
Zia yang sejak kemarin memutuskan menginap di zombie hotel bersama Zion terlihat ikut panik manakala Zion mendapatkan kabar jika ceo mall milik alpha centauri tenggelam di laut selatan dan ditemukan sudah tak bernyawa.
Dan yang makin membuat Zia dan Zion panik ada yang melihat Zizi di sana namun kemudian tak tahu rimbanya.
"Kenapa anak itu sudah macam hantu saja sih Ma, pergi tidak pamit, sekarang tiba-tiba ada yang melapor sempat melihat Zizi lalu tak ada yang tahu lagi dia di mana."
Zia yang mendengarnya menghela nafas.
Bagaimana lagi, bapaknya kan mantan hantu. Batin Zia tapi tidak berani bilang, takut dicerai. wkwkwk...
Zion kemudian mencium kening Zia.
"Aku pergi sekarang, ini Dimas sudah siap di luar, kami akan pergi ke rumah duka, jenazah sebentar lagi sampai."
Kata Zion.
Zia mengangguk.
"Kamu pulang saja Ma, diantar Joni, nanti aku bilang ke Joni, sudah nanti masalah teror hotel kita urus besok lagi saja, kamu capek banget itu, percuma juga ditungguin semalaman dia tidak berani muncul kan?"
kata Zion.
Zia mengangguk.
"Entahlah Pa, aku rasa mungkin benar kata hantu Nenek yang di lift, dia bilang ada hantu baru yang datang tapi sebetulnya dia bukan datang untuk mengganggu hotel ini, tapi mengganggu Dewi."
"Dewi? Resepsionis kita?"
Tanya Zion.
Zia mengangguk.
"Dia pamit pulang kan semalam, katanya tidak enak badan, dan ternyata benar tak ada teror tadi malam."
Ujar Zia pada Zion.
"Hmm mungkin Dewi punya hutang belum bayar, ya sudah biar saja, nanti kalau dia berangkat kerja lagi aku akan suruh Dimas tanya. Kamu pulang saja Ma, istirahat."
Zion menepuk bahu Zia.
Zia mengangguk.
"Aku benahi bawaanku dulu, Papa minta Joni siapkan mobil saja."
"Ya, aku keluar duluan ya."
Zion mencium kening Zia lagi.
Zia mengiringi Zion hingga pintu kamar hotel, tepat saat ada hantu perempuan yang sedang garuk-garuk kepala melayang melewati depan pintu kamar mereka menginap.
"Misi ooom."
Kata si hantu.
Haiish... Zion mendesis.
"Banyak tamu nggak bayar."
Kata Zion ngedumel, membuat Zia terpingkal.
"Ingat dulu anda juga numpang, hahaha..."
Zia mengingatkan masa lalu Zion.
"Jasmerah Tuan, Jangan Melupakan Sejarah, hahaha..."
Kata Zia lagi membuat Zion yang menatapnya jadi tersenyum.
"Ya ya ya... Baiklah, sebagai mantan hantu aku akan baik pada hantu."
Baru saja Zion bicara begitu, tiba-tiba dari belakang hantu lain menabraknya menembus tubuh Zion.
"Maap Pak, buru-buru mau ke dapur hotel ada aroma enak."
Kata hantu itu.
Zion menatap Zia lagi yang makin terpingkal.
"Ini aku bangun hotel sekaligus penampungan hantu ya Ma."
Zia mengangguk.
Zion geleng-geleng kepala sambil berjalan menjauhi kamar menuju lift, di dekat pintu lift pengawal Zion sudah menunggu.
Zia pun kemudian masuk ke dalam kamar, bebenah sebentar lalu bersiap keluar hotel juga untuk pulang.
Zia menyempatkan diri memeriksa ponselnya barangkali Zizi menghubunginya lagi, tapi anak itu tentu saja tak memberinya kabar baru.
Sudah biasa sebetulnya, jadi Zia sudah mulai kebal.
Biarlah, Zia percaya jika Nenek mereka toh tak akan membiarkan Zizi kenapa-kenapa, jadi Zia berusaha tenang saja.
**-----------**
Zizi di hotel ia menginap baru selesai mandi, setelah ia memesan makan lagi untuk mengisi perutnya yang sudah konser sejak tadi
Shane tampak duduk di sofa menonton TV meskipun tak tahu apa sebetulnya yang ia tonton, tampak makanan yang Zizi pesan sudah sampai dan tertata rapi di atas meja.
