
Tak lama dari kejauhan Kichiro melihat sebuah pantai dan di tepinya ada Burung besar dan seorang sedang terbaring.
"Hanna?!" ucap Kichiro dengan terkejut.
Leo segera menuju pantai dan mendekati Hanna, tanpa fikir panjang kichiro menghampiri Hanna, tubuhnya begitu lemah banyak luka di mana-mana.
Kichiro mengangkat tubuh Hanna, Hannapun terkejut dan membuka matanya.
"Kic.... Kichiro." Sambil terbata ia berkata.
Kichiro memasang wajah marah.
"Kau sungguh keterlaluan Hanna."
"Kau marah?" ucap Hanna.
"Diam, kau terluka, aku akan mengobatimu." Ucap Kichiro.
Sambil memapah tubuh Hanna, dan berdiri menuju Norr burung besar itu.
"Kau, bawa kami ke bukit." Ucap Kichiro.
"Baik, naiklah ke punggungku." Ucap Norr.
Kichiro segera menaiki tubuh burung besar itu dan pergi menuju bukit dekat hutan. Leo segera mengikuti dari belakangnya.
Leo Menatap Kichiro yang berada di udara.
"Semoga saja Hanna dapat kau selamatkan."
Istana Yu
Amuya menuju kamar Hanna, Permaisuri Kirana menatap Amuya yang tergesa menuju kamar Hanna.
"Apa yang akan dia lakukan di sana, aku harus mengikutinya."
Saat amuya ingin memasuki kamar, dia di kejutkan oleh suara Permaisuri Kirana yang memanggilnya.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Kirana dengan curiga.
Amuya segera menghentikan langkahnya, dan membalikan tubuh.
Amuya senyum kaku. "Ah Permaisuri Kirana, apakah salah jika saya mengunjungi adik saya sendiri?"
Dalam batin Amuya. "Dia lagi dia lagi, aku tidak akan pernah bisa mengganggu Hanna jika dia masih saja mengikutiku."
"Tidak juga, namun sepertinya Permaisuri Hanna tidak ada didalam kamarnya." Ucap Kirana sambil menatap kamar Hanna yang kosong.
"Aku hanya sedang berjalan-jalan saja tidak sengaja melihat mu yang berlagak seperti pencuri, ahh maaf jika perkataanku ini menyinggung hatimu." Ucap Kirana.
Dalam batin Amuya "Brengse berani nya dia berkata seperti itu padaku, awas kau Kirana!"
"Haha tidak apa, ini hanya sebuah kesalah pahaman saja." Ucap Amuya, sambil tersenyum kaku.
"Ah baguslah jika kau memaafkanku,sebaiknya kau pergi dari sini." Ucap Permaisuri Kirana dengan dingin.
"Haha baiklah aku akan pergi." Ucap Amuya sambil berjalan melewati Permaisuri Kirana.
Dalam batin Amuya. "Sialan kau Kirana, sambil menggertakkan gigi."
Permaisuri Kirana menatap Amuya dalam batinnya. "Heh lagi-lagi aku menggagalkan niat burukmu itu ya Amuya." Dengan tersenyum sinis.
Bukit dekat hutan
Kichiro segera turun dari punggung burung besar dan memasuki Gua dalam bukit, sambil memapah tubuh Hanna.
Kemudian Kichiro meletakkan tubuh Hanna dekat batu dalam Gua dengan perlahan.
Kichiro segera menyalurkan kekuatan dalam tubuh Hanna, agar tubuhnya merasa baikkan.
Hanna merasa kesakitan dia mengepalkan kedua tangannya.
Beberapa saat kemudian, Hanna membuka matanya, dia menatap Kichiro yang memandangnya.
"Terimakasih, suamiku." Ucap Hanna, Sambil mengangkat tubuh.
Kichiro segera menyentuh tubuh Hanna."
"Hey kau masih sangatlah lemah, aku akan membantumu."
Hanna hanya terdiam.
"Jangan pernah seperti ini lagi! apa kau tau aku mencarimu." Ucap Kichiro dengan perasaan cemas.
"Kau sedang menghawatirkanku? Terimakasih maaf sudah merepotkanmu." Ucap Hanna.
Dalam batin Kichiro. "Gadis ini Mengucapkan kata "Maaf dan terimakasih" kepadaku.
"Hmm aku ini suamimu jelas saja aku khawatir padamu." Ucap Kichiro pada Hanna.
Hanna terdiam lagi.