Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
206


Putri Yuri kemudian segera menatap wajah Haruka yang tengah menatap dirinya dengan sepasang mata tajam itu, dia merasa sedikit gugup dia sangat tidak menyangka Haruka tidak berdusta saat berkata pada malam hari itu, kini Putri Yuri harus melawan Haruka.


"Omong kosong! Tentu saja aku tidak akan mundur semudah itu." Ucap, Putri Yuri dengan tegas.


Haruka yang sedari tadi terus memperhatikan wajah Putri Yuri yang terlihat sangat gugup saat berhadapan dengan dirinya. Haruka kemudian tersenyum tipis pada Putri Yuri, kemudian dia segera menatap wajah Pangeran Kichiro segera Haruka sedikit merendahkan tubuh untuk memberi salam pada Pangeran Kichiro.


"Salam Pangeran, tidak disangka kita berjumpa lagi." Ucap, Haruka dengan lembut.


Di dalam benaknya itu terlihat sangat jauh dari sifat aslinya, tapi apa boleh buat Haruka harus berpura-pura bersikap sopan dan lembut kepada Kichiro agar pria itu tidak terus mencurigai dirinya. Pangeran Kichiro yang terlihat agak terkejut dengan sikap Haruka yang begitu sangat berbanding terbalik saat pertama kali mereka berjumpa. Kini Pangeran Kichiro melihat Haruka layaknya seorang gadis manis, namun cerdas.


"Salam Nona Haruka, tidak perlu memberi hormat sampai seperti itu terhadap diriku, martabatmu lebih tinggi dibandingkan dengan diriku." Ucap, Pangeran Kichiro yang terus menatap wajah Haruka.


Haruka yang mendengarnya kemudian dia segera mengangkat kembali tubuhnya, sambil tersenyum pada Kichiro, Haruka segera menjawab perkataan dari Pangeran Kichiro.


"Aduh, aduh Pangeran ini sungguh pandai bercanda, saya hanyalah seorang wanita biasa mana mungkin matabat saya lebih diatas anda." Ucap, Haruka yang terus menahan rasa malunya, ia sebenarnya sangat ingin menyudahi sandiwaranya itu, namun mau tidak mau ia harus melakukannya.


Orang-orang yang tengah memperhatikan mereka, terlihat tengah saling berbisik saat mendengar ucapan Haruka, kemudian disamping Norr tengah berdiri beberapa kelompok petarung yang tengah bergosip, Norr dan kedua temannya tidak sengaja mengengar perbincangan mereka.


"Sungguh gadis yang sangat rendah hati, selain memiliki paras yang cantik juga dia memiliki sikap yang baik." Ucap, salah seorang petarung.


Kemudian petarung lainnya segera menjawab perkataan dari temannya itu.


"Hm, dia terlihat sangat cerdas tidaklah mungkin seorang gadia hebat seperti dirinya menjatuhkan martabatnya dihadapan seseorang." Ucap, petarung lainnya.


Putri Kirana yang mendengarnya hanya tersenyum licik sambil menatap wajah Haruka. Begitupun juga dengan Norr dan Leo yang terlihat sangat takjub dengan Haruka.


Pangeran Kichiro yang mendengar suara dari para petarung lain saat tengah membicarakan tentang diri Haruka, tak lama Pangeran Kichiro tersenyum pada Haruka sambil berbicara kepada dirinya.


"Kau bukanlah gadis biasa, tentu saja hal semacam itu tidak pantas kau lakukan, bukankah begitu?" ucap, Pangeran yang terlihat tengah memancing kesabaran Haruka.


Haruka yang mendengarnya segera ia berbicara kepada Pangeran Kichiro dengan senyum manis namun terlihat suasana dingin yang terpancar didalam mata Haruka.


"Hm, tidak juga bukankah sebagai seorang manusia wajib saling menghormati satu sama lain, bukankah begitu Putri Yuri!" Ucap, Haruka yang segera melirik ke arah Putri Yuri dengan tatapan dinginnya itu.


Pangeran Kichiro yang merasa bahwa Haruka ternyata seorang gadis yang begitu berbanding terbalik dengan sifat Hanna, namun hati tidak pernah salah.


Haruka berperilaku begitu bukan semata-mata hanya ingin membuat Pangeran Kichiro tida mencurigai dirinya lagi, namun juga ia sangat ingin menyingkirkan Putri Yuri yang terlihat sangat tida tulus terhadap Pangeran Kichiro, didalam permainan buatan Xia Chen, iya Haruka masih mengingatnya dengan jelas.


