Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Kecemburuan Xiao Chen


Di lihatnya seekor Naga dengan warna keemasan tengah berada didalam air sungai, ekornya yang besar dan panjang itu tengah melilit Pedang Perak milik Pangeran Kichiro, Pangeran nampak sedikit terkejut dan dia dibuat sangat heran, jika dipikirkan lagi Naga dengan warna emas itu, pernah bersama dengan Haruka, namun kali ini Pangeran Kichiro merasa bahwa ada satu hawa yang begitu mencekam dari raut wajah Naga dengan sisik Emas itu.


Haruka yang masih berada dibalik dahan Pohon, nampak begitu sangat dingin dan ekspresi yang ditunjukkannya kepada Xiao Chen, membuat diri Xiao Chen yang melihatnya merasa sangat kesal. Dalam benak Xiao Chen yang terdalam, ia begitu sangat menyesal akan semua perbuatan dimasa lalu yang pernah ia lakukan terhadap Zie, jika pada saat itu ia tidak menolak secara kasar, perasaan Zie yang tulus kepada dirinya mungkin saja saat ini semua akan berbeda, namun nasi sudah menjadi bubur, kini Zie telah tiada dan Zie telah ter-Reikarnasi menjadi seorang wanita yang bernama Haruka.


Saat sebilah Pisau miliknya bergerak mengarah pada dirinya, Xiao Chen dengan segera memiringkan tubuhnya untuk dapat menghindari Pisau yang sudah dikendalikan oleh Haruka dengan menggunakan kekuatan anginnya. Pergerakan dari Pisau yang sangat tajam itu begitu sangat cepat, namun Haruka yang cekatan dengan segera berpindah dari tempatnya saat itu untuk menuju dimana Pangeran Kichiro dan Xiao Chen tengah bertarung. Haruka yang tengah membelakangi tubuh dari Pangeran Kichiro ia segera mengangkat lengan kanannya dan menangkap sebilah Pisau yang melesat ke arah dirinya dengan begitu sangat cepat, bahkan sebelum Pisau itu mengenai tubuh dari Pangeran Kichiro.


Haruka menatap Xiao Chen yang saat itu tengah membelakangi dirinya, kemudian Xiao Chen dengan segera menolehkan sedikit pandangannya ke arah samping kanan, untuk dapat melirik Haruka, sepasang bola mata biru itu, bagaikan sepasang mata elang yang begitu sangat tajam, juga hawa membunuh dari diri Haruka terlihat begitu sangat kental, bagaikan seekora macan yang tengah berdiam sambil terus memperhatikan mangsanya, hingga membuat Xiao Chen tidak dapat berkutik lagi. Satu sisi dia sangat ingin menghabisi nyawa dari orang yang paling Haruka cintai yaitu Pangeran Kichiro, namun disisi lain ia juga tidak ingin jika nantinya Haruka akan sangat membenci dirinya hanya karena Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro yang tengah berhadapan dengan seekor Naga dengan sisik Emas itu, segera ia menolehkan pandangannya ke arah samping kiri, dibelakangnya saat ini tengah berdiri Haruka yang tengah berhadapan dengan Xiao Chen, Pangeran Kichiro merasa sangat bingung dengan semua yang terjadi dengan dirinya, tanda tanya mulai bermunculan didalam benaknya.


"Hm, mengapa pria itu menyerang diriku? Lalu ada hubungan apa antara dia dan Haruka, aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini?" dalam benak Pangeran Kichiro yang terus memandang Naga Emas yang tengah berada dihadapannya itu.


Tanpa berkata apapun dari raut wajah dan sorotan mata Haruka yang menatap Xiao Chen hal itu sudah dapat mengartikan semuanya, Xiao Chen yang masih berdiri sambil membelakangi diri Haruka dengan segera ia membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Haruka yang terlihat begitu sangat mengerikan, sungguh untuk kedua kalinya Xiao Chen melihat ekspresi semacam itu dari Haruka. Entah sebesar apa rasa benci yang sebenarnya Haruka rasakan, namun saat itu ia masih berkata mereka adalah teman, namun saat ini Xiao Chen tidak tau apa arti dari pertemanan mereka yang sesungguhnya.


