
Haruka kemudian segera berjalan untuk dapat menghampiri Pangeran Kichiro, sambil menggenggam pin kupu-kupu miliknya itu, Pangeran Kichiro masih memperhatikan diri Haruka yang berjalan dengan perlahan menghampiri dirinya.
Saat Haruka sudah berada dihadapan Pangeran Kichiro, kemudian Haruka teringat bahwa tempat tinggalnya yang tengah ditinggali Norr, Putri Kirana, Leo juga dirinya tidaklah jauh dari tempat mereka saat ini, membuat Haruka harus berhati-hati agar Pangeran tidak mengetahui keberadaan mereka, dan membuat Pangeran tidak mencurigai dirinya.
"Sudah ketemu?" ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran segera ia mengangguk, tak lama kemudian Haruka segera berbicara kepada Pangeran Kichiro.
"Hm, kau sudah boleh membersihkan diri sekarang, dan aku akan pergi sekarang juga." Ucap, Haruka dengan raut wajah tegas.
Pangeran yang melihat diri Haruka begitu sangat tidak ingin mengetahui sebenarnya apa yang telah terjadi kepada dirinya itu, membuat Pangeran merasa bahwa Haruka hanya tidak ingin bertanya terlebih dahulu, sebelum ia yang memulai pembicaraan. Ya, Haruka memang begitu sangat penasaran dengan diri Pangeran Kichiro yang tiba-tiba saja berada didalam hutan bahkan dia tidak sempat membersihkan diri sebelum pergi meninggalkan Istana Yu.
Timbul rasa curiga, dari dalam diri Haruka dia juga merasa bahwa kondisi didalam Istana Yu tengah tidak terkendali, entah mengapa Haruka menduga-duga hal semacam itu, karena saat melihat raut wajah dari Pangeran Kichiro yang terlihat tengah memendam sebuah kesedihan didalam dirinya.
"Kau benar, baiklah aku akan membersihkan diri ditempat ini." Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap sepasang mata biru Haruka itu.
"Ya, dan aku akan pergi untuk mencari beberapa buah-buahan disekitar sini, saya permisi." Ucap, Haruka yang segera berjalan untuk melalui Pangeran Kichiro.
Pangeran yang melihat Haruka akan pergi meninggalkan dirinya itu membuatnya dengan segera menolehkan kepalanya ke arah samping kanan untuk menatap diri Haruka, lalu Pangeran segera berbicara kepada diri Haruka.
"Haruka?" ucap, Pangeran Kichiro yang sedikit melirik diri Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro kemudian dia segera menghentikan langkahnya, sambil sedikit menolehkan kepalanya ke arah samping kiri, dan segera sepasang mata biru miliknya itu menatap wajah dari Pangeran Kichiro yang saat itu juga tengah menatap wajahnya.
"Ada apa Pangeran?" ucap, Haruka yang terlihat begitu sangat penasaran, dengan diri Pangeran Kichiro yang tiba-tiba saja memanggil dirinya itu.
Pangeran yang melihat wajah Haruka, dengan sepasang matanya yang berwarna biru itu, membuat dirinya lagi-lagi teringat oleh sosok Putri Hanna. Namun, Pangeran harus sadar yang berada dihadapannya saat ini adalah Haruka bukanlah Putri Hanna.
"Hm, dimana kau tinggal?" tanya Pangeran Kichiro yang terlihat begitu sangat penasaran pada diri Haruka.
Haruka yang mendengar hal itu, nampak sedikit terkejut dia terlihat agak bingung harus beralasan apa kepada diri Pangeran Kichiro, namun jangan kira Haruka tidak memiliki ribuan alasan, untung saja Haruka adalah seorang wanita yang licik, dan tidak lugu seperti wanita-wanita pada biasanya, yang pastinya jika sudah merasa terpojok maka akan berkata dengan jujur, dan membuat dirinya malah terperosok kedalam jurang yang sudah dia buat sendiri.
