Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
122


Hanna menatap Permaisuri Ayunian yang tidak lain adalah ibunda tirinya.


"Aku minta dia kemari!." Ucap Hanna dengan tatapan dingin.


Kaisar Lin memperhatikan pandangan Hanna yang terlihat sangat menyeramkan. Kemudian Kaisar Lin melirik Permaisuri Ayunian yang tengah berdiri di depan Istana.


"Apa yang akan kau lakukan Hanna?! Katakan padaku siapa dirimu sebenarnya?! Puteri ku dahulu hanyalah gadis lugu, namun saat ini aku melihat mu bukanlah seperti itu lagi!." Ucap Kaisar Lin yang memandang wajah Hanna dengan tatapan kecewa.


Hanna sedikit melirik ke arah ayahnya yang tengah berbicara dihadapannya dengan tatapan yang tidak membuatnya terkejut itu akan ditunjukkan oleh ayahnya.


"Sebenarnya aku tidak ingin membuat semua ini terlalu lama, namun karena Ayah yang terus saja menyudutkan ku maka aku akan menjawab setiap pertanyaan yang Ayah berikan. Aku bukan Hanna yang dulu, aku begini sepertinya Ayah sangatlah mengerti karena Ayahlah yang mengerti jawabannya." Ucap Hanna dengan tegas.


Kaisar Lin memperhatikan wajah Hanna yang terlihat sangat dingin kepada dirinya. Kaisar Lin menyadari satu hal bahwa kasih sayang dan sebuah perhatian itu sangatlah dibutuhkan oleh Hanna. Namun karena sedikitnya waktu yang dia miliki membuat Kaisar Lin tidak mampu berada disamping Hanna saat dia benar-benar membutuhkan sosok Ayah disampingnya.


"Disaat bunda tiada, ayah dimana?! Ayah hanya berkata aku akan menemukan pembunuhnya! Tetapi ini terlihat sangat lucu, siapa yang akan Ayah bunuh? Aku atau Permaisuri Ayunian yang sangat Ayah cintai?!." Ucap Hanna dengan tatapan dingin.


Kaisar Lin terkejut mendengar ucapan Hanna kemudian dia meminta Kepada Hanna agar dia menghentikan semua ucapannya.


"Cukup Hanna!." Bentak Kaisar Lin.


Hanna memperhatikan wajah Kaisar Lin yang nampaknya sangat marah terhadap dirinya. Dengan senyum tipis di bibirnya Hanna kembali berbicara kepada Ayahnya.


"Hmm... Sekarang aku mengerti sebenarnya Ayah memang tidak perduli lagi dengan kematian bunda Yuriama!. Huh sia-sia sudah aku berbicara sedari tadi membuang waktu saja! Maju kalian semua mari hadapi aku." Ucap Hanna dengan tatapan dingin.


Kaisar Lin melirik Raja Satoru yang berada disamping Permaisuri Ayunian. Dia meminta kepada kawannya itu untuk membantunya mengalahkan Hanna.


Hal itu membuat Semua orang terkejut terlebih lagi Permaisuri Ayunian yang tidak menyangka Kaisar lebih memilihnya daripada Hanna. Permaisuri Ayunian nampak tersenyum puas.


"Huh hampir saja jantung ku ini berhenti, tidak disangka Kaisar Lin sudah tidak memperdulikan Hanna dan Yuriama lagi." Dalam benak Permaisuri Ayunian dengan puas hati.


Hanna melirik Kaisar Lin dan Raja Satoru yang tengah berada dihadapannya.


"Dua lawan satu? Siapa takut!." Ucap Hanna dengan tatapan dingin.


"Hmm hanya seorang gadis saja berani melawan ku." Ucap Raja Satoru dengan sombong.


Hanna memperhatikan wajah Raja Satoru yang terlihat sangat berani dengan tatapan merendahkan Hanna memperhatikan kedua pria itu.


"Hm...." Humam Hanna sambil memutarkan Pedangnya sebuah kilatan berwarna biru terlihat jelas dari setiap gerakan pedangnya.


Norr yang tengah berada dibelakang Hanna memperhatikan wajah Kaisar Lin dengan perasaan jijik. Kemudian Norr merubah dirinya menjadi manusia biasa dan berjalan menghampiri Hanna yang tengah berada didepannya.


Hanna sedikit melirik kearah samping dilihatnya Norr yang berada didekatnya.


"Aku bisa menghabisi mereka sendirian, tidak perlu bantuan mu." Ucap Hanna dengan tegas.


"Hmm... Hanya berjaga-jaga saja." Ucap Norr dengan sedikit tersenyum tipis.