Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
177


Haruka kemudian segera menunggangi tubuh dari Naga emas milik Xiao Chen itu, Xiao Chen kemudian segera mengikuti Haruka dengan cepat ia meloncati tubuh Naga besarnya itu, Haruka yang berada didepan Xiao Chen, kemudian meminta kepada pria itu untuk segera memerintahkan kepada Naganya untuk bergegas.


"Cepat, kau perintahkan kepada Nagamu ini, untuk segera membawa kita ketempat dimana teman-temanku disekap." Ucap, Haruka dengan tegas.


Xiao Chen yang mendengarnya segera memerintahkan kepada Naga emasnya untuk membawa mereka ketempat Istana para Iblis itu.


"Rong, cepat bawa kami ke Istana para Iblis itu." Ucap, Xiao Chen sambil memiringkan kepalanya untuk berbicara kepada Naga emasnya itu.


Tak lama Naga emas milik Xiao Chen dengan perlahan mengangkat tubuhnya yang besar itu, dengan segera ia membawa Haruka juga Xiao Chen keatas langit. Haruka kemudian memperhatikan sekitar tempat itu dari atas ketinggian, semua nampak sangat kecil dari dalam pandangan Haruka.


Xiao Chen yang melihat wajah Haruka dari arah belakang, ia hanya terdiam sambil memandangi wajah wanita itu, tak terasa kini wajah Xiao Chen dihiasi dengan lekuk senyuman tipis yang melekat diantara kedua pipi pria itu. Sesekali dia menundukkan pandangannya, kemudian dia segera mengangkat kepalanya sambil memandangi langit biru dengan kabut putih yang disertai mentari yang tengah berdiri diatas mereka.


"Xiao, kau benar-benar mengetahui dimana tempat itu berada kan?" ucap, Haruka sambil sedikit memalingkan wajahnya.


Xiao Chen yang tengah melihat awan biru yang begitu cerah diatas langit, segera ia menundukkan wajahnya untuk menatap wajah Haruka.


"Tentu saja aku mengetahuinya, apakah kau tidak mempercayai diriku?" ucap, Xiao Chen dengan tegas, sambil menatap wajah Haruka.


Haruka kemudian segera memalingkan wajahnya lagi, dengan perlahan ia menganggukkan kepalanya.


Xiao yang memperhatikan Haruka dari belakang, kemudian ia segera terdiam. Tak lama suasana menjadi sangat sunyi, Haruka merasakan suatu kecanggungan diantara mereka, segera Haruka tersadar dengan suatu jawaban yang berada didalam buku kuno milik Zie, tentang ibundanya yang ternyata adalah seorang dewi.


"Xiao...." Ucap, Haruka sambil menatap langit biru.


"Hmm, iya?" tanya, Xiao dengan penasaran.


"Jika aku kembali kepada ibuku, akankah dia masih mengenali diriku sebagai anaknya, sudah sekian lama kita tidak pernah berjumpa, dan lagi aku baru mengetahui bahwa diriku ini adalah reinkarnasi dari Zie, bahkan aku baru mengetahui jika sebenarnya aku ini masih memiliki seorang ibu dan ternyata dia adalah seorang dewi?!" Ucap, Haruka dengan perasaan yang sedikit merasa senang.


Xiao Chen yang mendengar ucapan Haruka, nampak tersenyum saat melihat wajah Haruka yang terlihat sangat bersyukur atas hidupnya. Kemudian Xiao Chen segera membalas perkataan dari wanita itu.


"Dia pastilah sangat senang, saat melihat dirimu kembali, kebahagian memang sering datang diwaktu yang tidak pernah kita duga-duga." Ucap, Xiao dengan tersenyum tipis saat melihat Haruka.


Haruka yang mendengar ucapan dari Xiap Chen nampak begitu merasakan suatu hal yang membuat dirinya semakin yakin untuk menghadapi setiap masalah yang pastinya akan semakin rumit dan itu pasti menimpa dirinya didalam kehidupan yang saat ini tengah ia jalani.


"Hmm, Haruka....?" Ucap, Xiao Chen yang dengan segera berbicara kepada Haruka, saat sudah sekian lama dia tidak mendengar kata-kata yang keluar dari dalam mulut wanita itu.


"Hmm?" ucap, Haruka yang segera memalingkan wajahnya untuk menatap wajah Xiao.