Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Maksud tersembunyi.


Kekuatan dengan sinar berwarna biru itu segera membuat sebuah cincin yang tengah mengitari Pedang pusaka milik Haruka, tampang dari diri Haruka nampak begitu sangat meyakinkan untuk segera menyudahi semuanya, Rong yang tengah menahan serangan dari Haruka tidak ada cara lain selain ia harus menghadapi Wanita itu, kedua kekuatan ketika dilepaskan dari diri Haruka dan juga Rong, ketika itu juga Haruka yang tengah berada dihadapan Rong menghilang dari pandangan dan kini ia tengah berada dibelakang tubuh Rong sambil menendang tubuh Rong dengan kaki kanannya, sehingga Rong terjatuh tersungkur diatas pasir kecokelatan, lalu suara ledakan yang cukup keras karena kekuatan milik Haruka dapat mendorong kekuatan yang yang diberikan oleh Rong.


Haruka menatap tajam diri Rong dengan tatapan yang mengerikan, Rong yang tengah terpingkal, sesak pada dadanya itu disebabkan oleh kekuatan Haruka yang seakan mengoyak tubuhnya. Haruka kemudian segera berbicara kepada diri Rong yang saat itu sudah tidak berdaya.


"Sudah ingin mengakui kekalahan? Untuk apa bertahan lagi Rong, aku rasa Xiao Chen tidak benar-benar membutuhkan dirimu! Hmh, sungguh menyedihkan!" Ucap, Haruka yang segera memutar Pedangnya ke atas langit, tak lama kekuatan benih petir yang ia miliki menggumpal diatas kepalanya.


Rong yang sudah tidak berdaya, terlihat tengah menahan sakit dari serangan yang Haruka berikan kepada dirinya, dia hanya memiliki kekuatan tingkat lima, sedangkan diri Haruka semakin hari kekuatannya semakin meningkat dengan begitu pesat.


"Aku tidak ingin mati sia-sia hanya karena ini, dia bukanlah lawan yang mudah untuk diriku! Xiao Chen kau telah salah memilih diri Haruka sebagai lawanmu!" Dalam benak Rong yang segera mengeluarkan kekuatan seadanya. Perlahan Rong bangkit dari jatuhnya, dia membalikkan tubuhnya sambil menatap diri Haruka yang saat itu sudah sangat bersiap untuk melenyapkan dirinya.


Haruka kemudian menatap tajam diri Rong yang terlihat begitu sangat tidak ingin untuk menyerah.


"Hmh! Bagus, sekarang seranglah diriku, dan tunjukkan kepada Xiao Chen bahwa kau adalah pengikut setianya, yang akan mengikutinya hingga akhir hayatmu!" Ucap, Haruka dengan tatapan dari sepasang Mata yang begitu tajam.


Rong yang melihat diri Haruka dengan sepasang Matanya itu, segera ia berpikir kembali akan semua yang telah dilakukan oleh Wanita itu selama ini, ternyata Haruka juga sama halnya dengan dirinya, ia yang rela mengabdi kepada diri Xiao Chen, sedangkan Haruka yang rela menderita hanya demi seorang kawan, Rong yang melihat kedua Wanita itu dalam pandangannya merasa bahwa ikatan mereka berdua lebih besar dibandingkan pengorbanan apapun.


"Sebelum kita menuntaskan pertarungan ini, aku ingin bertanya kepada dirimu terlebih dahulu, sebenarnya mengapa kau begitu sangat ingin melindungi Kirana?" tanya Rong yang menatap tajam Wajah Haruka.


Haruka yang tengah memutarkan pedangnya yang semula menegadah ke atas langit, kini ia mengangkat lengannya hingga Rong dapat melihat dari kejauhan ujung Pedang runcing milik Haruka tengah berada didepan pandangannya.


"Sederhana saja, aku hanya tidak ingin ia jatuh ditangan seorang pemimpin yang salah!" Ucap, Haruka dengan sorot Mata tajam.


Rong yang mendengar perkataan dari diri Haruka, dengan ungkapan semacam itu, dirinya sudah dapat menyimpulkan bahwa pertemanan bukan hanya sekedar saling mengenal, tetapi juga harus saling melengkapi dan percaya antara satu sama lain.


"Tetapi Kirana telah berkhianat kepada dirimu? Apakah kau masih sangat ingin menemuinya?" ucap, Rong yang semakin memancing dan mengalihkan perhatian Haruka.


Haruka kemudian segera tersenyum tipis dan itu terlihat sangat mengerikan, karena ketika Haruka tersenyum maka ada satu hal yang sebenarnya tengah ia persiapkan.


