Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
83


Permaisuri jian hanya terdiam dia tidak dapat melakukan apapun terhadap amuya , karena beberpa hal jika dia membantu amuya pastilah dirinya akan terlibat dalam masalah yang tidak ada kaitan nya dengan diri nya.


Amuya berjalan keluar dari kamar hanna bersama dua orang pengawal yang mendampingi nya , sungguh hati nya sangat kesal dan ke tidak terima an dalam dirinya.


Amuya menunduk kan kepala nya dalam batin dia bersuara "Mengapa jadi begini?!."


Kamar hanna


Semua orang memandangi nya.


Permaisuri jian menatap hanna penuh arti sambil menggigit sedikit bibir bawah nya.


Permaisuri jian "dia memang bukan gadis biasa." Dalam benak nya.


Permaisuri kirana berjalan mendekati hanna , dia berdiri di samping hanna dan kichiro.


Sambil menatap hanna dengan pandangan khawatir.


Permaisuri kirana "Oh adik ku, syukurlah hal buruk tidak menimpa mu , memang ya sangat banyak orang jahat yang berkedok malaikat di dunia ini jadi kau harus selalu berwaspada." Sambil tersenyum tipis melihat hanna.


Permaisuri jian tertegun mendengar ucapan kirana dalam batin nya "Apa maksud dari ucapan nya itu?!."


Begitu pun juga dengan kaisar yu yang menatap kirana dengan pandangan tanpa ekspresi namun tatapan nya tajam.


Pangeran rendra yang berada di depan pintu kamar memperhatikan istri nya.


Pangeran rendra "Benar apa yang di katakan oleh kaka mu itu hanna, Jadi kau harus terus berwaspada."


Hanna yang masih duduk di kasur dan tubuh nya masih berada di de kapan kichiro , gadis itu tersenyum tipis mendengarkan ucapan dari kirana dan rendra, hann sedikit mengangkat kepala dia memandang kirana dengan tatapan dingin namun bibir sedikit tersenyum.


Hanna "aku senantiasa berwaspada , terimakasih atas nasehat anda kaka kirana dan pangeran rendra." Sedikit melirik pangeran rendra.


Kichiro yang sedari tadi mendekap tubuh istri nya dia menatap gadis itu.


Pangeran kichiro sedikit tersenyum dalam batin nya "Meskipun dia tersenyum ,namun sisi dingin nya tidak menghilang dari diri nya."


Pangeran kichiro menatap ayah dan ibu nya "Hari ini sudah larut , maaf sudah membuat khawatir."


Kaisar yu "iya tidak masalah , kichiro jaga istri mu baik baik , benar apa yang di katakan kaka mu , kau juga harus berhati hati sekarang ini musuh sudah banyak yang menyamar menjadi kawan."


Hanna dan kirana saling menatap "Seperti kami kaisar."


Permaisuri jian sungguh sangat ingin mengatakan bahwa hanna bukan kah gadis baik dalam keluarga mereka , namun dia sangat yakin tidak akan ada yang mempercayai nya.


Kichiro "Baik ayah." Menatap kaisar yu.


Kaisar yu dan permaisuri jian ke luar dari kamar hanna.


Pangeran rendra menatap istri nya "Hari sudah malam baik nya kita juga beristirahat."


Permaisuri kirana "Hmm , kau benar."


Menatap hanna kembali.


Permaisuri kirana "Selamat beristirahat adiku."


Hanna memperhatikan kirana "Iya , terimakasih."


Permaisuri kirana membalikkan tubuh dia berjalan mendekati suami nya.


Pangeran rendra menatap kichiro "Selamat beristirahat."


Pangeran rendra dan permaisuri kirana keluar dari kamar hanna.


Hanna melihat tubuh nya yang masih di dekat oleh kichiro.


Hanna "Bisakah kau lepaskan aku sekarang? ,dekapan mu ini membuat ku sesak."


Tubuh hanna yang di dekap erat oleh kichiro."


Kichiro yang tidak sadar memeluk hanna dengan sangat erat ,dia segera melepaskan hanna.


Kichiro "ah , maaf kan aku."