Zizi

Zizi
253. Pamit


Pagi hari kedua setelah resmi menikah, Zizi dan Shane kembali ke rumah di Bogor.


Rencananya Zizi akan mulai tinggal di Kemang setelah pulang dari Jepang, dan itu sudah disepakati Shane.


Marthinus sendiri sebagai kepala pengawal utama yang akan mengawal Zizi dan Shane telah memastikan bahwa rumah Kemang telah aman.


Kamar Uyut yang katanya di ruang lemari pakaian terdapat pintu menuju satu alam lain telah di tutup tak ada yang boleh masuk kecuali Zizi dan Shane kelak.


Halaman belakang juga telah dipastikan oleh Marthinus tak akan ada yang bisa menyelinap.


"Jadi semuanya aman kan Paman?"


Tanya Zizi.


Marthinus mengangguk.


"Aman, Jaya, sentausa, subur, makmur, gemah ripah loh jinawi..."


Kata Marthinus.


"Wah itu mah Indonesia."


Sahut Zizi.


Zia dan Zion turun dari lantai atas, mereka ke ruang makan dan melihat Zizi sedang berbincang dengan Marthinus.


"Ma, Pa..."


Sapa Zizi.


"Mana Shane?"


Tanya Zia.


"Di kamar Zizi, lagi mandi."


Sahut Zizi.


"Ibu Nancy tidak kelihatan Ma dari tadi?"


Tanya Zizi.


"Ah jalan-jalan hari ini sama Lesti belanja, ingin lihat pasar tradisional."


Kata Zia.


"Oh sudah jadi Lycan tetap jiwa emak-emak bergejolak kalau dengar kata pasar."


Ujar Zizi yang langsung mau ditabok Zia.


"Sama mertua mulutnya masih saja tidak ada remnya."


Kata Zia.


Zizi garuk kepala.


Lha bagian mananya yang salah? Batin Zizi.


"Berangkat kapan ke Jepang?"


Tanya Zion.


"Sore ini Pa."


"Ooh, siapa saja yang akan ikut?"


Tanya Zion.


"Zizi sama Kak Seng."


Haiiish... Zia mendesis.


"Pengawal Zizi. Kalau kalian kan memang mau ke sana."


Zia rasanya ingin nyublek ke piring.


"Ooh, Paman Timus ikut sama Aunty."


Kata Zizi.


"Tidak ajak Zanuba?"


Tanya Zia.


Zizi menggeleng.


"Tidak mau, dia takut sadako."


"Hantu yang keluar dari TV?"


Zion tertawa.


"Papa pernah ketemu?"


Tanya Zizi penasaran.


"Hus, amit-amit, jangan."


Cepat Zion menjawab, tidak mau pertanyaan Zizi akan memancing datangnya keapesan pada dirinya.


Zizi tertawa.


Zia celingak-celinguk,


"Kakakmu mana Zi?"


Tanya Zia.


"Kan tadi Zizi udah jawab di kamar Zizi."


Zizi mulai bersiap meminum segelas jus yang disiapkan Lesti sebelum pergi.


Memang Zia sudah memberitahu jika Zizi kemungkinan akan pulang dan sarapan di rumah.


"Itu kan Shane, suamimu. Kakakmu itu lho Kak Arya."


Kata Zia.


"Ooh Kak Arya, Zizi tidak tahu, kan Zizi baru datang."


Jawab Zizi.


"Tadi malam setelah pulang sekitar jam satu dini hari keluar lagi nyonya."


Terdengar Marthinus yang lantas menjawab.


Zia memandang ke arah Marthinus.


"Ke mana?"


"Katanya ke rumah Putri, Ibunya sakit harus dibawa ke Rumah Sakit."


Kata Marthinus.


"Putri?"


Zia mengerutkan kening.


"Pacar Kak Arya."


Jawab Zizi sekenanya.


"Lho kok Mama tidak tahu, anaknya siapa, anak mana, sudah berapa lama kenal?"


Zia langsung berisik.


Zizi geleng-geleng kepala.


"Apaan sih Mama, anak siapa ya anak oranglah, masa anak tahu."


Sahut Zizi sekenanya.


Zia jadi kesal mendengar jawaban anaknya.


"Kamu ini, sudah menikah masih bicaranya asal keluar."


Omel Zia.


"Sudah Ma, kenapa kalau ketemu Zizi pasti Mama ini mengomel terus."


Zion melerai.


"Lah anak ini senang sekali bikin darah tinggi Mama naik Pa."


Kata Zia.


Zion jadi tertawa, Zizi juga cekikikan.


**---------------**


Rencananya memang mereka akan berbulan madu selama satu minggu, jalan-jalan beberapa hari, sisanya Shane ingin berkunjung ke zombie hotel di tempat Tuan Jiro Takashi yang konon berkembang sangat maju di Jepang.


Zizi dan Shane berpamitan pada Zia dan Nancy, karena Zion masih ada di kantor, maka Zizi cukup menelfon saja.


