
Malam hari disebuah tempat yang terlihat begitu mengerikan, dengan sudut ruangan yang nampak gelap juga penuhi oleh beberapa lorong tinggi dan terlihat sangat gelap saat mata memandang.
Dari dalam penglihatan yang terlihat remang-remang, tubuh yang terasa begitu amat sakit. Suara-suara aneh menggema didalam telinga Norr. Dengan segera ia terbangun perlahan ia mengangkat kepalanya sambil menggerakkan kepalanya untuk mengetahui suara apa itu.
Tubuhnya tidak dapat ia gerakkan, karena tangan dan kedua kakinya telah dililit oleh sebuah rantai hitam dengan ukuran yang cukup besar melingkari tubuhnya.
Norr tidak dapat melepaskan rantai yang mengikat kuat tubuhnya, dan lagi ia merasa kekuatannya telah terkuras habis, entah apa yang telah terjadi selama ia tidak sadarkan diri. Namun, Norr sangat merasa bersyukur Haruka berhasil lolos dari para Iblis itu. Meskipun saat ini dia tidaklah tau dimana keberadaan Haruka saat ini.
Tubuh Norr yang terikat kuat oleh rantai besar itu sangat membuat tubuhnya merasa amat tersiksa. Tubuhnya tergantung tepat pada dinding hitam yang terbuat dari besi. Semakin ia menggerakkan tubuhnya, maka akan terasa amat sakit yang begitu menyiksa dalam dirinya.
Norr kemudian segera melirik kearah samping dilihatnya Leo tengah terkurung didalam sebuah kurungan yang terbuat dari besi dengan bentuk persegi, dia masih belum sadarkan diri, tubuhnya terlihat lunglai didalam kurungan magis itu.
Tak lama Norr dibuat terkejut lagi dengan suara orang-orang yang tengah tertawa dengan sangat keras, dari dalam salah satu ruangan yang tertutup. Denga segera pandangannya mengarah pada salah satu ruangan yang berada tepat didepannya itu.
Entah apa yang terjadi namun, sepertinya mereka sangatlah senang, karena dari suara tawa yang terdengar begitu puas. Norr nampak tak perduli dengan hal itu, namun ditempat itu dia tidak melihat Kirana.
"Dimana dia?!" ucap, Norr dengan perasaan yang terlihat agak cemas.
Dia memanglah merasa sangat kesal terhadap Kirana, karena wanita itu datang kepada Haruka hanya ingin memanfaatkannya saja, menjadikan diri Haruka sebagai benteng untuk menyelamatkan diri dari musuh. menambahkan beban bagi diri Haruka. Namun disisi lain Haruka terlihat dekat dengan dirinya. Dia juga nampaknya tidak mempermasalahkan tentang sikap dari Putri Kirana terhadap dirinya.
Entah Haruka sudah mengetahuinya namun ia memilih diam. Ataukah dia memang belum mengetahui rencana yang telah dibuat oleh Putri Kirana, entahlah. Norr pun tidak dapat mengerti apa yang tengah Haruka pikirkan dan ia rasakan, karena ia sudah tidak dapat mengetahui semuanya lagi, jiwa mereka telah terpisah, mungkin itu untuk selamanya.
Didalam ruangan yang tertutup rapat itu, para pengikut dari Sharon tengah memandangi tubuh indah dari Kirana, kini wanita itu tengah terbaring tak sadarkan diri diatas kasur yang cukup besar dengan luka pada tubuhnya. Dengan perlahan Kirana membuka kedua matanya, awalnya ia tidak dapat melihat dan mendengar semuanya dengan jelas, namun saat ia sudah membuka matanya dengan sempurna ia begitu sangat bingung saat melihat langit-langit atap yang berwarna gelap. Kemudian dia segera memutarkan kedua bola matanya itu untuk memperhatikan sekeliling.
Sungguh dia nampak begitu terkejut saat melihat beberapa orang dengan rupa yang aneh tengah menatapnya dengan tatapan liar. Putri Kirana yang terkejut segera terbangun sambil terduduk diatas kasur paling pojok dengan tubuh yang meringkuk, sambil ketakutan ia memperhatikan sekelompok orang dengan rupa yang amat mengerikan itu.
