Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
144


Kemudian Kirana berdiri tegak disamping Haruka, sambil menatap tajam wajah Pangeran Iblis. Pangeran Iblis yang melihat hal itu nampak tersenyum licik saat memandang Haruka dan Kirana.


"Hoho, dua wanita lemah rupanya saling bersatu?!" ucap Pangeran Iblis dengan wajah dinginnya.


Haruka menatap tajam wajah Pangeran Iblis, sorotan kedua wanita itu nampak sangat dingin.


"Huft, dinginnya!" ucap Pangeran iblis lagi.


"Kita serang dia bersama-sama." Ucap Kirana pada Haruka.


Haruka hanya melirik sedikit kearah samping kemudian dia mengangkat satu alis kirinya sambil menyipitkan kedua mata besanya itu.


Haruka kemudian kembali menatap wajah Pangeran Iblis dengan pandangan membunuh.


"Ada apa Haruka, jadi kau sudah tidak sanggup melawanku?" ucap Pangeran Iblis dengan lantang.


Kirana kemudian terkejut, seketika dia langsung menoleh kearah Haruka. Haruka yang terlihat tengah menahan sakitnya pada tubuh hanya dapat menarik nafasnya sesekali.


Haruka mengangkat Pedang Pusakanya, pandangan matanya tertuju pada ujung Pedang itu. Tanpa mengucapkan sepatah katapun dengan segera tubuh Haruka dipenuhi dengan cahaya berwarna biru, Batu Perak yang tertanam dalam tubuh Haruka dengan cepat mengeluarkan sinar dari dalam jantungnya. Norr yang melihat hal itu nampak terkejut, saat ini yang tengah berada dihadapannya adalah tubuh Haruka asli, tapi mengapa dia dapat melakukan hal itu dan sepertinya Batu Perak sangatlah melekat dalam tubuh Haruka.


"Hah, jangan-jangan dia adalah....?!" ucap Norr dengan raut wajah terkejut.


Wajah Haruka nampak mengerikan, sorotan matanya begitu mematikan, setiap langkah kakinya, tanah yang dia injak retak begitu saja. Kekuatan yang dahulu pernah ada namun lenyap termakan oleh waktu, beratus tahun menghilang, kini sosok itu telah kembali.


Norr tersenyum kagum, dia tidaklah menyangka semua firasatnya adalah benar, dia adalah sosok dari legenda itu. Bukan hanya Norr yang nampak terkejut Leo dan Kirana juga dibuat tercengang dengan hal itu.


"Mengapa aku tidak menyedarinya sejak awal!" ucap Leo yang memperhatikan Haruka.


Pangeran Iblis yang melihatnya merasa amat kesal, sialnya hari ini dia harus berhadapan dengan orang yang paling dibenci olehnya. Pangeran Iblis yang terlihat sudah tertekan dengan segera dia mengeluarkan sesuatu dalam tubuhnya, seekor Ular raksasa dengan warna hitam pekat, bola mata merah merekah.


"Kirana, kau bisa menanganinya, kan?" ucap Haruka.


Kirana yang tengah menatap tajam Ular itu segera menganggukan kepalanya, dengan segera dia menaik Pedang merahnya.


"Serahkan saja padaku." Ucap Kirana tegas.


Haruka yang terlihat sangat dingin menatap Pangeran Iblis dengan segera dia berjalan dengan cepat kearahnya. Pangeran Iblis nampak terkejut saat melihat Haruka yang sudah berada dihadapannya.


"Mau kemana, hmm sudah tidak menginginkan Aya lagi?!" ucap Haruka dengan wajah dingin.


Pangeran Iblis tertegun melihat wajah Haruka yang nampak serius memadangnya.


"Aku tau saat ini sebenarnya, kau tengah menahan sakit yang amat dalam, apa kau yakin ingin membunuhku, jika aku mati kemungkinan tubuhmu juga akan hancur bersama dengan jasadku." Ucap Pangeran Iblis dengan licik.


"Hmm, kau memanglah benar, permainan ini engkau yang memulainya, tapi maaf saja akhir dari permainan ini aku yang memegang kendalinya!" ucap Haruka dengan wajah serius.


Pangeran Iblis yang nampak begitu kesal kemudian dia mengangkat tangan kanannya dengan cepat. telapak tangan itu mengarah pada kedua bola mata Haruka.


"Kembalilah seperti semula, dimana semua kehidupanmu hanya ada warna hitam." Ucap Pangeran Iblis.


Haruka begitu sangat terkejut, kalimat itu seperti tidak asing baginya, cahaya hitam menyentuh kening Haruka, dengan cepat Haruka berteriak cukup keras, membuat ketiga teman yang kendengarnya nampak terkejut.


"Tidak disangka dia masih menyimpan ilmu itu, Haruka kau berada dalam bahaya!" ucap Norr dengan wajah panik.


Siapakah Haruka dimasa lalu?


Ada hubungan apakah antara Haruka dan Pangeran Iblis?