Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
101


Kichiro memandang hanna yang berada di sampingnya.


"Hey, ada kotoran di wajahmu?" ucap Kichiro.


Hanna menatap suaminya yang berbicara pada nya.


"Oh, benar kah dimana?" tanya hanna sambil menyentuh wajahnya.


"Di sini." Ucap Kichiro sambil menunjuk pipi Hanna.


"Oh, bisa kau kau ambilkan?" ucap Hanna sambil menutup kedua matanya.


Kichiro tersenyum memandang istrinya, dia merasa sedikit terkejut pikirnya Hanna yang akan membersihkannya sendiri ternyata tidak di sangka dia mengizinkan Kichiro untuk membersihkan wajahnya.


Kichiro menyentuh pipi Hanna dengan lembut, dia tersenyum dan mengecup kening Hanna.


Hanna segera membuka mata nya "Apa kau sudah menipuku?" ucap, Hanna sambil memandang Kichiro.


Pria itu hanya tersenyum memandang Hanna.


"Apakah salah, jika aku mencium istriku sendiri?" ucap Kichiro memandang Hanna.


"Seharusnya kau bertanya apakah aku berkenan atau tidak." Ucap hanna.


"Baiklah, aku akan mencium mu apakah kau bersedia?" tanya Kichiro sambil tersenyum menatap Hanna.


"Tidak ada pengulangan." Ucap hanna sambil membuang muka.


Hanna menyandarkan tubuhnya ke kasur, segera dia memejamkan matanya.


Kichiro menatap Hanna dia mengelus rambut istrinya dengan lembut.


Dalam batin Hanna "Jangan berjanji jika nantinya kau yang akan mengingkarinya, Kichiro."


Pria itu memeluk erat tubuh istrinya, sambil memejamkan kedua matanya.


"Ku harap suatu hari nanti kau akan mengerti seberapa besar cinta ku padamu, dan kau juga akan membalas perasaanku ini , selamanya kau hanya akan menjadi milikku Hanna. Dalam benak Kichiro.


"Dewa ku mohon jangan biarkan aku jatuh cinta padanya, semua akan menjadi sulit jika itu terjadi, aku bukan lah wanita yang baik untuknya, dia seorang pria yang hebat sedangkan aku hanya seorang dari dunia modern yang terlempar ke Negeri ini hanya di tugaskan untuk membalas kan dendam saja, dan mungkin setelah itu aku pasti akan kembali ke negaraku dan meninggalkannya." Dalam benak Hanna.


Pagi hari di Istana Yu.


Seluruh keluarga yu berada di luar istana untuk melihat Amuya yang akan di pulangkan ke IstanL lin.


"Kaisar, hamba atau kesalahan hamba , namun hamba tidak ingin kembali ke Istana Lin, mohon maaf kan kesalahan hamba ini Kaisar." Ucap Amuya sambil memohon pada Kaisar.


"Aku tau ini adalah sebuah penghinaan untukmu, namun ingat ini hukuman dari kesalahan yang sudah kau perbuat." Ucap Kaisar dengan tegas.


Gadis itu menjatuhkan diri nya ke tanah, dia bersujud di depan sang Kaisar.


"Apakah anda tidak sedikitpun merasa simpatik pada hamba Kaisar, tolong beri hamba kesempatan sekali lagi, hamba berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi, hamba memang lah ceroboh hanya karena cemburu hingga melupakan akal sehat untuk berfikir. Ucap Amuya.


Kichiro yang berada di samping ayah nya menatap Amuya dengan marah.


"Kau ingin kami memberimu kesempatan lagi, dan nanti nya kau juga akan mengulanginya lagi, sudah dua kali kau lakukan itu, apa kau tidak lihat dia adalah isteri sahku, dan kau sudah hampir melukainya. Semalam aku dengar darinya kau datang lagi kekamarnya dengan maksud membunuh, jadi untuk apa aku membiarkan mu tetap berada di sini jika nantinya kau akan melukai orang yang paling aku sayang." Ucap Kichiro dengan tegas.


Hanna menatap dingin ke arah Amuya yang tidak berdaya itu.


Kirana yang berada di samping Permaisuri Jian menatap Kichiro dia tidak menyangka ternyata Kichiro sangat mencintai Hanna.