
Norr dan Leo menatap Hanna dan Kichiro yang sedang berjalan menuju mereka.
"Hanna kau sudah baikkan?" tanya Norr.
"Apakah Kichiro ini benar-benar menyembuhkanmu?" tanya Leo.
Hanna menatap kedua hewan itu."
"Bisa kalian lihat sekarang, aku sudah tidak apa." Ucap Hanna.
Kichiro yang memapah tubuh Hanna dan menatap wajahnya.
"Jangan pernah menghadapi kesulitan sendirian, dan semalam mengapa kau pergi begitu saja?! Jika tadi pagi aku tidak bertemu Yuan mungkin aku tidak akan tau kau tidak ada di Istana, dan ingat ya jika kau merasakan ketidak nyamanan atau apapun cepat katakan padaku, apa kau mengerti!" ucap Kichiro.
Hanna menatap Kichiro yang mengkhawatirkankannya.
"Iya iya, mengapa kau begitu cerewet padaku?" ucap Hanna.
"Hey kau masih berani menyebutku cerewet, dasar tidak punya hati." Ucap Kichiro dengan kesal.
"Hmm baiklah aku akan mengatakannya padamu, dan semalam aku tidak ada niat untuk bertarung namun karna aku di serang duluan tidak ada alasan ku menghindar." Ucap Hanna.
"Hmm baguslah, kau itu begitu nekat!" ucap Kichiro.
"Hah, sudahlah mau sampai kapan kau memarahiku seperti ini? Aku kan sudah mengaku salah padamu." Ucap Hanna kesal.
"Kau pantas di hukum." Ucap Kichiro.
"Teganya kau, aku sudah sakit begini masih saja akan kau hukum." Ucap Hanna dengan terkejut.
Kichiro menatap wajah Hanna dia kemudian berjalan dan menaiki tubuh Norr.
"Jika tidak ingin di hukum, jadilah wanita yang lembut." Ucap Kichiro.
"Heh jika kau tidak menyukaiku yang seperti ini, yasudah." Ucap Hanna kesal.
"Siapa bilang tidak suka." Ucap Kichiro.
"Lalu?" ucap Hanna.
"Aku sangat suka padamu." Jawab Kichiro.
Hanna terkejut jantungnya berdegug cukup kencang. Hanna segera memalingkan wajahnya.
Tanpa di sadari Norr dan Leo masih berada di sana, dalam batin Leo dengan kesal. "Heh bisakah kalian mengumbar kemesraan di kamar saja."
Dalam batin Norr kesal. "Sungguh malang nasibku hari ini."
"Jadi kalian mau kuantar ke Istana atau tidak?!" ucap Norr.
Hanna dan Kichiro menatap Norr.
"Obat nyamuk?" Ucap Kichiro sambil menatap Hanna bingung.
"maafkanlah aku ini Pak Tua." Ucap Hanma dengan meledek.
"Hey siapa yang kau panggil Pak Tua!" ucap Norr dengan tampang wajah kesal.
"Ah maaf." Ucal Hanna sambil menahan tawa.
"Tidak lucu Hanna." Ucap Leo.
"Upss maaf, karna tubuh ku sudah agak membaik tolong antarkan kami ke Istana." Ucap Hanna.
"Baik."
Norr segera membawa Hanna dan Kichiro menuju Istana, Leo mengikuti dari belakang, sesampainya di atap kamar Hanna.
Hanna menatap Kichiro. "Aku akan masuk lewat jendela."
Kichiro dalam batinnya. "Dia bahkan tidak ingin orang lain tau identitas aslinya, mungkin jika dia menunjukan identitasnya semua orang di istana ini akan tunduk padanya."
"Baiklah aku juga." Ucap Kichiro.
"Sekarang lepaskan aku." Ucap Hanna.
"Tidak." Ucap Kichiro.
"Hah, kau mau masuk sambil menggendongku seperti ini? Kau fikir tubuhmu itu seperti anak kucing apa?" ucap Hanna.
"Berisik!"
Segera membuka kaca jendela dan meloncat masuk.
"Kau lihat, aku tidak merusak kacamu itu, berarti tubuh ku ini memang kecil." Ucap Kichiro.
Hanna menatap Kichiro dengan satu alis terangkat. "Cepat turunkan aku."
Kichiro berjalan ke kasur, dan menoleh Norr dan Leo. "Kalian pergi saja, terimakasih sudah membantu."
"Iya tidak masalah." Ucap keduanya.
Mereka segera meninggalkan Hanna dan Kichiro."
Kichiro meletakkan tubuh Hanna ke kasur.
"Kau masih belum pulih, jadi jangan pergi kemanapun, kau faham." Ucap Kichiro.
"Iya." Jawab Hanna.