Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Goa Petaka


Sedangkan di Istana milik Xiao Chen, nampak ia tengah terdiam, sambil menunjukkan raut wajah kesalnya terhadap kejadian yang telah terjadi pada hari itu, dalam diamnya Xiao Chen berbisik didalam hati ia berkata bahwa selamanya Haruka adalah miliknya, namun entah mengapa dirinya tak mampu untuk membunuh Pangeran Kichiro, seperti ada sesuatu yang tengah membentengi diri Pangeran, sehingga membuat dirinya tak kuasa untuk menyerang Pangeran Kichiro.


Rong, Naga Emas milik Xiao Chen itu hanya terdiam sambil memperhatikan diri Xiao Chen yang terlihat begitu sangat menyedihkan, tak ada kata yang bisa ia ucapkan, tak mungkin mulut itu terbuka dan bersuara sambil melontarkan kata yang pastinya tidak akan pernah bisa diterima oleh Xiao Chen. Rong, hanya mampu menunjukkan sikap prihatinnya terhadap Xiao Chen.


Sedangkan sebuah tempat yang jauh dari keramaian penduduk, juga dari pepohonan yang mampu menutupi teriknya sinar dari Matahari yang begitu sangat panas, terlihat Pangeran Rendra yang tengah berjalan menyusuri jalan setapak, dengan dipenuhi bebatuan yang cukup terjal, Pangeran Rendra sungguh merasa amat kecewa, terhadap sikap dari Kaisar Yu, dia menabur kebohongan yang membuat Pangeran Rendra merasa dirinya bagaikan daun yang terlepas dari dahannya, sampai terombang-ambing besarnya angin yang membawanya pergi.


"Mengapa aku sangat bodoh sekali, bertahun lamanya Kaisar Yu telah memperlihatkan tipu dayanya, dan aku hanya seperti anak bayi yang mudah untuk dibohongi, ia yang seperti telah menyuguhkan madu yang begitu manis. Namun, tak lupa ia juga membawa belenggu untuk memasung diriku." Ucap, Pangeran Rendra yang terlihat begitu sangat kecewa terhadap Kaisar Yu.


Pangeran yang tengah berjalan entah kemana ia akan pergi namun, kini dirinya merasa bahwa kali ini tidak ada satu orangpun yang dapat memerintahnya lagi. Setelah beberapa ia melangkahkan kaki diatas jalan yang dipenuhi bebatuan, pandangannya kemudian tertuju pada sebuah goa yang tidak terlalu jauh dari tempatnya bepijak saat itu. Pangeran Rendra merasa sangat bersyukur akhirnya ia menemukan tempat untuk berteduh, setelah sekian lama ia membiarkan tubuhnya terpapar oleh panasnya terik Matahari.


Tanpa pikir panjang lagi Pangeran Rendra segera berjalan untuk dapat menghampiri goa yang dilihat oleh sepasang matanya itu, saat sudah berada didepan mulut goa yang terlihat dari beranda begitu sangat besar dan gelap, namun dari luar sana Pangeran Rendra dapat mendengar suara gemericik air, sungguh hal itu membuat diri Pangeran Rendra merasa sangat senang, teringat hari itu ia belum mengisi perutnya dengan apapun.


Pangeran Rendra kemudian segera berjalan untuk memasuki goa itu tanpa rasa curiga sedikitpun, karena dirinya yang sudah merasa sangat lelah juga haus dan lapar.


Saat sudah berada didalam goa itu, Pangeran Rendra disuguhkan dengan tetesan air yang mengalir dari atas dinding goa, air itu sungguh sangat jernih hingga membuat dirinya seakan terhipnotis akan kejernihan dari mata air itu. Pangeran Rendra bahwa Dewa telah melihat dirinya, dan berbelas kasih terhadap dirinya.


Pangeran Rendra kemudian menghampiri air yang terus menetes dari atas dinding goa, sedangkan dibawahnya Pangeran Rendra melihat sebuah kolam berisikan air yang begitu sangat jernih sekali. Pangeran Rendra kemudian memutuskan untuk sekedar menghilangkan penat ditempat itu, sambil memikirkan harus kemana lagi ia pergi? Saat ia sudah merasa bingung, dan juga tenaganya cukup terkuras.


