
"Lantas keadilan apa yang kau inginkan? ucap Kaisar.
Dalam batin Hanna. "Hmhh keadilan apa yang aku inginkan?! Apa kau masih pura-pura bodoh hai Kaisar tentu saja nyawa dibayar dengan nyawa!
"Tentu saja, kebebasan, kenyamanan dan keamanan." Ucap Hanna.
Kaisar menatap Hanna. "Baiklah aku akan memberikannya, mulai hari ini sampai dengan seterusnya jika aku melihat Putri Hanna merasa terusik oleh siapapun aku tidak segan menghukum mereka."
Dalam batin Hanna. "Hmmh kau tidak mengerti kebebasan apa yang ku maksud? Kaisar sebenarnya aku yang terlihat begitu pintar atau kah anda yang begitu polos?
Semua orang sontak terkejut mendengar kesaksian dari Kaisar.
"Terimakasih kalau begitu saya undur diri." Ucap Hanna sambil tersenyum dingin.
"Saya juga ayah." Ucap Kichiro.
"Pergilah." Ucap Kaisar.
Hanna dan Kichiro pergi meninggalkan Istana.
Dalam batin Permaisuri Jian. "Kalau sudah begini aku tidak akan pernah bisa membantumu lagi Ayunian."
Permaisuri Kirana berbicara dalam hati. "Hmm tidak disangka kaisar sungguh berani berkata seperti itu, Hanna bukanlah putri biasa aku dapat mencerna perkataannya barusan, aku yakin saat dia di berikan kebebasan, keamanan dan kenyamanan tidak menutup kemungkinan dia akan menuntut balas pada Kerajaan Yu, bagus Hanna aku di pihakmu." Sambil tersenyum.
Amuya menggigit bibirnya. Dalam batinnya "Sungguh gawat jika aku tidak bisa mengusik Hanna dia selamanya akan tetap berada disisi Pangeran Kichiro, aku sudah sangat senang Zofan mati kupikir akan lebih mudah untuk membunuh hanna tidak di sangka hari ini aku mendapatkan kabar buruk."
Di Luar istana.
Hanna berjalan beriringan dengan Kichiro.
"Terimakasih sudah membantu." Ucap Hanna dengan pandangan cuek.
Kichiro menatap Hanna yang berada disampingnya. "Aku sudah bilang padamu bukan aku akan melindungimu?"
Hanna tanpa memperhatikan Kichiro dan terus berjalan. "Terimakasih."
Dalam batin Kichiro sambil melihat Hanna. "Aku sungguh tidak menyangka menjatuhkan hati pada gadis sepertimu? Gadis yang dingin, angkuh dan bisa dibilang kau tidak berkemanusiaan sekarang aku bingung harus menjauh darimu atau mendekat, dirimu seperti bunga mawar terlihat anggun namun jika ada yang menggenggam maka dia akan terluka oleh durinya."
Kichiro menatap Hanna dalam batin ia terkejut "Pangeran?!.
"Aku lebih suka kau memanggilku dengan sebutan suami." Ucap Kichiro.
Hanna menatap Kichiro. "Baiklah suami."
Sambil berjalan meninggalkan Pangeran Kichiro."
Didalam kamar Hanna.
Yuan berdiri didepan pintu mengkhawatirkan Putri Hanna, tak lama ia melihat Hanna berjalan ingin memasuki kamar.
"Itu tuan putri, kuharap dia bisa lolos dalam masalah ini. Ucap Yuan.
Yanna memasuki kamar dan melihat Yuan yang tengah memandangnya.
"Sejak kapan kau berdiri disini? tanya Hanna.
"Sejak putri pergi menghadap Kaisar, putri apakah anda dalam masalah? Apakah anda terluka?"
Hanna berjalan menuju tempat rias dan duduk di kursi. "Apakah aku terlihat sedang kesulitan?"
Menatap Yuan dengan senyuman.
Yuan menghampiri Hanna "Saya merasa anda sangat senang, apakah anda tidak dalam masalah?"
Hanna menatap Yuan "Yap aku tidak dalam masalah apapun, tapi sebaliknya hari ini adalah hari baik untukku, aku mendapatkan sebuah keuntungan dari Kaisar." Ucap Hanna dengan ternyum licik.
Yuan terkejut tidak percaya. "Benarkah itu ? Anda sungguh luar biasa, apakah Pangeran Kichiro ikut membantu anda?"
Hanna memalingkan wajah dan menatap cermin. "Iya sedikit."