Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Rencana Licik Kaisar Yu.


Semakin didekatinya sinar itu lalu ia mencpba untuk mendekati untuk mengetahui benda apa yang dapat mengeluarkan sebuah sinar yang begitu sangat terang itu.


Namun, nampaknya Kaisar Yu kesulitan untuk dapat mendekati benda itu, karena sinar yang ia pancarkan membuat dirinya kesulitan untuk melihat dengan jelas. Kaisar yang merasa sangat tidak sabaran itu kemudian dia mengeluarkan kekuatannya untuk ia gunakan agar membuat sinar itu melemah bahkan ia berharap sinar itu dapat menghilang.


"Tidak ada cara lain, aku harus membuat sinar itu padam, hm benar." Dalam benak Kaisar Yu yang saat itu tengah menyipitkan sepasang matanya lalu dengan segera ia mengeluarkan sebuah kekuatan yang saat itu masih tersisa.


Saat kekuatan Kaisar Yu mulai menyentuh sinar kemerahan itu, segera benda yang tengah memancarkan cahaya kemerahan itu seakan berbalik menyerang diri Kaisar, dan seolah dia sangat tidak ingin diganggu oleh siapapun.


Kaisar Yu merasa begitu sangat terkejut saat sinar itu mendekat dan melebar ke arah dirinya dengan sangat cepat, saat itu juga diri Kaisar Yu terpental cukup jauh dari hadapan sinar itu, sampai-sampai tubuhnya mampu terseret keluar dari dalam goa. Sungguh itu adalah hal yang membuat dirinya merasa sangat tercengang, seketika tubuhnya bergetar. Namun tidak dapat disangkal bahwa rasa keingintahuan darinya itu membuat diri Kaisar Yu terbilang cukup nekat dalam melakukan hal berbahaya yang mungkin akan membahayakan dirinya.


"Tidak... Aku tidak boleh menyerah begitu saja, aku harus melihat benda apa itu, benar." Ucap, Kaisar Yu yang segera bangkit dengan perlahan untuk dapat kembali berdiri dengan tegak, sekali lagi Kaisar Yu segera mengelurkan kekuatannya untuk dapat melihat benda apa yang telah melawan dirinya itu.


Wusss....


Wusss....


Seketika angin ditempat itu berhembus dengan sangat cepat, membuat diri Kaisar nampak begitu sangat kebingungan dengan apa yang telah terjadi, seharusnya dia tidak perlu bermain-main dengan tempat magis itu, hal itu kemudian segera Kaisar Yu hilangkan dalam pikirannya, dugaan-dugaan tentang semua hal buruk itu ia sirnakan begitu saja, seakan angin dimalam hari itu adalah sebuah pertanda kemenangan untuk dirinya.


Kaisar Yu kemudian segera berjalan untuk dapat masuk kembali ke dalam goa itu, lalu saat sudah bertatap muka dengan sinar yang sangat terang itu, dengan segera Kaisar Yu, mengeluarkan kekuatannya untuk dapat mengalahkan benda yang telah melawannya itu. Saat kekuatan itu segera ia berikan tak lama kemudian mereka saling beradu terlihat kedua kekuatan salam bertabrakan sedang bergulat untuk dapat mengalahkan satu sama lain, Kaisar Yu mencoba untuk dapat mengerahkan semua kekuatan yang masih tersisa.


Lalu, dengan perlahan kekuatan yang dipancarkan oleh benda itu memudar dengan perlahan, lalu Kaisar Yu akhirnya dapat melihat dengan jelas benda apa yang telah memancarkan sinar yang begitu terang itu. Saat matanya telah terbuka dengan lebar, pandangannya pun tak lagi buram, kini ia dapat melihat sebuah telur yang cukup besar tengah berada didalam sangkar burung yang sangat besar, telur itu begitu sangat cantik dengan warna ke emasan. Kaisar Yu sungguh dibuat tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat didepan matanya ia telah mendapatkan sebuah keuntungan yang sangat luar biasa bagi dirinya.


"Hahaha... Aku berhasil." Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan yang begitu sangat senang.


Dengan segera Kaisar Yu mencoba untuk merusak sangkar besar itu agar ia dapat membawa telur emas itu bersama dengan dirinya. Saat Kaisar Yu mencoba untuk dapat merusak sangkar itu tiba-tiba dari dalam sangkar terlihat sepasang mata merah merekah, yang membuat diri Kaisar dibuat terkejut bukan main, namun sayangnya Kaisar Yu tidak dapat melihat sepasang mata dari siapakah itu. Saat Kaisar Yu merasa sangat gugup kemudian dia kembali mundur ke arah belakang ia merasakan aura yang lebih kuat diatas dirinya, hingga membuat dirinya terpakasa mengurungkan niat untuk merusak sangkar itu dan mengambil telur emas itu.


