Zizi

Zizi
146. Zizi ciyeeee


Zizi dan Ali setelah acara sarapan, mereka pun tampak kembali menuju balkon kamar yang ditempati Zizi.


Sebetulnya Zizi diajak Eva untuk jalan-jalan saja hari ini, tapi Zizi benar-benar sedang tak ingin jalan-jalan, maka Eva akhirnya memilih jalan bersama temannya saja.


Aisyah sendiri sudah berada di ruang kerjanya yang ada di dalam rumah, ia juga sekaligus mengikuti kabar dari orang-orang yang pergi bersama Ziyan ke Bangkok.


"Kau siap kan Ali jika kita masuk ke hutan siluman?"


Tanya Zizi.


Ali meskipun ragu tapi akhirnya tetap terlihat mengangguk.


Zizi tersenyum.


"Baiklah, kita bersiap saja sekarang, mumpung semua sedang sibuk dengan kegiatannya."


Kata Zizi.


Ali mengangguk lagi.


Tapi...


Plak!!


"Aaww!"


Zizi yang tiba-tiba merasa lengannya ditabok dari belakang langsung menoleh dan langsung akan membalas, tapi si penabok lebih dulu menjitaknya lagi lalu melayang ke atas.


"Haaiiish... Aunty."


Zizi mendesis.


Kaget juga dia melihat Maria tiba-tiba muncul di sana.


Ali celingak-celinguk, ia tak menyangka Maria bisa muncul tiba-tiba begitu.


"Bagaimana kau bisa langsung sampai di sini?"


Tanya Zizi.


Maria mengurut kening.


"Aku kan hantu, kenapa bingung."


Kesal Maria pada kedua anak di depannya.


"Ah yah, tentu saja, Aunty adalah hantu, kadang aku sering lupa jika dia sebetulnya bukan manusia."


Kata Zizi.


"Ya karena aku terlalu cantik untuk menjadi hantu, tiap lihat aku orang selalu mengira aku Cinta Laura saking cantiknya."


Kata Maria malah sombong.


Zizi dan Ali berpandangan, lalu keduanya tertawa.


"Heh!!"


Maria kesalnya jadi bertambah-tambah.


"Lagian ketinggian Cinta Laura Aunty."


Kata Zizi disela tawanya.


Maria rasanya jadi ingin menjitak kepala Zizi lagi, tapi...


Ah ia tiba-tiba ingat pesan Zia, jika Zizi kemungkinan akan segera dinikahkan, Maria senyum-senyum dikulum.


Zizi yang melihat Maria senyum-senyum tak jelas jadi menatap curiga.


"Senyumin apa sih Aunty?"


Tanya Zizi heran.


Maria nyengir.


"Masuk dululah, Aunty ingin rebahan."


Kata Maria.


Jiaaah...


Zizi geleng kepala.


"Kayak ke sini harus naik pesawat saja pake pengin rebahan segala."


Kata Zizi yang tetap saja akhirnya masuk ke dalam ruangan kamarnya bersama Maria dan juga disusul oleh Ali.


"Kamu pikir hantu kalau menghilang atau terbang tidak pakai energi? Ya sama kayak manusia jalan, lari, hantu juga butuh tenaga, energi, dan setelah itu istirahat."


Maria mengomel sambil melayang ke arah sofa lalu rebahan di sana dengan nyaman.


"Kenapa Aunty tiba-tiba ke sini?"


Tanya Zizi yang akhirnya juga duduk di sofa bersebelahan dengan Ali.


"Jangan bilang Aunty kangen sama Zizi."


Kata Zizi pula.


Maria yang mendengarnya sampai nyaris tersedak.


Hadeeeh ini bocah dari balita PEDE JRENG nya tidak ada lawan.


"Justeru Aunty yang khawatir kamu kangen Aunty lalu saking kangennya sampai ketombean, panuan, kudisan, sakit pinggang, mules-mules."


Ali yang mendengar pembicaraan dua mahluk itu jadi tersenyum meskipun kepalanya jadi agak pening juga.


Zizi menghela nafas.


"Mama sama Papa pasti yang nyuruh Aunty nyusul, katanya Mama mau ke London."


Kata Zizi akhirnya.


Maria lalu bangun dari acara rebahannya, dan mengganti posisinya menjadi duduk sila di atas sofa.


Maria menatap Zizi dan Ali bergantian, lalu kemudian menfokuskan tatapannya pada Zizi.


"Pekan depan, Mama baru akan ke London, kamu diminta ikut, kita susul Shane sama-sama."


Kata Maria akhirnya mulai serius.


Zizi membulatkan matanya.


"Aunty bercanda?"


Tanya Zizi.


Maria menggeleng.


"Ini pesan Mamamu, mana berani aku bercanda."


Kesal Maria.


"Aku akan membantu kalian menyelesaikan masalah Tuan Muda Ali, setelah itu kita ke London Zi."


Ujar Maria lagi.


Zizi tentu saja langsung mengangguk senang.


