
Xiao Chen kemudian segera berbicara kepada Haruka, perkataannya terlihat sangat serius dari sorotan matanya yang begitu dingin menandakan sesuatu yang akan ia bicarakan adalah sesuatu hal yang sangat penting.
"Jika pada akhirnya bulan dan mentari tidak dapat bersatu, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh bulan?" tanya Xiao dengan nada bicara yang begitu tegas.
Haruka terdiam sejenak saat Xiao berkata hal yang begitu konyol baginya. Kemudian Haruka segera menjawab pertanyaan dari Xiao terhadap dirinya itu.
"Mendo'akan, karena bulan tau suatu saat nanti ia akan dipersatukan oleh mentari, apa kau tau kapan itu akan terjadi? Disaat sudah tidak ada lagi dimana sebuah kedustaan, yang tersisa hanyalah sebuah kedamaian, semua yang dahulu terasa sulit akan didapatkan dengan mudah saat sudah berada didalam sebuah kehidupan yang abadi, disana tidak ada yang mustahil, tapi semuanya pasti akan terjadi, dan pasti akan berakhir bahagia." Ucap, Haruka dengan tegas sambil menatap kearah langit yang begitu cerah.
Xiao Chen nampak kagum dengan perkataan Haruka, dia kemudian segera menambah ucapan kepada wanita yang berada dihadapannya itu.
"Kau benar, bahkan seorang dewa pun juga akan melakukan hal yang sama untuk dapat mewujudkan keinginannya." Ucap, Xiao dengan tegas.
"Hmm, Chen. Apakah perjalanan kita masih sangat jauh?" tanya Haruka dengan segera memalingkan wajahnya.
Xiao Chen yang berada dibelakang Haruka dengan segera menatap wajahnya. Sambil berbicara kepada Haruka.
"Iya, kita memerlukan waktu kurang lebih 3 hari untuk sampai ditempat Istana para Iblis itu." Ucap, Xiao Chen yang segera menjelaskannya pada Haruka.
"Apa 3 hari?!" ucap, Haruka dengan terkejut.
"Memangnya ada apa Haruka?!" ucap, Xiao yang dengan segera bertanya pada Haruka.
"Apakah tempatnya sejauh itu?" tanya Haruka sambil menatap wajah Xiao Chen.
"Hm, benar. Karena keberadaan Istana itu sangatlah jauh, belum lagi medan jalan yang kita lalui pun tidaklah mudah untuk dihadapi, sebelum sampai di Istana para Iblis kita akan dihadapan dengan lembah kematian, dan setelah itu kita juga akan bertemu dengan mulut neraka." Ucap, Xiao Chen yang segera menjelaskan.
"Astaga, apalagi itu. Dari namanya saja sudah sangat merepotkan, huh aku sudah dapat memastikan itu bukanlah tempat yang mudah untuk kita hadapi." Ucap, Haruka yang segera memegang kepalanya dengan telapak tangan kanan.
"Semoga saja seluruh kekuatan yang dimiliki Zie dahulu dapat kembali bersama dengan dirimu." Ucap, Xiao Chen dengan tegas.
"Tidak, kekuatan itu belum pulih dengan sempurna. Lagipula aku sudah sangat yakin bahwa mereka tidak akan melukai teman-temanku karena sebenarnya yang mereka incar adalah diriku." Ucap, Haruka dengan tegas.
Xiao Chen terdiam sejenak saat mendengar ucapan Haruka, kemudian dia segera membalas ucapan Haruka.
"Dugaanmu sepertinya benar Haruka, hmm tapi apa kau tau motif dari mereka, mengapa sampai bisa mengincar dirimu, ataukah jangan-jangan mereka sudah mengetahui bahwa kau ini adalah reinkarnasi dari Zie?" tanya Xiao Chen yang nampak penasaran.
"Iya, aku tau. Sepertinya mereka ingin menuntut balas atas kematian dari Pangeran Iblis, karena akulah yang membunuhnya. Hmm jika tentang hal itu aku tidaklah tau apakah mereka juga mengetahui identitasku yang saat ini." Ucap, Haruka yang menatap wajah Xiao Chen dengan tatapan dinginnya.