Toh Papanya sudah memberikannya uang saku yang sangat banyak, yang jika Zizi mau, bisa untuk beli satu rumah lagi.


"Kabari kalau sudah sampai."


Pesan Zia.


"Iya Mama, pasti nanti Zizi kabari, kan Zizi tahu Mama meski sering kesel tapi gampang kangen sama Zizi, kayak para readers."


Zizi cekikikan.


"Ah kalau readers kan meskipun kita sudah the end, si othor sudah menyiapkan beberapa judul lain yang saling berkaitan."


Kata Zia.


"Oh ya? Kok saya tidak tahu Nyonya."


Nancy kepo.


Maria yang slenting-slenting mendengar ada pembahasan soal Othor langsung ikut nimbrung.


Maria tampak memakai kain pantai dan kacamata hitam serta topi lebar.


Zizi melongo, begitupun yang lain.


"Aunty obatnya habis?"


Tanya Zizi.


"Ish, enak saja."


Maria kesal.


"Lah ngapa pake baju begitu?"


Zizi geleng-geleng kepala.


Shane tampak tersenyum cool, ia memilih berjalan mendahului Zizi menuju mobil di mana Marthinus telah menunggu.


"Kan mau piknik,"


Kata Maria.


"Kan ini baru mau perjalanan ke Jepang, gantilah bajunya, norak."


Omel Zizi.


"Iya... Iya, nanti ganti, kita dengar dulu apa kata Mamamu."


Ujar Maria.


"Ayo Nyonya Zia, lanjutkan ada judul apa saja yang berkaitan dengan kita?"


Lanjut Maria ke arah Zia.


Zia menghela nafas,


"Menurut wangsit yang diberikan oleh Nyi Retnoasih, nantinya akan ada lima judul yang berkaitan dengan kita."


Kata Zia.


"Oh ya...?"


Maria makin penasaran.


Zia mengangguk.


"Putri Vampire Terakhir, Magic In Love, Mbak Ratih Penunggu Rumah Si Mbah, The Pandawa dan..."


"Dan apa Nyonya?"


Maria tak sabar.


"Ini sepertinya kisahmu Aunty, None Belanda."


Zizi menghela nafas.


"Kenapa malah jadi bahas karya othor?"


Tanya Zizi kesal.


"Karena kita akan pamit hari ini Ziziiiiiiiii..."


Maria dan Zia mengomeli Zizi,


Nancy jadi tertawa melihat wajah Zizi yang tiba-tiba dikeroyok.


"Sayang, ayo cepat, pesawat sudah harus terbang satu jam lagi, takutnya di jalan macet."


Tiba-tiba suara Shane terdengar.


"Weeeh manggilnya mesra sekali sekarang, setelah lampu mati."


Goda Maria.


Zizi yang digoda begitu langsung menarik baju Maria,


"Hahaha... Malu tuuuh... Malu tuuuuh..."


Maria tertawa terpingkal-pingkal sambil menghilang.


"Huuu Aunty curaaaaang..."


Zizi jadi gemas.


"Sudah sana itu nanti telat."


Kata Zia.


Zizi memeluk Zia, mencium pipi kanan kiri Zia, begitu juga Nancy.


"Hati-hati."


Zia melambaikan tangannya.


Zizi menghampiri Shane yang menunggu di samping mobil bersama Marthinus.


Sesampainya di dekat Shane, tampak Zizi dan Shane serta Marthinus melihat ke arah yang sama, dan...


[TERIMAKASIH PARA READERS TERCINTAAAA... SUDAH MENGIKUTI KISAH KAMI SAMPAI DI BAB SEPANJANG INI YAAA... SAMPAI JUMPA DI KISAH SELANJUTNYA.......... LOP YU OLLLLL... LOP YU PUL OLLLLL...]


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺




Putri Vampire Terakhir > Tentang Rosalia Ruthven dan keluarga Alex.




Mbak Ratih Penunggu Rumah Si Mbah > Kisah Cinta Kak Arya dan Ceweknya beserta kisah horor versi kak Arya.




Magic In love > Kisah Ali dan Lori, di dunia peri, dan Zizi jadi cameo.




The Pandawa > Petualangan anak-anak Zizi, termasuk dari zizi nyidam dan sebagainya.




Si None Belanda > Kisah Maria semasa hidup hingga akhirnya terbunuh.




Ini semua Othor tulis untuk kalian yang jatuh cinta pada beberapa tokoh pendamping, semuanya terbit berturut-turut mulai akhir bulan ini ya gaes...


[SELAMAT BERPUASA BAGI YANG MENJALANKAN... πŸ‘©β€πŸŒΎπŸ‘©β€πŸŒΎπŸ‘©β€πŸŒΎπŸ‘©β€πŸŒΎπŸ‘©β€πŸŒΎπŸ‘©β€πŸŒΎ]


See u...


<<<<< **T H E E N D** \>\>\>\>\>