
Kirana menggenggam Pedang merah dengan sangat erat, tampangnya begitu mengerikan, juga dari cara ia berbicara itu adalah kali kedua Kirana menampakkan sifat murkanya setelah kali pertama tepat disaat Ayahnya dibunuh oleh Kaisar Yu. Kirana segera berlari untuk menghampiri Siluman wanita itu, dengan cepat Kirana menggerakkan Pedangnya untuk menebas kepala dari wanita Siluman itu, Siluman wanita yang melihat hal itu kemudian merasa sangat tercengang saat melihat tatapan dari Kirana yang denga begitu cepat berbeda dari biasanya.
Siluman wanita itu kemudian segera menghadang Pedang Kirana saat ingin melukai tubuhnya, Kirana yang melihatnya kemudian segera menendang wajah dari Siluman wanita itu dengan sangat keras, hingga membekaskan luka pada wajah Siluman wanita itu.
Kirana kemudian melihat Siluman yang terpental karena tendangannya yang memang sangatlah keras, tanpa pikir panjang Kirana segera berjalan untuk menghampiri Siluman wanita itu, tanpa berkata apapun Kirana yang tengah berada dihadapan Siluman wanita itu nampak sangat mengerikan dari raut wajahnya tersimpan sebuah kemarahan yang sudah lama terpendam didalam dirinya. Kirana menatap tajam Siluman wanita itu, Siluman wanita yang saat itu tengah merasa kesakitan kemudian dia segera berjalan maju untuk menghampiri Kirana.
Siluman wanita itu segera mengeluarkan beberapa api panas dihadapan Kirana, untuk menyerang dirinya, namun sayangnya Kirana yang sudah terlihat sangat marah itu tidaklah mudah untuk dikalahkan hanya dengan gumpalan api yang hanya mampu membakar tubuhnya, namun belum tentu dapat membunuh dirinya. Kirana menghalau beberapa serangan yang diberikan oleh Siluman wanita itu.
Hingga membuat dirinya yang melihat hal itu dibuat semakin cemas, kemudian Siluman wanita itu berlari dengan cepat ke arah Kirana yang juga tengah berjalan untuk menghampiri dirinya. Dengan segera Siluman wanita itu mengeluarkan sebuah Pedang yang terbuat dari api keluar dari dalam mulutnya, Kirana yang melihat hal itu segera mengangkat alis kirinya ke atas, Pedang api itu terus menjulur keluar dari dalam mulut Siluman wanita itu tanpa ada putusnya.
Tak lama Pedang api itu menyerang tubuh Kirana dari arah samping segera Kirana yang melihatnya dengan tatapan tajamnya itu, dia menepis Pedang api dan menempelkannya dengan Pedang merah miliknya, Kirana mendorong Siluman wanita itu dengan Pedang merahnya, sekuat tenaga dia sangat ingin Siluman wanita itu terjatuh kedalam lubang api.
Siluman wanita yang melihat hal itu kemudian dia segera menaik kembali Pedang apinya, Kirana agak terkejut karena tubuhnya merasa tidak seimbang, hampir saja dia terjatuh dan mencium api dibawahnya. Kirana kemudian menyeimbangkan tubuhnya untuk dapat berdiri tegak, Kirana menghela nafasnya karena semua sangatlah melelahkan bagi dirinya.
Kirana sedari tadi tidak mengeluarkan kekuatannya hanya berbekal sebuah Pedang yang berada digenggamannya dia sudah sangat yakin mampu mengalahkan Siluman itu. Awalnya Kirana berpikir lawan yang dihadapinya jauh lebih hebat dari dirinya namun ternyata dia hanya terlalu banyak berpikir.
Kirana kemudian segera berlari untuk menghampiri Siluman wanita itu, namun dengan mempertimbangkan semua kemungkinan yang akan terjadi Kirana Harus mengambil peluang dari Siluman itu, Kirana sangat ingin Siluman wanita itu yang akan terlihat konyol dan bodoh dihadapannya, dengan hanya terus memancingnya saja sudah membuat Siluman wanita itu kewalahan menghadapi Kirana. Kirana yang nampak sangat tenang itu bahkan dapat membuat Siluman wanita itu merasa sangat kesal.