"Tentu saja, karena aku ingin mendengar hal itu secara langsung dari dirinya, selama aku belum bertemu dengannya dan belum mendengar satu kalimat pun darinya, maka apapun yang kau katakan itu hanya akan aku anggap angin lalu saja!" Ucap, Haruka yang segera berjalan mendekat ke arah Rong.


Rong, melihat langkah Haruka yang begitu pasti, dia menginjak pasir itu dengan kedua telapak kakinya. Sampai pada akhirnya Haruk menghilang dari pandangannya, Rong kemudian menutup kedua Matanya ia merasakan desiran angin yang sangat kuat dari samping kanannya, lalu dengan perasaan yakin Rong memberikan serangan, terlihat Haruka yang tengah berada disamping kanan Rong merasa terkejut ketika Rong dapat mengetahui pergerakkan darinya. Serangan yang Rong berikan berhasil menyukai tubuh Haruka, namun Pedang pusaka milik Haruka juga telah menusuk tubuh Rong dengan sinar dari petir putih yang melilit tubuh Rong dengan sangat kuat.


"Aku pasti akan membayar mahal atas kematianmu Rong, kau memang lebih baik untuk mati." Ucap, Haruka yang segera meninggalkan jasad Rong dan juga Monster besar mengerikan milik Xiao Chen.


°°°°°


Xiao Chen yang melihat hal itu dari telapak tangannya merasa sangat kesal akan kegagalan dari Rong yang tidak dapat memuaskan keinginannya.


"Dasar tidak berguna! Kalian memang pantas untuk mati!" Ucap, Xiao Chen dengan perasaan kesal.


Putri Kirana yang masih terantai diatas tembok besar, dia mendengar ucapan dari Xiao Chen yang saat itu tengah membelakangi dirinya.


"Dasar lelaki tak berhati! Dia yang meminta Rong untuk menghadang Haruka, namun ia sebenarnya sudah mengerti bahwa Haruka tidak dapat dihentikan oleh Naga itu, jadi dia memang berniat untuk melenyapkan diri Rong?! Aku sungguh sangat tidak mengerti dengan Pria gila ini!" Dalam benak Putri Kirana yang tengah menatap tajam tubuh Xiao Chen dari belakang.


Xiao Chen kemudian segera membalikkan tubuhnya untuk dapat menatap Putri Kirana, Putri Kirana yang saat itu masih menatap tubuh Xiao Chen dengan tatapan kebencian membuat diri Xiao Chen merasa terkejut ketika Putri Kirana memperlihatkan sikap dingin dan benci dihadapannya.


"Huh! Apakah kau sangat membenci diriku? Ini semua karena ulahmu sendiri, kau yang sangat sulit untuk aku atur, jika saja kau mematuhi diriku, mungkin keadaannya tidak akan menjadi seperti ini!" Ucap, Xiao Chen yang segera berjalan mendekat ke arah Putri Kirana.


Putri Kirana yang mendengar ucapan dari Xiao Chen, segera ia menjawabnya dengan tampang sinis dan dingin.


"Lebih baik aku mati, daripada aku harus menjadi budakmu!" Ucap, Putri Kirana dengan perasaan marah dalam dirinya.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari diri Putri Kirana segera ia memasang Wajah bengis dihadapan Putri Kirana.


"Hmh! Kau itu sudah tidak dapat berbuat apapun lagi, hei Kirana, jadi lebih baik kau patuh dengan diriku, kita bekerjasama kau membunuh Haruka dan kekasihnya itu, lalu aku akan membuatmu menjadi Wanita paling kuat, jangan naif hei Kirana, kau sebenarnya sangat iri bukan terhadap diri Haruka?!" Ucap, Xiao Chen dengan tampang liciknya.


Putri Kirana yang mendengar ucapan dari Xiao Chen ia merasa bahwa cinta yang dimiliki Xiao Chen kepada diri Haruka telah goyah, jika dipikirkan lagi mengapa Xiao Chen menginginkan diri Haruka terluka? Jika dia mencintainya seharusnya dia meminta kepada Rong untuk membawanya kepada diri Xiao Chen bukan malah memintanya untuk mengalahkan dirinya.


"Mencurigakan, ini bukanlah atas dasar cinta lagi, tetapi Xiao Chen lebih menginginkan untuk menyingkirkan Haruka dari dunia ini, hah?! Mungkinkah ada maksud lain dari Xiao Chen? Mengapa aku baru tersadar sekarang?!" Dalam benak Putri Kirana yang menatap tajam Wajah Xiao Chen.