
Resepsi yang berlangsung sangat meriah dan sangat luar biasa untuk para tamu itu nyatanya justru beban berat untuk Zizi yang pada dasarnya tak menyukai pesta.
Setelah lelah bersalaman dengan para tamu, Zizi lantas celingak-celinguk mencari Maria barangkali hantu itu keluyuran di tempat resepsi manusia.
Hingga...
Eh apa tuh kelap-kelip? Batin Zizi.
Zizi kemudian menajamkan matanya ke arah benda kelap kelip yang memantul-mantul di udara, dan...
"Mbaaaak..."
Zizi tiba-tiba bersuara lantang dari atas pelaminan, membuat Shane yang semula sedang berusaha menebarkan senyuman manis kepada para tamu undangan jadi ikut kaget.
Shane menoleh ke arah Zizi. Ia baru akan menanyakan siapa yang dipanggil Zizi manakala tiba-tiba Zizi lebih dulu bersuara lagi...
"Mbaaaaak... Whoooiii mbak pocooooooong..."
Panggil Zizi pada benda yang berkelap-kelip memantul itu ternyata adalah mbak pocong.
Mbak pocong menoleh pada Zizi, sayangnya yang menoleh ternyata bukan hanya mbak pocong saja, namun juga para tamu Papanya.
"Apaaaa..."
"Apa tadi?"
"Po... poc..."
Tamu mulai pada panik, dan tiba-tiba mbak pocong yang saking bahagianya dipanggil Zizi itu melompat ke atas pelaminan yang membuat beberapa tamu ada yang bisa melihat mbak pocong dengan kain berwarna silver.
"Poc... poc... pocooong peraaaaak..."
Teriak salah satu orang yang pegang kamera dan langsung bisa melihat mbak Pocong.
Penjaga kamera yang pertama sadar itu sampai nyaris menjatuhkan kameranya...
Belum lagi usai heboh satu, ditambah lagi ada tamu yang lihat.
"Pocong keren..."
"Pocong bling bling..."
"Poc... ong mileniuuuum..."
"Poc... ooong metaliiiik..."
Wah, dan pesta kacau gara-gara mbak pocong yang malah joget moonwalk ala Michael Jackson.
Zia sebagai Nyonya pemilik acara tentu saja langsung kambuh darah tingginya,
Astaga, mukaku... mukaku ditaruh di manaaa..."
**-------------**
Resepsi untuk manusia yang meski sempat heboh akhirnya bisa dikendalikan dan selesai dengan aman sekitar hampir jam sebelas malam.
Sementara untuk para hantu, acara berlangsung sampai kokok ayam jantan dari hp masing-masing.
Mandi berendam di air hangat dengan aroma terapi, dan juga tak lupa minta dibuatkan oleh pihak hotel air teh dengan irisan lemon, membuat tubuh Zizi lebih rileks.
Berbeda dengan Zizi yang setelah acara resepsi memilih berendam air hangat dan minum lemon tea, Shane malah entah pergi ke mana.
Zizi celingak-celinguk mencari suaminya yang di malam pertama mereka jadi suami isteri malah sudah kabur tak tahu rimbanya.
Zizi yang melihat jendela kaca menuju balkon terbuka akhirnya berjalan keluar dan berdiri di balkon.
Tampak Zizi mengedarkan pandangannya, dan...
Haiiish... Zizi mendesis melihat Shane yang tampak melompat dari pohon ke pohon, bolak balik bolak balik...
"Kak Seeeeng... Lagi apaaaaa?"
Tanya Zizi.
Shane yang mendengar Zizi berteriak sambil bertanya Shane sedang apa menoleh lalu melompat ke arah balkon di mana Zizi berdiri di sana menatapnya dengan heran.
"Ngg lagi olahraga."
Jawab Shane.
Zizi geleng-geleng kepala.
"Mau tidur malah olahraga."
"Daripada mau tidur makan."
Sahut Shane.
"Ya mending makan, jadi tidurnya nyenyak."
Kata Zizi tak mau kalah.
Shane menghela nafas, percuma dijawab lagi, nanti Zizi akan terus ada jawaban untuk membantah sampai biji bunga matahari jadi kuaci.
"Zizi mau tidur, capek."
Kata Zizi yang lantas naik ke tempat tidur tanpa peduli Shane garuk-garuk kepala.
Rasanya Shane lebih memilih menemani Zizi bertarung melawan seribu siluman daripada harus di tempatkan di situasi seperti ini.
"Oh iya Kak Seng."
Zizi tiba-tiba duduk lagi dan menatap Shane.
Shane jantungnya nyaris copot karena Zizi menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kata Eyang anak kita lima, nanti berarti tiba-tiba mungkin dapat paket ya? tungguin Kak Seng, barangkali datang."
Zizi nyengir, lalu berbaring lagi dan mengabaikan Shane yang terduduk di sofa dengan kepala ruwet.
Bagaimana bisa dapat anak dipaket, dipikir belanja promo big sale.
**----------**