Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
123


Permaisuri Ayunian memperhatikan pertarungan mereka bertiga dalam benaknya sungguh tidak menyangka Hanna dapat memiliki kekuatan yang kelihatannya cukup besar.


Amuya yang tengah berada disamping ibundanya hanya terdiam sedikit rasa cemas namun dia tetap berpikir bahwa Ayahnya lah yang akan mengalahkan Hanna.


Kaisar Lin mengangkat tangannya keatas langit sehingga telapak tangannya melebar sebuah angin yang berbentuk setengah lingkaran terlihat dari atas.


Itu adalah sebuah kekuatan memanggil beberapa Siluman. Kaisar Lin memang memiliki Siluman yang selama ini selalu bersama dengannya. Namun, itu tidaklah pernah ditunjukkan pada siapapun sungguh tidak disangka Kaisar Lin memanggil Siluman-silumannya hanya untuk menghadapai Hanna.


Hanna melihat keatas dengan pandangan serius dia memperhatikan angin yang cukup besar itu. Norr menatap wajah Hanna yang terlihat sangat serius untuk menghadapi Kaisar dan kawannya.


"Sungguh tidak disangka, Kaisar Lin ternyata sangat ingin menghabisi nyawa Hanna." Dalam benak Norr.


Tak butuh waktu lama datanglah beberapa Siluman dengan berbagai bentuk yang aneh. Saat ini dihadapan mereka sudah berdiri 8 Siluman yang sudah siap untuk menyerang.


Raja Satoru nampak puas dia tidaklah perlu repot-repot untuk menghabisi nyawa Hanna. Pikirnya Hanna tidak akan bisa lolos melawan para Siluman yang kekuatannya sangatlah besar.


"Jika kau ingin menghadapiku maka kalahkan dulu Siluman yang berada dihadapanmu!." Ucap Kaisar Lin dengan tegas.


Hanna sungguh merasa kecewa terhadap Kaisar Lin. Mengingat dalam tubuh Hanna terdapat 2 raga. Hanna yang nampaknya sangat geram segera menggenggam erat pedangnya tanpa berkata sepatah katapun Hanna segera menyerang Siluman yang tengah menunggu untuk dia habisi.


Norr yang merasakan kekecewaan, kemarahan, dan penghianatan yang telah Hanna rasakan.


Hanna segera menyerang Siluman-siluman itu dan saat ini Hanna telah dikepung. Norr yang tidak bisa membiarkan Hanna terluka kemudian dia juga segera mengeluarkan kekuatan yang dia miliki.


Dia menendang wajah Siluman-siluman itu satu persatu lalu mendarat didepan Norr. Hanna mengarahkan pedangnya keatas langit dan memutarkannya hingga terlihat sinar membentuk setengah lingkaran berwarna biru.


Tanpa pikir panjang Hanna mengarahkannya pada Siluman-siluman itu. Iya tak lama Siluman itu lenyap namun Hanna dikejutkan dengan Siluman Naga yang tengah berada dibelakangnya. Hawa panas sangatlah panas Hanna hanya melirik kan matanya ke samping dan menendang tubuh Siluman itu.


Cahaya berwarna merah dengan cepat mengarah pada tubuh Hanna yang tengah melawan Siluman Naga. Hanna yang merasa terkejut juga kesakitan karena tulangnya seperti remuk begitu saja.


Kekuatan itu Kaisar Lin yang melakukannya. Hanna terjatuh kebawah dengan menahan rasa sakit ditubuhnya. Norr yang melihat hal itu segera menghampiri Hanna dengan cepat namun saat dia ingin membantu Hanna dirinya sudah dihadang oleh Raja Satoru yang berada dihadapannya.


"Sial! Ini jebakan!." Dalam benak Norr dengan kesal.


Hanna yang tengah terduduk kemudian menatap sekeliling ternyata dia baru menyadari Kaisar Lin telah menjebaknya. Sungguh pria yang sangat cerdik dalam pertarungan.


"Sungguh menarik! Didalam pertarungan Kaisar sangatlah hebat! Namun dihadapan wanita busuk seperti dia Kaisar terlihat sangat lemah! Hah cinta telah membutakan mu!." Ucap Hanna yang dengan perlahan bangkit dari duduknya lalu membalikkan tubuh untuk menatap Kaisar Lin.


"Kau sudah melakukan kesalahan besar jika kau melawanku!." Ucap Kaisar Lin dengan tegas.


Saat ini Hanna tengah dikepung oleh 8 Siluman dan Kaisar Lin.


"Lebih baik kau mengalah saja! Dan serahkan dirimu dengan mudah!." Ucap Kaisar Lin.


"Menyerah?! Kau bilang menyerah! Sudah sejauh ini lalu aku akan menyerah! Mimpi saja kau Kaisar!." Ucap Hanna dengan pandangan dingin.