
"Hm, jadi kau bukanlah Hanna?" "Baguslah dengan begini Kichiro tidak akan pernah bisa bertemu dengan Istrinya lagi." Ucap Kirana yang memperhatikan wajah Haruka.
Haruka agak terkejut kemudian dia segera menoleh kearah Kirana dengan wajah dinginnya.
"Hm, kita sudah berakhir, mungkin saat ini dia sudah sangat membenci Hanna. Jadi tidaklah mungkin dia masih menyimpan rasa cintanya." Balas Haruka sambil membuang muka.
Kirana tersenyum tipis memandang wajah Haruka, yang nampak tengah menyimpan sebuah kesedihan.
"Apa kau menyukainya, Haru?" tanya Kirana.
Haruka langsung terkejut mendengar ucapan Kirana, yang berbicara begitu terhadap dirinya.
"Apa kau bercanda?" elak Haruka yang segera menoleh kearah Kirana, lalu Kirana hanya tersenyum tipis saat mendengar jawaban dari Haruka.
"Aku harap rasa cintamu itu segera kau buang jauh-jauh, Haruka." Dalam benak Kirana.
Didalam Istana Yu.
Terlihat Pangeran Kichiro tengah termenung didalam ruang kerjanya, sinar lampu putih menerangi tempat itu, nampak wajah lesu tak bersemangat darinya. Diatas meja kayu, terlihat secarik kertas dengan sebuah pena. Tangan kanannya mulai bekerja mencoret kertas putih itu dengan tinta hitam yang mewarnainya. Kata demi kata dia torehkan kedalam kertas putih polos tanpa pola. Suara Burung Hantu yang tengah berdiri tegap diatas pohon besar, terdengar jelas sampai kedalam ruangan Pangeran Kichiro. Kemudian dia menatap kertas putih yang sudah terisi dengan beberapa bait kata, disampingnya nampak sosok seorang wanita yang sangatlah cantik dan manis.
"Hanna, apa benar kau telah melupakanku?" "Harus kau tau satu hal, sampai kapanpun aku akan tetap menunggumu kembali padaku, walaupun itu harus kutunggu, sampai detik terakhir nafas ini." Ucap Pangeran Kichiro dengan wajah sendunya.
Gubuk didalam Hutan.
"Kau hebat, kau masih mampu bersinar tanpa adanya bintang, tetapi kau terlihat sepi tanpa hadirnya ribuan bintang yang menemani." Ucap Haruka.
Tak lama Norr keluar dari dalam kamarnya, dia melihat pintu yang terbuka dan lagi, dia tidak melihat Haruka di kursinya. Segeralah Norr berjalan keluar dan benar saja dia melihat Haruka yang tengah menatap langit malam.
"Ternyata, kau juga sangat menyukai Bulan." Ucap Norr dengan segera dia berjalan untuk menghampiri Haruka.
"Hmm, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Norr yang berdiri disamping Haruka sambil menatap wajahnya.
"Hmm, tidak ada." Ucap Haruka yang agak terkejut, sambil menoleh kearah Norr dengan tatapan dinginnya.
"Kau tengah rindu seseorang?" "Hmm, Kichiro?" ucap Norr yang segera menambah pertanyaannya.
Haruka terlihat sangatlah malas meladeni Norr, dengan segera dia berbalik dan berjalan untuk meninggalkan Norr sendirian diluar.
"Ada apa Haruka?" ucap Norr yang kemudian membalikkan tubuhnya untuk menatap Haruka.
Tak lama Harukapun menghentikan langkahnya.
"Aku dan dia sudah berakhir, jangan pernah kau ucapkan lagi nama itu dihadapanku." ucap Haruka yang kemudian dia segera pergi meninggalkan Norr sendirian.
Norr menatap Haruka yang terlihat begitu sangat kesepian tanpa adanya sosok Kichiro disampingnya.