Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
262


Di dalam sebuah Istana yang begitu sangat megah, dan juga memiliki tembok yang menjulang tinggi itu Putri Kirana tengah terkurung ditempat itu dengan kondisi tubuh yang terlihat sangat tidak baik, tubuhnya terantai bagaikan seekor hewan peliharan, entah apa tujuan dari diri Xiao Chen sebenarnya berbuat seperti itu terhadap dirinya. Tak lama kemudian Putri Kirana mendengar suara langkah kaki yang sepertinya akan ada seseorang yang masuk ke dalam Ruangannya yang saat ini tengah ia tempati itu.


Putri Kirana yang masih menundukkan pandangannya ke arah bawah, seakan tidak ingin melihat siapa akan menemui dirinya itu, Putri Kirana kemudian semakin yakin ketika ia mendengar suara daun pintu yang seakan diputar oleh seseorang, pikirnya mungkin itu adalah Xiao Chen yang akan menemui dirinya.


Ketika pintu terbuka, benar saja ada seorang Pria yang tengah berdiri menatap tajam diri Putri Kirana, Putri Kirana yang masih tertunduk dia kemudian segera menutup sepasang Matanya agar Xiao Chen tidak mengetahui bahwa dirinya telah tersadar. Dengan langkah tertatih Xiao Chen berjalan untuk dapat mendekati diri Putri Kirana, yang saat itu tengah terantai didalam sebuah kamar. Xiao Chen menatap diri Putri Kirana dengan senyum licik dibibirnya, lalu dengan cepat Xiao Chen segera mendekati diri Putri Kirana, yang saat itu tengah tergantung diantara dinding besar, sedangkan dibawahnya terlihat sebuah Kasur dengan Warna merah pekat.


Ketika Xiao Chen telah berada dihadapan Putri Kirana, dengan segera ia berbicara kepada diri Putri Kirana, sambil menatap tubuh Putri Kirana yang saat itu tengah tidak sadarkan diri.


"Di saat seperti ini aku memang sungguh dangat mengandalkan dirimu, jika saja Pria tengik itu tidak mencoba untuk membantu Haruka, aku pasti sudah dapat membawanya pergi bersama dengan diriku, dan pastinya yang tengah aku siksa bukanlah dirimu melainkan dirinya! Ukhuk... Ukhuk...." Ucap, Xiao Chen yang segera menyentuh jantungnya yang terasa begitu amat tersiksa.


Putri Kirana yang mendengar semua ucapan dari Xiao Chen merasa amat bersyukur saat ini yang menggantikan diri Haruka adalah dirinya, meskipun ia merasa begitu sangat bingung dengan Pria yang dimaksud oleh Xiao Chen.


"Syukurlah... Tetapi siapa Pria yang mampu mengalahkan Xiao Chen, bahkan ia mampu membuat diri Xiao Chen menjadi seperti ini? Sungguh dia pasti adalah seorang Pria yang sangat kuat." Dalam benak Putri Kirana yang merasa sangat bersyukur.


Xiao Chen kemudian segera menatap diri Putri Kirana, lalu diri Xiao Chen dengan tiba-tiba berbicara kepada seseorang yang membuat diri Putri Kirana merasa sangat terkejut. Namun, ia tetap memejamkan sepasang Matanya itu.


"Rong... Kemarilah!" Ucap, Xiao Chen yang segera berbicara dengan nada bicara yang begitu sangat lantang.


Tidak perlu waktu lama datanglah seekor Naga dengan sisik emas memasuki Ruangan itu melalui pintu yang terbuka lebar. Rong kemudian segera menggeserkan tubuhnya untuk berada disamping Xiao Chen, Putri Kirana yang merasa sangat penasaran membuat dirinya sedikit membuka matanya untuk dapat melihat siapakah yang tengah Xiao Chen panggil itu. Namun, ketika Putri Kirana berhasil menangkap pandangannya tiba-tiba saja Rong sang Naga emas itu menatap tajam tubuh Putri Kirana, hal itu membuat diri Putri Kirana terkejut dan nampak begitu sangat ketakutan.


"Gawat! Dia melihat diriku!" Dalam benak Putri Kirana yang merasa begitu sangat cemas.


"Untuk apa kau membawanya kemari?" ucap, Rong yang saat itu masih menatap tajam diri Putri Kirana, lalu dengan cepat ia segera mengalihkan pandangannya untuk dapat melihat diri Xiao Chen.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Rong, membuatnya segera menatap tajam diri Putri Kirana sambil tersenyum licik kepada dirinya.


