Zizi

Zizi
22. Shilba Dolores


Empat puluh dua tahun lalu,


"Shilba hitam jelek."


"Shilba tak pantas terlahir menjadi peri."


"Apa dia nyanyi-nyanyi, suaranya seperti Tikus keselek keju."


"Jangan dekat-dekat Shilba, kata Ibuku kulit hitamnya menular, dan wajah jeleknya akan membuat kita sial."


Para gadis itu kemudian cekikikan menertawakan Shilba.


Ya, Shilba Dolores, gadis peri yatim piatu yang terlahir tak secantik peri-peri lain.


Kulitnya, rambutnya, tubuhnya, semua jauh berbeda dengan peri pada umumnya.


Karena kejelekan itu Shilba pun diasingkan oleh peri lainnya, ia dianggap seperti hasil kutukan dan semacamnya.


Shilba dijauhi bukan hanya dalam pergaulan, namun juga dalam tugasnya pun ia dibedakan.


Saat para peri lain yang biasanya ke dunia manusia ditugaskan mengurus bunga dan buah-buahan, maka Shilba adalah membantu para cacing mengurus sampah.


Shilba Dolores sekian lama merasa tak berarti dan tak pernah diperlakukan baik, hingga akhirnya suatu hari saat ia akan kembali ke alam peri, ia yang sedang melamun tiba-tiba tertabrak mobil hingga berguling di jalan raya dunia manusia.


Untunglah karena dia peri, maja Shilba tak merasakan apa-apa.


Dan saat itulah, ia bertemu dengan laki-laki yang tampan rupawan itu.


Laki-laki itu turun dari mobil, lalu bergegas menghampiri Shilba yang berusaha berdiri dari posisinya.


Laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk membantu Shilba, dan tatapan matanya yang teduh menatap Shilba dengan cemas.


"Kamu tak apa-apa Nona?"


Tanya laki-laki itu.


Shilba mengangguk.


Sungguh, Shilba merasa baru kali ini ia diperlakukan begitu baik oleh seseorang, apalagi itu adalah laki-laki yang tampan rupawan.


"Mari saya antar ke Rumah Sakit Nona."


Kata laki-laki itu lagi.


Shilba menggeleng.


"Tidak Tuan, terimakasih, saya sungguh tak apa-apa."


Kata Shilba.


"Kalau begitu ijinkan saya mengantar anda pulang."


Ujar laki-laki itu pula.


Namun Shilba kembali menolak, tentu saja, ia tak ada rumah di dunia manusia, ia hanya perlu kembali ke dunianya lewat cermin milik sepasang kakek nenek yang merupakan penjaga pintu menuju dunia peri.


Kakek nenek itu membuka kios kecil yang menjual banyak barang kuno di sekitar Osaka, dan letaknya tak jauh dari tempat Shilba sekarang tertabrak.


Laki-laki itu kemudian memberikan kartu namanya pada Shilba.


"Nama saya Reza Putra Perdana, saya Ceo Alpha Century, saya dari Indonesia, jika anda ternyata nanti ada keluhan atau membutuhkan apapun, hubungi saya Nona, jangan sungkan."


Kata laki-laki bernama Reza itu.


Shilba menatap secarik kertas kecil di tangannya yang baru saja diberikan laki-laki manusia bernama Reza.


Shilba jelas tak tahu itu apa, dan tak tahu apa yang harus ia lakukan dengan kertas itu.


Shilba menghirup aromanya, aroma yang sama dengan aroma laki-laki itu, Shilba terlihat menatap Reza di depannya, lalu tampak Shilba mengangguk dan tersenyum.


Reza pun pamit untuk kembali masuk ke dalam mobilnya, dan kemudian pergi dengan diiringi dua mobil lainnya yang merupakan pengawalnya.


"Reza Putra Perdana, Ceo Alpha Centauri?"


Gumam Shilba.


"Ah... Namanya Reza, Tuan Reza, Tuan Reza."


Yah, Shilba seketika itu juga jatuh cinta pada laki-laki manusia bernama Tuan Reza.


Dan sejak hari ia pertama kali bertemu Reza, setiap kali Shilba bertugas membantu cacing mengurus sampah, maka Shilba akan mendatangi sosok Reza diam-diam.


Ia tak berani menyapa atau menampakkan diri, ia hanya akan menjelma menjadi semut, atau nyamuk.


Hingga kemudian apa yang dilakukan Shilba ketahuan oleh peri-peri lain.


Peri jelek yang mengharapkan cinta laki-laki manusia yang tampan rupawan.


Mereka pun menggunjingkan kelakuan Shilba ke sepenjuru desa, hingga nyaris semua desa peri menggunjingkan Shilba dan mencemooh kelakuannya.


