
semua orang menatap Hanna, mereka masih menduga-duga bahwa Pemaisuri jian lah dalang di balik semua ini."
"Aku tidak tau akan ada masalah seperti ini." Ucap Kaisar.
Menatap Hanna penuh dengan kebingungan, dalam batinnya "sebenarnya mengapa permaisuri jian berencana untuk membunuh Hanna, jika aku mengusut masalah ini permaisuri jian akan mendapatkan hukuman."
"Lantas dimana mayat Selir Zofan itu berada? Hanna jika kau yang membunuh nya maka kau akan mendapatkan masalah dari keluargamu sendiri." Ucap Pangern Rendra.
menatap Hanna penuh pengertian.
Hanna yang sejak tadi masih berdiri menatap pangeran Rendra "Aku tau tapi aku tidak bersalah dalam hal ini, aku hanya melindungi diri, dan dewa masih menjagaku."
Selir Amuya berdiri sambil menunjuk Hanna "Hanna kau pembunuh! Kau tidak pantas menjadi adikku! Aku tidak menyangka kau menggunakan tipuan ini untuk melindungi diri, aku yakin kau pasti lah memiliki ilmu hitam, kau pasti salah satu pengikut jin hitam, tidak mungkin Zofan dapat terbunuh begitu saja jika bukan karna kau seorang penyihir jahat!!
Kaisar menatap Hanna "Benarkah begitu Hanna?
Hanna berkata "Kaisar sungguh lah lebih pintar di banding kan saya, jika memang benar saya seorang penyihir seharusnya anda dapat melihatnya dalam diri saya, saya sungguh terkesan hanya dengan ucapan seorang wanita anda langsung mempercayainya?
Dalam fikir Permaisuri Kirana sambil menatap Hanna. "Sungguh gadis yang sangat pintar, dia dengan tegas tanpa rasa takut sedikitpun membantah tuduhan Selir Amuya, jika dia memang bersalah pastilah ada rasa khawatiran dalam dirinya, namun dia berkata sangat berani dengan tatapan yang begitu menakutkan aku tidaklah percaya dia sungguh menakjubkan."
Salah seorang pria muda menatap Hanna dengan senyuman pria itu adalah saudara pangeran, dia bernama Aska Xian Yi dalam batin pria itu "Hmm ku fikir akan sangat membosankan tidak menyangka putri hanna ini sungguh luar biasa, dia juga begitu cantik dan sangat pintar jika di bandingkan dengan kaka kedua sungguh pantas tapi lebih pantas jika bersanding denganku, sungguh tidak sia-sia aku datang kemari."
Menatap Hanna begitu dalam dengan senyuman dibibirnya."
Kaisar menatap Hanna "Aku tidak pernah menyangka ada seorang gadis kecil sepertimu mengajari aku, kau fikir aku tidak bisa menilainya sendiri?
Ucap Hanna kepada Kaisar "Hamba sudah menduganya bahwa anda adalah seorang yang terhormat jadi tidak lah mungkin mempercayai sesuatu tanpa mencari tau ke benarannya bukan kah begitu Kaisar.
Hanna menatap tajam membuat seluruh orang istana terkejut.
"Mrngapa aku merasa tatapannya sungguh sangat menakutkan." Dalam benak Kaisar.
Permaisuri Jian menatap Hanna dan dia segera bertanya. "Dengan apa kau membunuhnya?. Sambil menatap Hanna tajam.
Hanna menjawab dengan santai "Dengan kedua tangan ini."
"Hmmh kau fikir tanganmu itu dapat membunuh seseorang? Lelucon macam apa itu?." Bentak Permaisuri.
"Jika bukan dengan tangan lantas dengan apa Permaisuri seseorang dapat membunuh?." Sahut Hanna.
"Sebaiknya kau katakan dengan apa kau membunuhnya? Kau fikir aku percaya dengan ucapanmu itu ? katakan yang sebenarnya? ucap Kaisar dengan tatapan tajam.
"Saya sudah mengatakan nya dengan jujur saya membunuh Selir Zofan dengan kedua tangan saya, apakah kaisar tidak dapat menelaah maksud dari ucapan saya ini?? Jika benar sungguh sangat di sayang kan, selamanya anda akan terus penasaran akan hal ini? Jawab Hanna.