Saat Kaisar Yu tengah membalikkan tubuh dan berjalan untuk dapat keluar dari tempat itu, segera langkahnya terhenti dengan suara berat dari seorang Pria yang tengah berbicara kepada dirinya.


"Setelah kau mengusik diriku, dengan tenangnya kau ingin pergi meninggalkan tempat ini! Kembali, atau aku akan membunuhmu!" Ucap, dari Pria dengan suara beratnya itu.


"Bagus, akhirnya kau dapat memberanikan dirimu untuk menatap diriku." Ucap, Pria itu dengan tatapan licik dan sinisnya terhadap Kaisar Yu.


Kaisar Yu yang melihat sikap dari Pria itu ia merasa bahwa telur itu adalah miliknya, kemudian dari arah belakang Kaisar Yu, terlihat sinar merah yang terlihat begitu sangat mengerikan, Kaisar Yu yang merasakan sebuah kejanggalan dengan segera ia menolehkan kepalanya ke arah belakang, dilihatnya seorang Wanita yang begitu sangat cantik dengan sepasang mata merah merekah tengah menatap dirinya dengan sangat tajam. Kaisar Yu kemudian mulai menyadari mereka adalah sepasang suami istri, dan telur itu adalah buah cinta mereka.


"Matilah aku!" Dalam benak Kaisar Yu dengan perasaan gugup dan cemas.


Dengan segera Kaisar Yu bersimpuh dihadapan Wanita itu dengan terus merendahkan kepalanya untuk dapat memohon ampun atas kelancangannya itu.


"Saya mengaku salah, saya tidaklah tau jika sinar itu berasal dari sebuah telur emas milikmu, saya hanya berusaha untuk menyelamatkan diri saja, saya mohon ampuni diri saya." Ucap, Kaisar Yu yang terlihat begitu sangat ketakutan.


Wanita itu ternyata adalah Ratu elang emas, segera ia melirik ke arah telurnya yang saat itu terlihat masih baik-baik saja. Dengan suara yang terdengar begitu sangat dingin, dan mengerikan itu Ratu Elang emas segera berbicara pada diri Kaisar yang saat itu tengah bersujud dibawah kakinya.


"Kau berniat untuk mengambil anakku bukan?! Kau tidak berniat untuk menyelamatkan dirimu sendiri?! Semua sudah terbaca dengan sangat jelas, ingin mati dengan cara yang seperti apa? Menyakitkan dan itu akan berkesan, atau menyenangkan namun itu akan merugikan?" ucap, Ratu Elang emas dengan tatapan sinisnya kepada Kaisar Yu.


Kaisar Yu yang mendengar penawaran dari Ratu Elang membuat dirinya merasa sangat terkejut dan semakin takut, ia tidaklah ingin mati dengan sia-sia, itu tidak boleh terjadi kepada dirinya. Lalu dengan segera Kaisar Yu berbicara kembali kepada Ratu Elang emas yang saat itu masih berada dihadapannya.


"Kau adalah Ratu yang sangat agung, aku sejak kecil selalu mengagung-agungkan dirimu, meskipun banyak orang yang tidak pernah menganggap dirimu ada, mereka menganggap dirimu hanyalah legenda yang tidak akan pernah menjadi nyata. Namun, malam ini aku dapat bertatap muka dengan dirimu, aku meminta maaf atas kelancanganku ini, aku berjanji akan bersedia untuk mengabdikan diriku padamu, tetapi aku mohon kasihanilah diriku." Ucap, Kaisar Yu dengan nada bicara yang bergetar, seakan ia memanglah takut untuk mati ditangan Ratu Elang.


Ratu Elang emas yang melihatnya, kemudian dia segera terdiam sejenak saat mendengar perkataan dari diri Kaisar, ia tau dan sangat paham sekali Pria yang tengah bersujud dihadapannya adalah seorang Kaisar yang sangat diagung-agungkan banyak orang. Namun, Ratu Elang emas merasa sangat tidak menyangka dengan pengakuan dari Kaisar Yu, mereka adalah dua golongan yang berbeda Ratu Elang emas adalah seorang Siluman yang tidak pernah menampakkan diri dihadapan orang banyak, dia selalu tinggal didalam Pegunungan untuk dapat mengasingkan diri dari keramaian.


"Baiklah, aku akan memaafkan dirimu, tetapi dengan satu syarat selamanya kau harus mengabdi kepada diriku!" Ucap, Ratu Elang dengan tatapan tajamnya itu.


Kaisar Yu yang tidak dapat menolak hanya bisa menerima nasibnya untuk menjadi seorang pengikut setia Ratu Siluman Elang itu. Karena sudah tidak memiliki sandaran Kaisar Yu akhirnya menjadikan Ratu Elang untuk dijadikan sandarannya.


Kaisar Yu tersenyum puas, dia sebenarnya telah menyusun sebuah rencana besar untuk dapat bangkit kembali, dengan perantara Ratu Elang.