
Putri Kirana yang melihat hal itu merasa sangat tidak enak hati, dengan suara kelasnya Putri Kirana memanggil nama Pangeran Rendra ia terlihat begitu sangat ingin melihat Pria itu.
"Pangeran, emh... Suamiku Rendra... Maaf, maafkan diriku yang telah berpaling ke lain hati, aku mohon ampuni aku." Ucap, Putri Kirana yang saat itu tengah menatap tubuh Pangeran Rendra sambil sedikit mengangkat kepalanya.
Norr yang tengah menyalurkan kekuatannya untuk dapat memulihkan kondisi Putri Kirana dan juga Haruka, hanya terdiam sambil sedikit melirik kan kedua bola Matanya ke arah belakang. Pangeran Rendra yang saat itu tengah berjalan untuk dapat menjauhi tempat itu, merasa sangat terkejut dengan apa yang tengah diucapkan oleh Putri Kirana kepada dirinya, kedua telapak tangannya mengepal dengan sangat erat, kemudian dia menghentikan langkahnya, sambil memalingkan Wajahnya ke arah Putri Kirana, Dengan cepat Pangeran Rendra menyembunyikan rasa sakit dalam hatinya dengan senyuman manis yang dia berikan untuk Putri Kirana.
"Untuk apa meminta maaf, ini sudah menjadi keputusanmu, kau berhak memilih jalan yang kau inginkan, kita tidak pernah saling mencintai, bukan? Untuk apa kau bersikap seperti orang yang telah melakukan sebuah kesalahan besar?" ucap, Pangeran Rendra yang tengah menatap Wajah Putri Kirana dengan terus tersenyum manis.
Putri Kirana yang mendengar hal itu entah mengapa hatinya merasa sangat sakit, dalam benaknya Putri Kirana bersuara.
"Benarkah itu, benarkah tidak ada secercah rasa cinta dalam dirimu? Baguslah dengan begini aku tidak melukai perasaanmu bukan, Rendra...! Aku sudah menduganya, aku tidak perlu merasa bersalah lagi, tetapi mengapa hatiku sangat sakit ketika ia berkata seperti itu padaku?" Dalam benak Putri Kirana yang tengah memandangi Wajah Pangeran Rendra.
"Haha... Kau memang benar, kita tidak pernah saling mencintai." Ucap, Putri Kirana dengan sedikit tersenyum kaku dihadapan Pangeran Rendra.
"Kirana, mulai saat ini kau bukan lagi Istriku, kau lebih pantas dengan Pria hmh... Lemah seperti dia, lihatlah kalian itu pasangan yang sudah ditakdirkan oleh Dewa untuk bersatu." Ucap, Pangeran Rendra yang segera memalingkan tubuhnya untuk dapat pergi meninggalkan tempat itu.
Haruka yang tengah menatap diri Pangeran Rendra hanya terdiam, ia sebenarnya begitu sangat paham dengan apa yang sebenarnya Pangeran Rendra tengah rasakan.
"Rendra, sekarang baru terasa bukan, jika cinta itu jangan pernah kau sembunyikan, karena ketika dia sudah pergi, rasa sakit itu baru akan terasa, dan kau akan mengerti bahwa orang yang kau benci ternyata adalah orang yang paling kau sayangi." Dalam benak Haruka.
Putri Kirana tampak sangat tidak menyangka pada akhirnya Pangeran Rendra akan melepaskan dirinya, itu adalah hal yang sangat ia dambakan sejak dahulu, tetapi... Saat ini rasanya menjadi sangat berbeda ketika kalimat itu dapat keluar dari mulut Pangeran Rendra.
"Mungkin aku salah telah menyia-nyiakan Wanita seperti dirimu, tetapi aku sangat beruntung pernah menjadi bagian dalam hidupmu, kau tidak akan pernah terganti, Kirana... Aku mohon bahagia lah." Dalam benak Pangeran Rendra yang segera melanjutkan langkahnya untuk dapat meninggalkan tempat itu.
Pangeran Kichiro yang baru saja kembali, terlihat sangat terkejut ketika melihat Istana Xiao Chen kini telah menjadi tumpukan bangunan yang hancur, dengan panik Pangeran Kichiro segera mencari keberadaan dari Haruka, Pangeran Kichiro berjalan dengan sangat tergesa, ia berharap semoga Haruka dalam kondisi baik-baik saja.