Saking senangnya ia menghambur ke arah Maria dan memeluknya.


"Hey, biasa saja ini belum selesai."


Kata Maria.


Zizi melepas pelukannya dan menatap Maria.


"Maksudnya? Masih ada lagi? Apa?"


Tanya Zizi.


Maria mendorong Zizi menjauh sedikit.


Zizi menatap Maria curiga.


"Aunty... Kamu mau ngerjain Zizi pasti."


Kata Zizi.


Maria tertawa.


"Bukan, aku cuma takut ketiban kamu pingsan saking senengnya kalau dengar kabar ini."


Ujar Maria.


Zizi menarik gaun Maria yang sudah tambal sulam tak jelas bentuknya karena belum sempat beli baru nunggu ke London lebih dulu, itu tambal sulam ditolong Emaknya Zanuba yang melihat Maria sudah macam hantu gembel dari masa lalu.


"Jangan ditarik lagi Zizi, nanti Aunty makin gembel."


Kesal Maria.


Zizi nyengir ke arah Maria.


"Ya cepetan dong bilang, kabar apa lagi yang dari Mama?"


Tanya Zizi.


Maria senyum-senyum, ia melirik Zizi sengaja sambil sedikit meledeknya.


"Mama..."


Kata Maria.


"Mama..."


Zizi mengikuti.


"Dia bilang..."


Lanjut Maria.


Zizi menatap Maria, menunggu dengan berdebar kelanjutan kalimat Maria.


"Kamu dan Shane..."


Maria mengatakannya sepotong demi sepotong, memang sengaja meledek Zizi yang jadi menabok paha Maria karena gemas.


"Iiikh Aunty mah sengaja ngomongnya dipotong-potong!!"


Zizi jadi kesal.


Ali yang masih duduk di tempatnya jadi tertawa melihat mereka ribut sendiri.


"Apa sih, orang ini juga mau diterusin Ziziii."


Maria tertawa.


"Ya apa dong Aunty, ngga usah dipotong-potong, Aunty pikir semangka apa bagaimana sih?"


Zizi menaboki Maria lagi sampai Maria jadi tipis.


"Ya udahlah, nggak jadi ngomongnya."


Maria malah tambah menjadi membuat Zizi benar-benar kesal sekaligus gemas dan langsung menimpa Maria.


Maria tertawa terpingkal-pingkal dengan kelakuan Zizi yang masih tak jauh berbeda saat ia masih kecil.


Zizi memang kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis, namun ia sejatinya untuk Maria, Zizi tetaplah anak-anak yang selalu ingin digodanya namun sekaligus juga tak bisa ditinggalkannya.


Ah tapi bagaimana nanti jika Zizi akhirnya menikah dalam waktu dekat?


Mungkin Zizi akan benar-benar berubah menjadi perempuan yang lebih dewasa dan tak bisa diajak membuat keonaran lagi.


Setelah selesai bercanda akhirnya Maria mengajak Zizi duduk manis lagi, kali ini Maria sungguh-sungguh akan menyampaikan pesan Zia dengan serius.


"Kamu dan Shane kemungkinan akan dinikahkan dalam waktu dekat Zi, kedatangan Mama mu ke London tak lain adalah untuk menemui Nancy, Ibunya Shane."


Kata Maria akhirnya.


Zizi menatap Maria, mencoba memastikan jika hantu itu kali ini sungguh serius dan tidak sedang bercanda lagi.


"Kak Zizi menikah dengan Shane?"


Ali tampak ikut terkejut.


Maria menatap Ali dan mengangguk.


"Seseorang dari musuh keluarga uyut kalian pulang ke Indonesia dan kemungkinan suatu saat bisa mengancam posisi Alpha Centauri, perusahan dan keluarga kalian butuh seseorang yang bisa membantu Papa Zizi agar posisi Alpha Centauri tetap aman, baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan, dan pandangan Tuan Muda Ali tentang Shane yang disampaikan pada Nyonya Zia, ternyata itu akhirnya membuat Tuan Zion akhrnya membuat keputusan untuk menarik Shane masuk ke perusahaan, dan..."


"Dan pernikahan dengan Kak Zizi akan menjadikan posisi Shane semakin kuat karena akan menjadi pemegang saham juga dari saham Kak Zizi dan Paman Zion."


Ujar Ali.


"Jadi ini hanya tentang bisnis?"


Tanya Zizi agak kecewa.


Maria menggeleng.


"Tentu saja ini juga untuk kebahagiaanmu, karena Mama dan Papamu tahu, kamu tak bisa hidup tanpa Shane."


Kata Maria menahan senyum.


"Ikh kata siapa, ini Zizi hidup."


Sahut Zizi.


"Ya hidup segan mati tak mau, makan tak selera, muka tak ceria jadi kelihatan tua."


Kata Maria lagi membuat Zizi langsung melempar bantal sofa ke arahnya.


Maria terbahak-bahak.


**--------------**