarik belakang kebayanya.


"Mau ke manaaaaaa..."


Omel Zizi.


"Aduh saya nyerah kalau bantuin Nyi Wulansari yang dirias ternyata Non Zizi."


Kata hantu itu.


Belum lagi Zizi melakukan kekerasan lebih parah, perias bernama Nyi Wulansari keluar dari pintu lift.


Ia terlihat berjalan dengan warna energi ungu.


Nyi Wulansari, perias itu membawa dua asisten manusia dan empat pengiring hantu.


Zizi mengerutkan kening.


"Itu periasnya?"


Tanya Zizi pada si hantu.


"Nona... Apa yang kau lakukan pada tangan kanan saya?"


Tanya Nyi Wulansari.


Zizi melepaskan hantu dalam cengkeramannya itu.


Di dorongnya hantu itu ke arah Nyi Wulansari berdiri.


"Dia mau melarikan diri, katanya tidak mau merias kalau yang dirias aku."


Kata Zizi.


"Aduh maaf Nyi... Ini soalnya terlalu berbahaya, saya takut bonyok."


Kata hantu itu.


"Lah dikira Zizi petinju apa."


Zizi mendengus.


Nyi Wulansari menghela nafas.


"Nona Zizi berjanjilah tak akan melakukan kekerasan pada asisten-asisten saya, di sini saya diminta Nyonya Zia dan atas weling Nyi Retnoasih untuk merias anda."


Kata Nyi Wulansari.


Zizi menghela nafas.


Kata Zizi sambil masuk lagi ke dalam kamar.


Ia dari arah pintu melompat nyaris dua setengah meter jauhnya dan langsung di atas tempat tidur.


"Waw... Ini serius Nyi calon pengantinnya?"


Tanya asisten manusia Nyi Wulansari.


"Iya, kan anak Tuan Zion dan Nyonya Zia cuma dia."


Kata Nyi Wulansari berbisik-bisik bagai nyiur kelapa.


"Ooh..."


Mereka para asisten mantuk-mantuk.


"Makanya saya rasanya belum apa-apa sudah tidak sanggup, membayangkan saja sudah sulit untuk merias wajah Nona ini."


Kata hantu asisten Nyi Wulansari yang tadi datang lebih dulu dan sempat nyaris di siksa Zizi.


"Saya harus gimana nih Nyi, tiduran, duduk sila, apa tengkurap?"


Tanya Zizi.


"Lho kok mau dirias tengkurap, memangnya yang dirias batok kepalanya apa bagaimana sih? Aneh banget Nona ini."


Kata si asisten Nyi Wulansari dari bangsa manusia.


Tapi Zizi mana peduli, dia tetap saja duduk sila di tempat tidurnya.


"Nona, anda mau menikah, tolong anggunlah sedikit, duduklah yang baik dan benar."


Kata Nyi Wulansari.


Zizi menatap perempuan yang ditugaskan meriasnya itu.


"Memangnya pengantin harus anggun?"


Tanya Zizi.


Nyi Wulansari yang sebetulnya ingin memakan Zizi berusaha sabar.


"Tentu saja Nona, masa pengantin nanti melompat dan salto segala macam, memangnya Nona mau dilempari kacang kulit?"


Nyi Wulansari mendekati Zizi.


"Lagipula ini adalah momen yang paling tidak akan bisa dengan mudah dilupakan pasangan, kasihan pasangan Nona jika yang ia ingat justeru Nona yang jadi pengantin putri malah akrobat."


Kata Nyi Wulansari.


Zizi mantuk-mantuk.


Hmm iya juga, mungkin Kak Seng akan serangan jantung.


Ah tidak! Bukan hanya Kak Seng, tapi juga Mama yang akan darah tinggi, Papa yang akan migren, dan bisa jadi saham Alpha Centauri akan anjlok ke level bawah karena melihat ahli waris Alpha aneh.


"Ya deh, Zizi akan anggun."


Kata Zizi akhirnya.


"Janji ya Nona, harus anggun sampai acara selesai. Ini saya sengaja dimintai tolong oleh Nyonya Zia karena beliau tidak bisa memakai perias biasa."


Ujar Nyi Wulansari.


Zizi menghela nafas.


Apa ia dia aneh sekali, sampai tukang rias pun harus berbeda dari kebanyakan orang.


**------------**