Masing-masing dari mereka menatap tubuh Kirana dengan pandangan yang amat menjijikan, tubuh dari wanita itu memang sudah tidak terasa sakit lagi. Namun, dia tidaklah tau apa yang akan dilakukan oleh sekelompok moster itu terhadap dirinya.
"Hmm, jika saja tidak ada yang menyelamatkan wanita itu, sudah aku pastikan saat ini dia juga akan berada ditempat ini bersama dengan dirimu." Ucap, Sharon dengan raut wajah kesal kepada Kirana.
Kirana nampak begitu sangat ketakutan, kekuatannya kini telah berhasil dilumpuhkan oleh pria itu, saat ini dia tidaklah tau siapa yang akan datang untuk membantu dirinya.
"Jangan mendekat kepada diriku!" Bentak Kirana dengan suara yang terdengar sedikit bergetar karena ia sangatlah ketakutan.
Sharon yang melihat diri Kirana yang terlihat sangat ketakutan itu dengan segera berjalan mendekat kearahnya. Kirana yang melihatnya nampak terkejut segera ia menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya itu, agar pria itu tidak dapat melakukan hal buruk terhadap dirinya.
"Hahaha.... biarkan kami bersenang-senang dengan dirimu, jadi lebih baik kau menurut saja atau aku akan membunuhmu!" ucap, Sharon dengan suara lantanganya.
Sharon yang mendengar hal itu merasa sangat kesal lalu ia dengan segera berjalan menghampiri Kirana.
"Dasar wanita sialan!" Ucap, Sharon dengan sangat kesal.
Kirana yang melihat Sharon yang terlihat begitu tersulut emosi karena ucapannya itu membuatnya semakin merasa terancam. Tak lama Sharon mengangkat tangan kanannya keatas, segera ia menampar wajah Kirana dengan sangat keras. Sampai membuat tubuh Kirana terpental kekasur.
Kirana terdiam sejenak, Kemudian dia segera menatap wajah Sharon yang tengah berada dihadapannya itu. Kirana menggerakkan kaki kanannya yang jenjang itu untuk menendang barang milik Sharon dengan sangat keras.
Sharon yang terkejut segera merasa sangat kesakitan, bahkan rasanya seperti orang yang akan mati.
"Kurang ajar! Beraninya kau, dasar wanita sialan!" Ucap, Sharon dengan perasaan yang teramat kesal.
Dari luar ruangan Norr mendengar kegaduhan itu, hingga membuatnya beranggapan bahwa Kirana juga berada didalam ruangan itu.
"Gawat, dia pasti berada dalam bahaya!" Ucap, Norr dengan perasaan cemas.
Dengan segera dia menarik-narik rantai yang mengikatnya dengan begitu kuat. Norr kemudian segera berusaha untuk mengeluarkan kekuatannya.
"Ayolah!" ucap Norr dengan terus berusaha agar kekuatannya dapat berfungsi kembali.
Norr berusaha dengan sangat keras, sampai-sampai membuat pergelangan tangannya terluka, perlahan kekuatannya muncul, namun itu tidak berlangsung lama karena tak lama kekuatannya hilang kembali.
"Aku harus menyelamatkan teman-temanku!" Ucap, Norr yang terus berusaha dengan sangat keras agar rantai yang memgelenggunya itu dapat terlepas dari tubuhnya.
"Ah.... Jangan!"
Norr nampak begitu terkejut saat mendengar suara Kirana yang terdengar bagitu ketakutan. Didalam ruangan itu Kirana terus berlari untuk menjauhi monster-monster liar itu. Pipinya nampak lebam karena bekas tamparan yang diberikan oleh Sharon memang terasa sangat mentakitkan.
"Wanita sialan. Kalian semua cepat tangkap wanita sial ini, dan berikan dia kepadaku!" Ucap, Sharon dengan perasaan yang sudah teramat kesal.
Mendengar hal itu para monster-monster itu dengan segera berjalan untuk menangkap tubuh Kirana, untuk dipersembahkan kepada Sharon.
Kirana yang merasa sangat ketakutan menatap monster-monster itu dengan perasaan yang teramat cemas. Dia sungguh tidak sudi jika pria liar itu mencicipi tubuhnya, dia sangatlah tidak rela jika sampai hal semacam itu terjadi dengan dirinya.
"Kumohon siapapun bantu aku!" Dalam benak Kirana dengan menitihkan air mata sambil memejamkan kedua matanya.