"Aku akan menjadikan dirinya sebagai senjataku, aku ingin membunuh Haruka, tetapi sebelum itu aku menginginkan Kirana membawanya kemari hidup-hidup, akan aku nodai dia, lalu aku akan menyiksanya sampai dia merasakan kehidupan yang begitu sangat menyiksa!" Ucap, Xiao Chen dengan tatapan yang begitu sangat mengerikan.


"Pria ini sudah gila ya! Aku pastikan impianmu itu hanya akan menjadi khayalan, aku yakin jika Dewa mencintai diriku dan Haruka maka kami akan terselamatkan, dan dia akan merestui kami untuk membunuh dirimu Xiao Chen!" Dalam benak Putri Kirana yang masih sepenuhnya sadar akan siapa dirinya yang sebenarnya. Meskipun otaknya sudah dikendalikan oleh Xiao Chen, tapi itu tidak berarti dengan hatinya yang sepenuhnya kendali berada ditangannya.


"Apakah kau yakin? Bukankah kau sangat mencintai Haruka?" ucap, Rong yang segera berbicara kepada diri Xiao Chen.


"Hm itu memang sangat benar, tetapi untuk apa jika aku tidak bisa memilikinya? Jika aku tidak mampu, maka jangan harap siapapun dapat memiliki dirinya!" Ucap, Xiao Chen dengan perasaan kesal.


Rong yang mendengar jawaban dari diri Xiao Chen yang semakin tidak terkendali membuat dirinya dengan segera mencoba untuk dapat menengkan diri Xiao Chen dengan cara mengalihkan pembicaraan.


"Hm, aku lihat lukamu masih belum terlalu pulih, mari aku akan menghantarmu untuk pergi dari tempat ini, kau harus beristirahat, semuanya bisa kita bicarakan nanti." Ucap, Rong yang segera berbicara dengan sedikit tersenyum tipis pada diri Xiao Chen.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Rong, lalu dia segera mematuhi perkataan dari Naga emas itu yang memintanya untuk beristirahat karena tubuhnya memanglah terasa masih begitu sangat sakit.


"Baiklah." Ucap, Xiao Chen yang segera membalikkan tubuhnya untuk dapat keluar dari dalam kamar itu.


Rong yang berada dibelakang tubuh Xiao Chen, lalu dia dengan segera menoleh ke arah belakang untuk dapat melihat Putri Kirana yang saat itu sebenarnya sudah tersadar, Putri Kirana yang mengetahui bahwa Rong yang terlihat tengah melindungi dirinya membuatnya merasa begitu sangat bingung dengan apa yang telah dilakukan oleh Naga emas itu.


"Ada apa dengan Naga itu? Apakah ia berniat untuk melindungi diriku dari Pria gila itu? Entahlah." Dalam benak Putri Kirana.


Tak lama kemudian Xiao Chen dan Rong pergi meninggalkan dirinya, Putri Kirana yang melihat hal itu dengan segera ia mengangkat kepalanya untuk dapat memperhatikan sekitar. Dia tidaklah tau apakah kekuatannya mampu untuk membebaskan dirinya dari cengkeraman Xiao Chen atau tidak, dia pun tidaklah tau apa yang akan dilakukan oleh Xiao Chen nantinya terhadap dirinya dan juga Haruka. Pria itu bagi diri Putri Kirana sudah bagikan Monster yang begitu sangat mengerikan.


"Meskipun kau mampu mengendalikan tubuhku, tetapi itu tidak berlaku dengan hatiku, Xiao Chen aku pasti akan membunuhmu!" Ucap, Putri Kirana dengan perasaan benci.


^°^°^


Sedangkan didalam sebuah Rumah Kayu yang dihuni oleh Norr dan juga Leo, nampak Norr terlihat begitu sangat tidak nyaman, entah apa yang membuatnya begitu. Namun, ia merasa bahwa akan ada masalah besar antara diri Haruka dan juga Putri Kirana. Ia sebenarnya tidak pernah ingin membenci diri Putri Kirana, dia juga sesungguhnya telah mempercayai diri Putri Kirana, jadi meskipun Leo berkata seperti itu terhadap dirinya itu bukanlah satu alasan yang dapat membuat dirinya membenci Putri Kirana, entah mengapa Norr begitu sangat yakin bahwa Putri Kirana bukanlah orang yang semacam itu.