"Kak Seng, Aunty Maria ke mana?"
Tanya Zizi dengan handuk yang masih membelit rambut basahnya.
Zizi menghampiri Shane yang duduk di sofa, lalu tanpa rasa bersalah duduk saja di samping Shane.
"Ayo kita hajar, mereka nantangin Zizi nih."
Zizi menunjuk musuh-musuhnya di atas meja.
Shane mengurut kening, kepalanya sakit karena Zizi benar-benar tak peka dengan apa yang baru saja ia alami.
Ditambah pula sekarang Zizi yang dengan santai hanya memakai celana pendek, kaos oblong, dengan aroma khas segar gadis baru mandi membuat Shane makin pusing tujuh keliling.
"Ah saya nyari aunty dulu saja Nona."
Kata Shane menyerah.
Ia berdiri dari duduknya, lalu berjalan menjauhi sofa menuju pintu kamar untuk keluar.
"Kak Seng jangan lama-lama, kalau di sekitar hotel tak ada ya biar saja, nanti juga Aunty pulang sendiri."
Ujar Zizi.
Shane mengangguk saja.
Sebetulnya tentu saja Shane bukan akan mencari Maria, melainkan akan mencari suasana lain untuk membuat perasaan dan pikirannya yang ruwet bisa kembali membaik.
Sepeninggal Shane tampak Zizi mulai melahap makanannya, tapi sambil makan Zizi tiba-tiba ingat saat di pantai tadi bersama Shane.
Apa tadi yang Kak Seng tanyakan padanya?
Jika Kak Seng jadi manusia apakah mereka bisa bersama?
Apakah Kak Seng bisa jadi manusia lagi?
Bagaimana caranya?
Minum darah Zizi?
Ah tidak!
Kak Seng akan mati jika minum darah Zizi lagi.
Zizi mencomot potongan gurame telor asin dari piring, lalu memakannya dengan lahap.
Zizi menatap layar TV, di mana kini menayangkan berita soal tenggelamnya petinggi salah satu mall di Jakarta.
Tampak Zizi tersenyum lega, ia ingat belum menelfon Papanya soal anak-anak jalanan yang menjadi korban Papa Jerry.
Ya nantilah gampang setelah semua musuh Zizi selesai ia bereskan, dan setelah...
Brak...
Tiba-tiba terdengar pintu kamar dibuka dengan kasar.
Zizi yang baru akan mengambil udang sampai hampir melompat saking kagetnya.
Terlihat kemudian hantu perempuan melayang masuk.
"Ke mana dia... Ke mana dia!!"
Hantu itu uring-uringan.
Haiiish... zizi mendesis.
"Heh, cari apa di sini?!"
Kesal Zizi.
Hantu itu menoleh ke arah Zizi yang duduk sila di atas sofa menatap dirinya.
Hantu itu seketika melompat kaget.
"Kenapa ada Zizi."
katanya.
"Ini kamarku!!"
Zizi yang kesal acara makannya terganggu melempar bantal sofa ke arah si hantu.
"Ya sudah, aku pergi, aku juga tidak tahu setiap jam segini aku selalu balik ke kamar ini."
Gumamnya sambil keluar kamar.
"Jiaaah hantu tak ada tujuan hidup."
Kata Zizi yang kemudian meneruskan acara makannya.
Dia pasti dulunya memergoki suaminya selingkuh di kamar ini. Batin Zizi.
Hah manusia laki-laki sekarang banyak yang selingkuh, sepertinya lebih bagus menikah dengan vampir.
Tapi, apa nanti bisa punya anak kalau menikah dengan vampir?
Hmm tapi bukankah kakek Aji manggala juga menikah dengan Nenek Retnoasih yang merupakan anak Naga dan manusia?
Jadi tidak apa kan Zizi menikah dengan vampir, mungkin nanti punya anak akan lahir jenis baru, Gampir. Hihihi...
Cucu Papa Zion dan Mama Zia adalah gampir. Batin Zizi sambil makan lagi.
Ah dia harus mengisi perutnya sampai benar-benar kenyang karena ia harus melewati dua dan tiga hutan sekaligus.
**----------**