Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
212


Masih berada didalam sebuah tempat makan, terlihat Haruka dan Pangeran Kichiro telah usai untuk mengisi perut mereka, setelah merasa sudah bertenaga kembali, Pangeran Kichiro segera berbicara kepada Haruka.


"Mari kita lanjutkan perjalanan, selagi hari masih siang." Ucap, Pangeran Kichiro yang berbicara kepada Haruka.


Haruka yang melihat diri Pangeran Kichiro yang begitu sangat bersemangat untuk berjalan-jalan dengan dirinya, Haruka kemudian segera berbicara kepada Pangeran Kichiro.


"Hm, anda sungguh sangat bersemangat sekali ya, baiklah jika itu keinginan anda, mari." Ucap, Haruka yang segera bangun dari duduknya.


Pangeran Kichiro yang melihat Haruka tidak mempermasalahkan hal itu, membuatnya merasa sangat lega, kemudian saat Haruka tengah berjalan dari arah berlawanan tubuh Haruka ditabrak oleh seseorang denga sangat keras, hal itu membuat dirinya nampak sangat terkejut, selain itu Haruka merasa orang itu menabraknya dengan sengaja, hampir saya ia akan melontarkan ucapan kasar terhadap orang itu, namun dia kembali mengingat dirinya tengah bersama dengan Pangeran Kichiro, jadi Haruka harus bersabar dengan keadaannya saat ini.


Pangeran Kichiro yang melihatnya, nampak sangat kesal kepada seseorang wanita yang terlihat dengan sangat sengaja menabrak tubuh Haruka, untung saja Haruka tidak terjatuh.


"Hei Nona, bisakah kau memperhatikan langkahmu?! Tidak bisakah kau melihat ada seseorang yang tengah berada dihadapanmu!" Ucap, Pangeran Kichiro yang merasa sangat kesal dan tidak terima dengan hal itu.


Haruka yang terkejut segera dia memalingkan wajahnya ke arah belakang, dia sangat tidak menyangka Pangeran Kichiro terlihat sangat marah dengan wanita yang menabraknya itu.


"Sudah Pangeran, aku tak apa." Jawab Haruka yang segera mendekat kepada Pangeran Kichiro.


Wanita yang menabrak tubuh Haruka itu terlihat sangat aneh, saat Haruka memperhatikan wajahnya, dan juga gestur tubuh dari wanita itu, Haruka merasa tubuh wanita itu sudah dikendalikan oleh seseorang, Haruka dapat melihatnya dari cara wanita itu menatap wajahnya. Pangeran Kichiro melihat diri Haruka yang terlihat tidak mempermasalahkan hal itu, dengan segera Pangeran menyentuh lengan kanan Haruka, saat Haruka masih menatap wajah dari wanita yang masih berdiri dihadapannya itu, entah mengapa dia merasa ini adalah permainan dari Xiao Chen.


"Kau benar tak apa?" ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Haruka.


Haruka yang masih memperhatikan wajah dari wanita itu, kemudian dia segera menatap wajah Pangeran Kichiro yang tengah menatap dirinya juga.


"Iya, hm Nona ini pasti tidak ada maksud untuk sengaja menabrak diriku, dia hanya kurang berhati-hati saja, lebih baik kita pergi sekarang juga." Ucap, Haruka yang masih menatap wajah Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Haruka yang tidak mempermasalahkan hal itu hanya dapat terdiam sambil menghela napasnya.


"Baiklah, tetapi kau harus meminta maaf kepada dirinya." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menatap wajah wanita itu.


Wanita yang masih berada dihadapan mereka hanya terdiam sambil menatap wajah Pangeran Kichiro dengan sangat kesal. Haruka yang merasakan kebencian dari sorot mata wanita itu segera ia berbicara kepada Pangeran Kichiro yang saat itu masih berada disampingnya.


"Sudahlah, mungkin saja dia seorang tunawicara maka dari itu ia hanya terdiam, lebih baik kita pergi dari tempat ini tidak ada untungnya kita meminta ia untuk meminta maaf, malah nantinya akan membuat keributan saja disini, kita pergi saja." Ucap, Haruka yang menatap wajah wanita itu dengan tatapan dingin.


Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan Haruka, kemudian dia segera berjalan untuk meninggalkan tempat itu.


"Baiklah, mari." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera tak menghiraukan wanita itu.


Haruka dan Pangeran Kichiro kemudian segera berjalan untuk keluar dari tempat itu, tentunya setelah ia sudah membayar semua makanan yang dipesannya itu, wanita asing itu masih berdiri ditempatnya segera ia mengepalkan lengan kanannya sambil terus menatap diri Haruka dan Pangeran Kichiro yang semakin menjauh dari pandangannya.


"Teganya kau menyebut diriku ini sebagai seseorang yang menderita penyakit bisu! Haruka, bukalah matamu dia hanya seorang Pangeran jika dibandingkan dengan diriku, dia tidak ada apa-apanya!" Dalam benak Xiao Chen yang tengah merasuki tubuh seorang wanita.


