
Amuya segera meninggalkan ruangan Kaisar Lin dengan perasaan marah dia terus menundukkan kepalanya. Raja Satoru yang melihat nya dari luar begitu sangat penasaran apa yang tengah terjadi pada keluarga itu.
"Kaisar, Aku ingin menyampaikan bahwa aku sudah menemukan tempat berburu yang sangat bagus, disana kita bisa mendapatkan hewan-hewan liar yang sangat banyak, juga sangat menguntungkan untuk kita." Ucap Raja Satoru.
Kaisar Lin menatap kawannya itu dengan secepat mungkin mengeluarkan ekspresi senang kepada Raja Satoru.
Raja Satoru sedikit melirik Permaisuri Ayunian yang tengah memikirkan sesuatu. Kemudian tak lama Kaisar Lin mengagetkan Isterinya dengan memanggil namanya berulang kali.
Permaisuri Ayunian terkejut dia segera menatap Kaisar dengan agak panik.
"Ah, iya ada apa Kaisar?" ucap Permaisuri Ayunian.
"Sedari tadi kau di panggil oleh Raja Satoru, dan kau hanya terdiam saja?!." Ucap Kaisar Lin dengan marah.
Permaisuri Ayunian sedikit menggigit bibir bawahnya dan segera dia menatap Raja Satoru yang berada di hadapannya itu.
"Ah, Maaf saya tidak mendengarkan anda Raja Satoru." Ucap Permaisuri Ayunian dengan panik.
"Tidak masalah buatku, jika Permaisuri Ayunian sedang merasa kurang sehat, bukankah sebaiknya anda beristirahat?" ucap Raja Satoru dengan perhatian.
Permaisuri Ayunian terlihat sangat panik namun dia mencoba untuk tetap tenang dan memikirkan semuanya dengan baik.
"Benar sekali apa yang anda katakan Raja, kalau begitu saya pamit Kaisar." Ucap Permaisuri Ayunian dengan lembut.
Kaisar Lin menatap Isteri nya dengan pandangan tidak perduli. Kaisar sangat mereka kecewa terhadap Permaisuri yang ternyata berkelakuan tidak adil kepada Hanna.
"Sungguh tidak di sangka ternyata aku telah menikahi seorang wanita iblis." Dalam benak Kaisar Lin.
Saat Permaisuri Ayunian keluar dari ruangannya Kaisar menatap Raja Satoru yang tengah berada di hadapannya.
"Itu tidak lah masalah buatku Kaisar." Ucap Satoru dengan senang.
"Hmmm, jika saja aku tidak membuka kenangan masa lalu milik Ayunian secara diam diam mungkin saja aku tidak akan pernah tau apa yang sedang di sembunyikannya, sekarang aku sudah mengetahui seluruh rahasiamu, hmm kau akan bertekuk lutut di kakiku Ayunian!." Dalam benak Satoru.
***
Di dalam kediaman Yu.
Hari itu Kaisar dan para pangeran tengah pergi ke Kuil Dewa untuk meminta petunjuk. Karena Kaisar merasa beberapa hari ini tubuh nya merasa tidak enak dengan ditemani kedua putranya Kaisar pergi menuju Kuil Dewa.
Sebelum keberangkatan ke Kuil di mulai Kichiro menemui Hanna yang tengah berada didalam kamar.
Pria itu berjalan perlahan dan memasuki kamar Hanna, dia melihat Isterinya tengah menatap pemandangan dari balik jendela kamar.
"Aku akan pergi, kau harus baik-baik saja disini." Ucap Kichiro sambil memeluk tubuh Hanna dengan erat.
Hanna yang sedikit terkejut segera memalingkan wajah dan menatap Kichiro yang tengah berada di belakang nya itu.
"Iya, pergilah." Ucap Hanna dengan lembut.
Kichiro mulai berfikir seperti nya hari ini Hanna nampak berbeda sekali dengan hari hari lalu. Tatapannya terlihat lembut, juga suaranya yang terdengar sangat Manis.
"Apa kau masih marah terhadap ku?" ucap Kichiro.
"Tidak." Ucap Hanna sambil memandang wajah Kichiro yang berada di belakangnya.
Kemudian Kichiro tersenyum manis saat memandang wajah Hanna kemudian pria itu mendekat kan wajahnya dengan lembut dia mencium bibir Hanna yang merah itu.