Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Kegundahan Haruka.


Dari balik langit yang sudah mulai membiru, terlihat Mentari yang tampak naik. Hal itu menandakan bahwa hari sudah pagi. Haruka yang tengah terduduk segera menatap ke arah langit biru.


"Hari sudah mulai pagi, baiknya kita segera pergi meninggalkan tempat ini, masalah itu bisa kita bicarakan nanti, saat ini yang terpenting adalah mencari sebuah tempat tinggal paling aman untuk berlindung." Ucap, Haruka dengan perlahan bangkit dari duduknya.


Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka akan bangkit tanpa meminta bantuan darinya, membuatnya merasa khawatir Haruka belum sepenuhnya pulih dari lukanya, dengan sigap Pangeran Kichiro segera meraih tubuh Haruka, ia bermaksud ingin membantu Haruka agar dapat dengan mudah bangkit dari tempatnya.


"Berhati-hatilah, tubuhmu masih belum pulih dengan sempurna, apakah kau tau aku begitu sangat mencemaskan dirimu!" Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah menatap Wajah Haruka.


Perlahan Haruka mengangkat kepalanya untuk dapat melihat Pangeran Kichiro, tak terasa sepasang bola Matanya terlihat begitu dalam memandangi Wajah Pangeran Kichiro. Tatapannya itu bagaikan tengah mengisyaratkan suatu hal yang sangat sulit ia ungkapkan.


"Terima kasih... Terima kasih... Terima kasih... Karena telah membantu diriku untuk menyelamatkan nyawamu. Kini saatnya aku mengakhiri semua permainan ini, karena semua ini akan aku cukupkan sampai disini." Dalam benak Haruka yang tengah memandangi Wajah Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka sedari tadi terus saja melamun ketika memandang Wajahnya, membuat Pangeran Kichiro merasa bahwa ada suatu hal yang tampaknya tengah Haruka sembunyikan dari dirinya.


"Ada apa? Hmm...?" tanya Pangeran Kichiro sambil tersenyum tipis pada Haruka.


Haruka terlihat sangat terkejut dengan perkataan yang Pangeran Kichiro berikan kepada dirinya, hal itu membuatnya dengan segera memalingkan Wajahnya ke arah samping sambil ia menjawab pertanyaan dari Pangeran Kichiro.


"Apakah kau sama sekali tidak memiliki sedikitpun niat untuk kembali ke Istana Yu? Aku rasa Kaisar Yu sangat membutuhkan dirimu saat ini." Ucap, Haruka yang segera menatap langit biru.


"Tidak! Untuk apa aku kembali kepada dirinya?! Dia bukanlah seorang ayah yang baik, lagipula jika aku kembali maka kita akan terpisah lagi, dan aku tidak menginginkan hal semacam itu terjadi lagi kepada diriku!" Ucap, Pangeran Kichiro yang segera memejamkan sepasang Matanya sambil memeluk tubuh Haruka dengan sangat erat.


Haruka semakin tertegun dibuatnya, ke dua lengannya yang tengah berada disamping pinggang segera mengepal dengan kencang, lalu Haruka menghela napasnya, sambil mengangkat lengan kanannya untuk dapat menyentuh punggung Pangeran Kichiro.


"Jangan pergi lagi aku mohon! Siapapun kau... Dari manapun asalmu... Aku akan tetap mencintai dirimu, Haruka... Aku tak tau seberapa banyak rahasia yang telah kau sembunyikan dariku, aku pun tak tau seberapa besar masalahmu, aku hanya ingin kau membagi sedikit lukamu kepadaku! Atau jika kau tak sanggup menanggung semua itu sendirian berikan lah padaku, aku berjanji kepadamu untuk selalu menjaga dirimu, tetapi aku mohon jangan tinggalkan diriku lagi, tetaplah bersama dengan diriku, hmm... Menua denganku, Haruka...." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera melepaskan dekapannya sambil memandangi Wajah Haruka dengan tulus.


Haruka terlihat tak mampu berkata-kata, ia tertegun ketika mendengar perkataan dari Pangeran Kichiro kepadanya, ia merasakan Pangeran Kichiro tengah mengutarakan isi hatinya yang terdalam kepada dirinya.


"Lama tak berjumpa kau terlihat sangat pandai sekali ya merangkai kata-kata manis itu kepadaku? Cukup bicaranya, aku sudah mengerti apa maumu, biarlah waktu yang akan menjawab semua ini. Hmh, hei kalian, kita harus segera pergi meninggalkan tempat ini." Ucap, Haruka yang segera memalingkan Wajahnya untuk dapat menatap diri Norr yang saat itu tengah berada dibelakangnya.


Putri Kirana yang tengah menatap Wajah Norr, tampak terkejut dengan apa yang tengah Haruka katakan. Norr yang tengah berada disamping Putri Kirana dengan cepat ia menjawab perkataan dari Haruka untuk mengikuti Haruka.


"Baiklah." Ucap, Norr, Leo dan juga Putri Kirana yang membalasnya dengan serentak.


Leo yang tengah berada disamping Norr dengan segera ia meninggalkan tempat itu, Wajahnya tampak masam kini dihadapannya tengah ada dua pasangan yang saling mencintai. Namun mereka tengah dirundung masalah.


"Hmh... Sungguh merepotkan, terima kasih Dewa, setidaknya kau membuat ceritaku dalam kehidupan ini tidaklah serumit apa yang tengah mereka rasakan." Dalam benak Leo yang segera berjalan terlebih dahulu.