"Jika saya boleh bertanya dapatkah kita menjadi seorang teman, Nona Haru?" ucap, Pangeran Kichiro yang terus menatap wajah Haruka.


Putri Yuri yang mendengar ucapan dari Pangeran sungguh sangat dibuat kesal, dia tidaklah menyangka Pangeran Kichiro dapat berkata seperti itu dihadapannya. Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro yang sebenarnya sudah ia pikirkan sebelum ia sampai ditempat itu, membuatnya tersenyum tipi dihadapan Pangeran Kichiro.


"Tentu saja kita akan menjadi seorang teman." Ucap, Haruka dengan senyuman dibibirnya.


Pangeran Kichiro yang tidaklah menyangka akan hal itu kemudian dia merasa sangat senang. Haruka terpaksa menyetujui permintaan dari Pangeran Kichiro, sala satu alasannya karena dia tidak ingin Pangeran Kichiro mati ditangan Putri Yuri, dan yang kedua dia tidak ingin melihat Xiao Chen menyakiti Pangeran Kichiro, untuk yang terkahir dia hanya ingin mengobati rasa rindunya sebelum Pangeran Kichiro membunuh dirinya.


Putri Yuri nampak dibuat kesal akan hal itu, Haruka yang segera melirik ke arah wanita itu dengan segera berjalan untuk meninggalkan mereka dan bersiap untuk bertarung dengan Putri Yuri, saat tengah berada disamping Putri Yuri, Haruka berbisik lirih dan ucapannya itu membuat Putri Yuri terkejut kesal.


"Mar bertarung, jika kalah jangan menangis!" Ucap, Haruka dengan lirih.


Segera Haruka berjalan untuk memasuki arena, para petarung lainnya tengah memperhatikan Haruka, Rong yang masih berada ditempatnya hanya terdiam sambil menatap diri Haruka belakang. Putri Yuri yang terlihat sangat kesal kemudian dia segera berjalan untuk menghampiri Haruka, Haruka kemudian tidak sengaja melirik ke arah samping dilihatnya Norr, Leo dan Kirana tengah mengamati diri Haruka. Haruka yang melihatnya dibuat sangat senang akhirnya ketiga temannya selamat dan dapat melihat dirinya dalam pertarungan hari ini.


Norr, Leo dan Kirana tersenyum tipis pada Haruka, kemudian saat melihat Putri Yuri dan Pangeran Kichiro berjalan untuk menghampiri arena itu, Kirana segera mundur ke arah belakang dan bersembunyi dibalik tubuh Norr agar Pangeran Kichiro tidak melihat dirinya.


Haruka kemudian berjalan masuk kedalam arena, dia kemudian melihat beberapa dewa yang tengah berdiri diarah yang tidak terlalu jauh dari dirinya. Tak lama Putri Yuri segera naik keatas batu yang besar membentuk sebuah arena pertarungan. Haruka hanya terdiam saat melihat Putri Yuri berada dihadapan dirinya. Haruka tidaklah mungkin menggunakan kekuatan benih petir miliknya, karena itu aka membuat Pangeran Kichiro semakin mencurigai dirinya, Putri Yuri terlihat sangat kesal pada Haruka yang terlihat sangat mencari perhatian kepada orang-orang.


Tak lama pertarungan dimulai Putri Yuri terlihat lebih dahulu mengeluarkan kemampuannya dalam bertarung, terlihat lengan kanan Putri Yuri dipenuhi dengan bara api yang berwarna merah kehitaman dengan cepat ia mengarahkannya pada diri Haruka.


"Rasakan ini!" Ucap, Putri Yuri dengan kesal.


Haruka terlihat begitu sangat tenang, saat bara api itu melesat tepat dihadapannya Haruka segera mengangkat telapak tangan kanannya untuk menghentikan pergerakan dari bola api itu. Haruka kemudian memutar lengan kanannya kebawah, lalu dengan segera ia menggerakkan kekuatan udara yang dimilikinya. Haruka dengan cepat membalikkan arah bara api panas segera bara api yang sangat panas itu mengarah pada diri Putri Yuri.


Putri Yuri dibuat terkejut akan hal itu, para petarung lain yang melihat hal itu nampak tengah bergosip, begitupun para dewa yang tengah ikut menyaksikan pertarungan Haruka, terlihat kekuatan yang dimiliki Haruka lebih besar dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki Putri Yuri.


Norr terlihat begitu takjub dengan diri Haruka, beberapa hari tidak berjumpa ia sangat tidak menyangka kemampuan Haruka telah naik begitu pesat.