Sinar mentari yang tadi terlihat begitu terik kini sudah mulai turun dari tempat tingginya itu, menandakan hari sudah hampir menjelang sore, namun langit masih terlihat begitu cerah, dan lagi mereka masih belum menghabiskan waktu yang masih tersisa.


"Kau akan membawa diriku pergi kemana lagi?" ucap, Haruka yang segera bertanya pada Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro tidak kehabisan akal, dia segera membawa Haruka ke suatu tempat yang pastinya akan membuat diri Haruka tidak akan melupakan hari ini saat tengah bersama dengan Pangeran Kichiro, dan lagi Pangeran sangat ingin menebus rasa bersalahnya karena dia selalu menyimpan rasa curiga terhadap diri Haruka. Pangeran berpikir sejenak kemudian dia menatap sebuah ke arah atas, dilihatnya ada sebuah jembatan yang menghubungkan ke sebuah danau yang terlihat tidak begitu jauh dari tempat mereka saat ini.


"Bagaimana dengan danau?" ucap, Pangeran Kichiro yang segera berbicara kepada Haruka.


"Danau? Hm, apakah kau tau dimana tempat itu?" tanya Haruka yang terlihat sangat penasaran.


Pangeran Kichiro kemudian segera tersenyum tipis pada diri Haruka, setelah itu Pangeran menjawab tanya Haruka.


"Tentu saja." Ucap, Pangeran Kichiro.


"Dimana?" ucap, Haruka yang dibuat semakin penasaran.


Pangeran Kichiro tersenyum menatap diri Haruka yang terlihat begitu sangat penasaran yang dibuatnya.


"Di atas sana." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menunjukkan tempat dimana Danau itu berada.


Haruka kemudian segera menatap arah yang ditunjukkan oleh Pangeran Kichiro, ternyata diatas pasar itu terdapat sebuah jalan yang mengarah pada danau, Haruka kemudian segera menatap ke arah Pangeran Kichiro dengan raut wajah tidak menyangka didalam hati, hanya karena tidak ingin mengakhiri hari ini dengan mudah, Pangeran Kichiro terlihat begitu sangat ingin membuat hari ini menjadi hal yang paling berkesan dalam hidupnya.


"Baiklah, tetapi sepertinya kita harus kembali ke dalam desa lagi, kau lihatkan jembatan itu hanya satu arah." Ucap, Haruka yang memperhatikan jembatan itu.


Pangeran Kichiro kemudian tersenyum tipis pada diri Haruka setelah itu dia segera berbicara kepada Haruka.


"Hm, sepertinya tidak perlu, aku akan membantumu." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.


Haruka yang mendengarnya kemudian dia segera tersenyum tipis tak lama Haruka berbicara kepada Pangeran Kichiro.


"Hm, tidak perlu Pangeran, aku hanya bercanda, kalau begitu mereka yang sampai paling akhir adalah seorang pecundang, dan mereka yang kalah harus mengendong sang pemenang. Ucap, Haruka yang segera meloncat ke atas untuk dapat berdiri di atas jembatan itu.


Pangeran Kichiro terlihat sangat terkejut saat melihat Haruka dengan cepat sudah berada diatas jembatan itu. Pangeran Kichiro terlihat menutup salah satu matanya, dan berpikir Haruka adalah wanita yang cukup licik.


"Hey, aku belum siap." Ucap, Pangeran Kichiro yang masih berada dibawah.


Kemudian dengan segera Pangeran Kichiro meloncat ke atas untuk dapat menyusul Haruka. Setelah dia mendarat dengan sempurna, Pangeran Kichiro segera berbicara kepada Haruka.


"Kau curang." Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Haruka.


Haruka hanya menggelengkan kepalanya, sambil berjalan untuk meninggalkan Pangeran Kichiro, Pangeran Kichiro kemudian segera menghampiri Haruka yang telah mendahului dirinya itu, dengan segera Pangeran Kichiro menghentikan langkah Haruka dengan berdiri sambil membelakangi tubuh Haruka.


"Naiklah kepunggungku, aku akan menggendongmu untuk sampai di Danau itu, jaraknya cukup jauh, kau pasti akan lelah." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera melirik ke arah Haruka.


Haruka yang melihatnya nampak sangat terkejut, kemudian Haruka segera berjalan untuk mendahului Pangeran Kichiro sambil berbicara kepada dirinya.


"Tidak, aku hanya bercanda saja, cepat bangun." Ucap, Haruka yang tengah berjalan disamping Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro kemudian segera menangkap lengan kanan Haruka, lalu Pangeran berbicara kepada Haruka sambil menatap wajahnya, Haruka yang terkejut karena lengannya tengah digenggam oleh Pangeran Kichiro.


"Tak apa ini adalah keinginanku sendiri, menolak niat baik dari seseorang bukanlah hal yang bagus bukan?" ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Haruka.


Haruka terlihat sangat terkejut dengan ucapan dari Pangeran Kichiro. Dia kemudian segera menjawab ucapan dari Pangeran dengan suara yang terdengar sangat tegas.


"Baiklah." Ucap, Haruka yang menyetujui permintaan dari Pangeran Kichiro.