Sedang dua orang insan yang terlahir dengan bentuk yang berbeda, pertemanan yang sudah mereka jaga selama bertahun lamanya, dengan mudah dapat hancur lantaran sebuah rasa yang tidak dapat disalahkan, yaitu cinta, kesalahan Xiao Chen terdahulu sekarang berimbas dengan dirinya dimasa sekarang, mencintai seorang wanita yang hatinya milik orang lain.


"Berbuat baik dihadapanku, berbuat manis kepada diriku?! Namun, dengan perlahan kau yang nantinya akan menghancurkan diriku, hem sungguh sangat ironi!" Ucap, Haruka dengan raut wajahnya yang terlihat begitu sangat mengerikan.


Haruka mengangkat lengan kirinya, didalam batin ia mengucapkan sebuah jurus untuk dapat membangkitkan kekuatan dari three shadows, kekuatan angin yang telah ia dapatkan dari buku kuno milik Zie, karena Haruka yang mengerti kekuatan Xiao Chen itu bisa dikatakan cukup kuat, maka dari itu Haruka juga mengeluarkan sebuah kekuatan Petir miliknya, dan membangkitan Pedang pusaka. Dilihat dari atas nampak pohon-pohon yang memiliki daun-daun hijau berayun dengan sangat cepat, begitpun juga dengan daun kering yang sudah menguning diatas tanah, tempat Haruka berpijak dengan cepatnya tersapu angin. Pusaran angin yang nampak membentuk sebuah gumpalan kabut berwarna abu gelap, nampak jelas diatas kepala mereka, rona langit yang membiru, berganti menjadi gelap bagai lorong gelap tanpa lentera.


Hawa dingin yang mencekam menusuk pori-pori tubuh, menggetarkan tulang-tulang yang melekat pada tubuh, Pangeran Kichiro yang melihatnya sungguh dibuat begitu sangat terkejut, Saat melihat kekuatan milik Haruka, Pangeran merasa bahwa wanita yang tengah berada dihadapannya begitu serupa dengan Putri Hanna, satu hal yang membuat diri Pangeran semakin yakin bahwa Haruka adalah Putri Hanna yaitu dari Pedang yang ia miliki. Pangeran Kichiro tersenyum tipis saat melihat diri Haruka, ia sungguh merasa bersyukur akhirnya Dewa mempertemukannya dengan wanita yang paling dikasihinya itu.


Xiao Chen merasa terasingkan dari sisi Haruka, dan ia merasa bahwa membuat diri Haruka untuk dapat mencintainya adalah sebuah kemustahilan, ia mencoba untuk menolak semua hal yang tengah berada didepan mata dengan seluruh ambisi. Dan terus berkata bahwa....


"Dia milikku." Dalam benak Xiao Chen yang tengah menatap wajah Haruka.


Xiao Chen melirik ke arah Pangeran Kichiro yang tengah melirik sesekali ke arah Haruka, sambil terus mengarahkan lengan kanannya ke arah Naga Emas milik Xiao Chen, hal itu membuat diri Rong tidak dapat berkutik sedikitpun.


Haruka yang melihat diri Xiao Chen hanya terdiam, dengan segera ia memutarkan Pedang pusakanya dengan cepat terlihat sebuah kilatan setengah melingkar, lengan kanan Haruka yang masih menggenggam sebilah Pisau milik Xiao Chen dengan cepat ia melemparkannya kepada diri Xiao Chen. Saat Haruka ingin berlari dan menyerang Xiao Chen langkahnya terhenti saat tubuh Xiao Chen menghilang dari pandangannya. Pangeran yang hanya tengah membatasi tubuh Naga Emas dengan kekuataannya agar ia tidak dapat bergerak, dikejutkan dengan kehadiran Xiao Chen yang menyerang tubuh Pangeran Kichiro dari arah belakang, Xiao Chen menyentuh pundak Pangeran Kichiro dan membuat dirinya memuntahkan darah dari dalam mulutnya.


"Cukup hebat juga dia." Dalam benak Pangeran yang segera melirik ke arah kekuatan miliknya yang tengah mengurung Naga Emas, dengan perlahan kekuatan Pangeran memudar dan menghilang.