Apalagi begitu kemudian, Shilba akhirnya melihat Reza, si laki-laki tampan itu melamar seorang gadis manusia yang cantik, dan kemudian keduanya menikah.


Shilba sangat sakit mengetahui kenyataan itu, cintanya yang terpendam sekian lama akhirnya kandas begitu saja begitu Reza menikahi gadis itu.


Shilba pun muak dan murka atas apa yang menjadi nasibnya. Ia sangat sakit, dan semakin sakit karena para peri yang tahu jika Reza si laki-laki manusia tampan itu telah menikah, bertambah pula lah cemoohan mereka atas Shilba.


"Jelek tak sadar diri."


"Jelek maunya dapat laki-laki manusia tampan, dia tidak muntah saja syukur."


"Hahaha... Hahaha..."


Ejekan dan cemoohan itu semakin gencar terdengar, menambah luka di dalam hati Shilba semakin parah.


Hingga akhirnya, di saat Shilba sudah tak lagi bisa bersabar, Shilba Dolores akhirnya masuk ke istana Oracle sang pemimpin desa-desa peri di wilayahnya.


Shilba mencuri tongkat dengan batu sakti milik Oracle.


Dengan tongkat milik Oracle itu ia menuju bukit para raksasa hidup di pagari dinding tak terlihat oleh Oracle agar tak sampai turun ke desa-desa para peri, Shilba mengeluarkan para raksasa itu kemudian menggunakan tongkat sakti Oracle.


Para raksasa itupun turun dari bukit, mereka mengamuk di desa-desa para peri.


Mereka membunuh dan memakan setiap peri yang mereka jumpai.


Setelah desa para peri kacau balau, Shilba Dolores mengajak kawanan raksasa itupun meringsek istana Oracle untuk mengambil alih.


Shilba yang menganggap Oracle sebagai ratu peri tak bersikap adil, bahkan membagi tugas pun juga begitu, maka Shilba hancurkan kekuasaannya.


Shilba mengasingkan Oracle di suatu tempat, setelah itu Shilba naik ke atas menara istana, ia mengarahkan tongkat milik Oracle ke sepenjuru desa peri.


Shilba Dolores mengutuk mereka semua.


Mengutuk semua peri yang hidup hanya perempuan, dan juga menutup semua akses jalan menuju dunia manusia, serta membuat bunga yang untuk makanan para peri beracun.


Shilba hanya menyisakan bunga di hutan yang mekar hanya satu kali satu tahun di awal tahun, dan para peri yang tinggal di desa peri hanya akan bisa menikmati makanannya hari itu.


Selebihnya mereka harus menghemat dengan menyimpan madu yang diambil dari bunga-bunga yang mekar satu tahun sekali itu untuk persediaan makanan mereka selama datu tahun.


Setelah mengutuk desa para peri dan menutup semua akses ke dunia manusia, maka Shilba Dolores mengambil alih istana Oracle dengan penjagaan para raksasa..


"Suatu hari, ada manusia yang akan datang ke dunia kita, dan itulah masa di mana kita akan mengakhiri penderitaan ini."


Kata Oracle di pengasingan nya.


Oracle ditemukan Meri tanpa sengaja saat sedang mencari buah coklat.


Sejak saat itu Meri selau mendatangi Oracle dua atau tiga hari sekali untuk memberinya madu.


"Tak ada yang bisa mengalahkannya selain manusia, karena dendam Shilba Dolores juga termasuk pada manusia juga, dan dia akan lemah jika melihat manusia yang memiliki pasangan, karena ia akan mengingat masa sakitnya dulu."


Kata Oracle.


"Manusia berpasangan?"


Meri bingung.


"Apa sebaiknya aku mencarinya?"


Tanya Meri.


"Ya jika kau bisa Meri, setiap sepuluh tahun sekali kunci pintu dunia kita dan manusia terbuka, pergilah."


Dan sepuluh tahun lalu, Meri pergi ke dunia manusia namun bertemu Zizi yang kemudian ia didorong masuk lagi ke dalam cermin.


Maka Meri melaporkan lagi pada Oracle, jika ia gagal keluar dari cermin karena ulah seorang anak manusia nakal. Meri tidak tahu cermin itu tidak lagi berada di kios barang kuno.


"Ya tunggu sepuluh tahun lagi saat pintu cermin itu terbuka kembali, aku melihat gambaran akan ada dua pasangan manusia dan mahluk yang berbeda mengalahkan Shilba."


"Siapa?"


Tanya Meri.


Oracle menggeleng.


"Entahlah, tapi yang jelas kau harus menjaga kedua cucumu Meri, terutama cucumu yang laki-laki, karena hanya dia laki-laki yang tersisa di dunia peri."


**------------**