Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
97


Norr menatap kina dengan segera dia mengangkat satu tangan nya sebuah cahaya biru memenuhi tangan norr.


Dengan cepat dia mengarahkan kekuatan itu pada kina , tembakan yang akurat kekuatan norr mengenai tubuh kina.


Kina menatap norr dalam batin nya "Kurang ajar , aku ini kuat ,aku tidak bisa di kalahkan oleh siapapun."


Kina berteriak keras sesuatu keluar dari Dalam tanah , hanna norr dan leo terkejut.


"Jadi benar kelabang itu milik nya." Ucap hanna.


Norr menatap hanna "Hanna hati hati." Ucap norr dengan segera berlari dari satu rumah ke rumah lain untuk mendekati hanna.


Hanna menatap norr yang berjalan ke arah nya , hanna segera memutarkan pedang nya di arahkan nya ke langit.


sebuah petir dari langit memenuhi pedang hanna , langit berubah menjadi gelap , angin semakin kencang berhembus dedaunan beterbangan.


kilatan itu memenuhi tubuh hanna , rambut yang terurai berubah menjadi biru , bola mata memiliki garis petir.


"Tidak ada yang boleh tersisa hari ini." Ucap hanna.


Hanna memutarkan pedang miliknya dengan sekali tebasan , hanna memotong tubuh monster kelabang itu.


"Aku sudah muak bermain main dengan mu." Ucap hanna menatap kina.


Darah memenuhi tempat itu , aroma tidak sedap yang di keluarkan monster itu sangat lah menyengat , sedikit membuat hanna mual.


"Bau busuk , hai kina apakah tubuh mu juga berbau seperti ini? , sungguh menjijikkan , sangat di sayangkan seorang kaisar hebat seperti nya memiliki putri yang bodoh seperti mu."Ucap hanna sambil loncat dari atas atap rumah.


Hanna berjalan mendekat i kina , kina terkejut melihat hanna "Sebenarnya siapa dirimu hanna." Ucap kina.


"Apa kau takut sekarang ? , sudah tidak ada kata maaf lagi untuk mu." Ucap hanna.


Kina memegangi terus perut nya , hanna menatap dan dia mengarahkan pedang nya tepat pada perut kina.


"Mengapa sedari tadi kau terus memegangi perut mu? apa kau takut jika aku merobek nya maka hidup mu akan benar benar berakhir." Ucap hanna.


"Kalau begitu buktikan , bangun dan hadapi aku." bentak hanna.


Kina berusaha keras bangun dari duduk nya , namun perut nya sangat terasa sakit.


"Aku sangat benci padamu hanna." Ucap kina.


Hanna memandang kina dengan perasaan yang muak dan jijik.


"Aku lebih membenci mu , oke ucapkan selamat tinggal untuk dunia ini kina." Ucap hanna.


"Tidak aku tidak ingin mati." Ucap kina.


Hanna memandang kina dengan tatapan marah , seketika tubuh kina tidak dapat digerakkan.


Kina terkejut "Apa yang terjadi, mengapa tubuh ku tidak dapat bergerak." Ucap kina.


"Terkejut?." Ucap hanna.


Dengan cepat hanna menusukkan pedang nya pada perut kina , darah bercucuran mengeluarkan aroma tidak sedap , terdengar suara teriakan dari nya ,hanna menatap beberapa ekor kelabang keluar dari tubuh kina.


Hanna sedikit tertegun melihat kelabang itu tiba tiba menghilang.


Dia berjalan mundur ke belakang menjauhi tubuh kina , tiba tiba sekumpulan burung gagak menghampiri tubuh kina.


Hanna menatap tubuh wanita itu yang di cabik cabik oleh binatang liar itu.


Hanna segera membalikkan tubuh , dia menatap norr dan leo yang memperhatikan nya.


"pergi dari sini." Ucap hanna.


Leo segera meloncat i atap dan membungkukkan tubuh nya , hanna menatap tubuh kina yang sudah di penuhi oleh puluhan burung gagak.