Pangeran Rendra kemudian mengambil air dari dalam kolam yang cukup dalam itu, dengan menengadahkan kedua lengannya, ia meminum air yang dirasanya begitu sangat menyegarkan, akhirnya dia dapat membasahi kerongkongannya dengan air yang begitu sangat dingin saat mengaliri tubuh Pangeran Rendra.


Tak lama kemudian Pangeran Rendra segera menyandarkan tubuhnya dibelakang batu yang cukup besar, karena sangking kelelahannya Pangeran Rendra tidak sadar bahwa sepasang matanya itu, sudah hampir tertutup hingga menyisakan sedikit celah dari penglihatannya, namun apa ada rasa kantuk itu tak dapat ia lawan, dengan perlahan pandangan Pangeran Rendra mulai kabur, sampai pada akhirnya ia terpejam.


Suara tetesan air yang memasuki kawanan air yang sudah membuat sebuah kolam itu, menghasilkan suara yang terndegar sangat merdu untuk penghantar tidur, suasana sunyi itu membuat tidur Pangeran Rendra semakin lelap, namun beberapa saat kemudian terdengar suara tapakkan kaki dari seseorang yang terlihat berjalan untuk memasuki goa itu.


Perlahan-lahan wanita itu mengangkat lengan kanannya, kemudian dia menyentuh wajah dari Pangeran Rendra yang saat itu masih tertidur sangat lelap, wanita itu tersenyum saat tengah menyentuh wajah Pangeran Rendra yang terlihat sangat tampan saat ia tengah kelelahan.


"Sungguh tampan sekali, haha pujuk dicinta ulangpun tiba, haha sekarang kau milikku, tampan." Ucap, wanita itu yang terus mengelus wajah Pangeran Rendra.


Tetapi, saat wanita itu yang masih menatap wajah Pangeran Rendra dengan perasaannya yang begitu sangat senang, dengan tiba-tiba ia dikejutkan saat lengan kanannya yang tengah menyentuh wajah Pangeran Rendra dicengkeram oleh jari-jemari milik Pangeran Rendra dengan sangat kuat. Hingga membuat dirinya merasa sangat terkejut dan merasa sangat kesakitan. Dengan perlahan Pangeran Rendra segera membuka matanya, dan menatap wajah dari wanita itu dengan tatapan tajam, mematikan.


"Ah, lepaskan." Ucap, Wanita itu yang merasa sangat kesakitan.


"Setelah sekian lama tidak pernah terlihat dibeberapa episode, sekalinya terlihat aku harus diganggu oleh Siluman Wanita seperti dirimu, jangan sentuh tubuhku!" Ucap, Pangeran Rendra dengan sorotan mata yang telihat begitu sangat mengerikan itu.


Wanita itu yang tekejut akan sikap dari Pangeran Rendra yang begitu sangat kasar terhadap dirinya, membuatnya tidak segan untuk menunjukkan dirinya yang sebenarnya dihadapan Pangeran Rendra.


"Huh, galak sekali! Baiklah jika kau sangat menginginkan aku berbuat kasar terhadap dirimu, maka jangan salahkan diriku jika aku akan melukai dirimu, tenang saja luka yang nanti aku berikan tidak sakit kok, hanya seperti saat kau digigit semut saja." Ucap, Siluman Wanita itu dengan tersenyum tipis pada Pangeran Rendra.


Pangeran Rendra yang melihat raut wajah dari Wanita Siluman itu membuatnya merasa sangat jijik juga geram, tanpa berkata apapun Pangeran Rendra segera mengelurkan kekuatan miliknya, sinar berwarna merah tak lama terlihat memenuhi pergelangan tangan Siluman Wanita itu, dengan raut wajah terkejut Siluman itu segera menarik lengannya yang tengah digenggam oleh Pangeran Rendra dengan sangat erat itu.


"Lepaskan, kau melukai lenganku yang putih dan mulus ini! Kau bisa merusaknya!" Ucap, Siluman Wanita itu dengan terus mencoba melepaskan lengannya dari cengkeraman Pangeran Rendra.


Pangeran Rendra yang merasa sangat tidak suka akan kehadiran dari Siluman itu, membuatnya dengan kasar menendang perut dari Siluman Wanita itu dengan sangat kuat, sehingga membuat Siluman itu terdorong ke arah belakang sambil menahan rasa sakit pada perutnya.