"Aku, dimanapun aku berpijak maka diriku akan menemukan sebuah tempat tinggal, aku bisa tidur diatas dahan pohon, dimanapun senyamannya diriku, Pangeran." Ucap, Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro dengan raut wajahnya yang terlihat begitu sangat dingin meskipun ia sudah tersenyum kepada Pangeran Kichiro.
"Hm, jika kau berkenan kau bisa tinggal ditempatku, yah tidak jauhlah dari sini, jika kau bersedia maka aku akan memberikannya kepada dirimu, sedangkan diriku, aku bisa tidur dimanapun, tidak terbesit niat burukku terhadap dirimu, aku hanya merasa tidak baik membiarkan seorang wanita tidur diatas dahan pohon, apalagi jika sudah tengah malam, itu sangatlah tidak baik bagi kesehatan." Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro kemudian dia segera tersenyum tipis kepada diri Pangeran.
"Hm, terima kasih atas niat baiknya, Matahari sudah semakin tinggi, aku harus pergi." Ucap, Haruka yang memperhatikan ke atas langit dia melihat Matahari yang sudah semakin terik.
Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Haruka kemudian dia juga segera memperhatikan langit biru yang tengah ditinggali oleh Matahari yang begitu sangat cerah.
"Hm, tetapi kita masih bisa bertemu lagikan Haruka?" ucap, Pangeran yang menatap wajah Haruka dengan penuh harap.
Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro, dan juga saat melihat raut wajahnya yang begitu sangat menginginkan Haruka mengiyakan ucapannya itu, membuat diri Haruka tidak dapat menolaknya.
"Iya, Pangeran." Ucap, Haruka yang kemudian segera memalingkan wajahnya untuk dapat melanjutkan langkahnya.
Di dalam benak Haruka, apa yang ia lakukan saat ini sudah sangat menyimpang dari tujuannya, heh dia sempat berkata bahwa tujuannya dekat dengan Pangeran Kichiro hanya karena ingin melindungi dirinya, namun saat Haruka berpikir lagi apa yang ia lakukan bukanlah atas dasar hanya ingin melindungi tetapi juga sangat ingin berada disamping pria yang begitu sangat ia kasihi.
"Biarkan semua seperti ini, sampai nanti waktu yang akan menjawab semuanya." Dalam benak Haruka, dengan langkah cepat ia segera meninggalkan Pangeran Kichiro sendirian didekat sungai.
Pangeran Kichiro yang memperhatikan diri Haruka dari belakang, hanya terdiam kemudian Pangeran sedikit merendahkan pandangannya dan ia menatap ke arah lengan kanan Haruka yang tengah menggeggam pin kupu-kupu darinya itu.
Pangeran Kichiro kemudian segera membalikkan tubuh dan berjalan menuju ke dalam sungai, sedangkan Haruka yang tengah menjauh dari Pangeran Kichiro terlihat sedikit resah, jika saja Pangeran mengetahui keberadaan Norr dan Putri Kirana didalam hutan ini maka Haruka tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sedangkan ditengah hutan, terlihat sebuah Rumah kayu buatan Norr dan Putri Kirana, terlihat dari luar Rumah kayu itu Norr, dan Putri Kirana berjalan untuk keluar dari dalam Rumah kayu mereka itu.
"Apa kau melihat Haruka? Aku sedari tadi tidak melihatnya disekitar tempat ini." Ucap, Putri Kirana yang segera menatap wajah Norr.
Norr yang berada disamping Putri Kirana pun juga tidaklah tau kemana Haruka pergi, karena saat ia terbangun dirinya sudah tidak melihat Haruka lagi.
"Aku pun tidaklah tau kemana dia pergi." Ucap, Norr. Sambil menatap wajah Putri Kirana yang tengah berada disampingnya itu.
Saat Norr dan Putri Kirana tengah berbincang-bincang datanglah Leo yang keluar dari dalam pepohonan, Putri Kirana yang tengah termenung kemudian dia segera terkejut saat melihat Leo baru kembali, setelah semalaman ia tidak pulang.