Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Meninggalkan Hutan.


Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari diri Haruka yang terdengar begitu sangat sinis kepada dirinya, ia mulai berpikir bahwa Wanita itu setia terhadap dirinya. Tetapi hal itu tidak langsung membuat diri Pangeran memberikan identitasnya yang sebenarnya kepada diri Haruka, Pangeran Kichiro selain ingin mengetahui apakah Haruka setia terhadap dirinya, ia juga sangat ingin membantu diri Haruka ketika tertimpa masalah. Karena biar bagaimanapun juga selama ini dirinya tidak pernah sekalipun masuk ke dalam dunia Haruka yang begitu penuh dengan tantangan, karena Haruka selalu menyembunyikan semuanya dari dirinya.


"Aku pernah membantu dirimu sekali, lantas mengapa kau sangat tidak ingin membantu diriku?" tanya Pangeran Kichiro dengan terus menatap Wajah Haruka.


Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran Kichiro yang tengah menyamar itu lalu dengan segera Haruka berbicara kepada diri Pangeran.


"Aku bahkan tidak pernah memintamu untuk membantu diriku, lantas mengapa kau menanyakan hal semacam itu kepada diriku?" ucap, Haruka dengan sorot dari sepasang Matanya yang terlihat begitu sangat tajam ketika menatap Wajah Pangeran.


Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari diri Haruka, lalu dengan segera ia membalas ucapan Haruka dengan sedikit tersenyum tipis kepada dirinya.


"Bukankah membantu sesama adalah sebuah kewajiban?" ucap, Pangeran Kichiro yang masih memperhatikan Wajah Haruka.


Haruka yang mendengar ucapan dari diri Pangeran Kichiro, segera ia menghela napasnya, lalu ia pun terlihat tengah memikirkan ucapan dari Pangeran Kichiro, dengan perlahan Haruka segera mengulurkan tangan kanannya untuk dapat diraih oleh Pangeran Kichiro. Pangeran Kichiro yang melihat uluran tangan itu lalu dengan segera ia meraih lengan kanan Haruka dengan mengangkat lengan kirinya yang tengah berada disamping tubuhnya. Haruka dengan cepat menarik tubuh Pangeran Kichiro untuk dapat berdiri diatas dahan yang sama, namun ketika Haruka tengah menarik tubuh Pangeran Kichiro ternyata tubuh Pria itu sangat berat, sehingga membuat tubuhnya terdorong sampai ia menyentuh salah satu batang pohon yang cukup besar yang berada dibelakangnya, dan Pangeran Kichiro saat itu tengah berdiri dihadapan Haruka dengan jarak yang begitu sangat dekat antara satu sama lain. Bahkan ujung hidung mancung mereka hampir bersentuhan. Haruka yang saat itu tidak memperhatikan hal itu, lalu dengan segera ia menatap ke arah depan dilihatnya Wajah Pangeran Kichiro begitu sangat dekat dengan dirinya. Dan tanpa ia sadari ternyata Pangeran Kichiro tengah menatap Wajahnya dengan waktu yang cukup lama.


"Mundur!" Ucap, Haruka yang segera mendorong tubuh Pangeran Kichiro untuk dapat menjauh dari dirinya.


Ketika Pangeran Kichiro telah berada tidak cukup jauh dari hadapan Haruka, dengan segera ia berbicara kepada diri Haruka.


"Hmm... Kita akan pergi kemana, Nona?" tanya Pangeran Kichiro yang saat itu tengah berada dihadapan Haruka sambil terus memperhatikan Wajahnya.


Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran Kichiro, segera ia menjawab pertanyaan dari diri Pangeran yang saat itu masih tengah menyamar.


"Ikuti saja langkahku, tidak perlu banyak bicara." Ucap, Haruka dengan tegas, lalu segera ia meloncat ke arah bawah untuk dapat memijakkan kakinya diatas rumput hijau yang halus.


Pangeran Kichiro yang melihat ke arah Haruka dengan segera ia mengikuti diri Haruka yang saat itu sudah berada dibawah. Ketika Pangeran Kichiro sudah berdiri disamping Haruka, Haruka sedikit melirik ke arah samping kirinya untuk dapat memperhatikan diri Pangeran. Lalu, dengan cepat Haruka segera berjalan untuk dapat melanjutkan langkahnya. Mereka kemudian berjalan terus untuk menyusuri hutan.


Sedangkan didalam Hutan, terlihat Norr tengah berdiri didepan Rumah Kayu, ia nampak tengah menunggu seseorang. Pandangannya begitu sangat serius, lalu dengan segera Norr menatap ke atas langit biru yang saat itu terlihat begitu sangat cerah.


"Xiao Chen! Dasar pengganggu! Aku tidak akan pernah melepaskan dirimu, jika nanti aku berhasil menemukan dirimu!" Ucap, Norr dengan perasaan kesal sambil mengepalkan kedua telapak tangannya yang saat itu tengah berada disamping pinggang.


Tak lama kemudian datanglah Leo yang baru saja kembali dari dalam sungai, ia berjalan dari balik pepohonan yang cukup besar, ketika Leo tengah berjalan untuk dapat kembali ke dalam Rumah Kayu, segera ia menatap diri Norr yang tengah berdiri didepan Rumah Kayu, tak lama kemudian Leo yang tengah berada dibalik pepohonan itu, menatap curiga diri Norr, karena nampaknya Pria itu tengah memikirkan suatu hal yang sepertinya begitu sangat penting. Leo segera berjalan dengan cepat untuk dapat mendekat ke arah Norr, ketika ia sudah semakin dekat dengan diri Norr, Norr yang saat itu tengah menatap langit biru, dengan cepat pandangannya beralih untuk dapat menatap diri Leo yang sudah kembali dari dalam sungai.


Leo menatap tajam Wajah Norr, begitupun juga sebaliknya, Leo kemudian semakin yakin bahwa Norr tengah membawa sesuatu yang akan segera ia sampaikan kepada dirinya.


"Ada apa Norr? Dimana Haruka?" tanya Leo yang saat itu sudah berada dihadapan Norr.


Norr yang mendengar pertanyaan dari diri Leo, segera ia menjawabnya dengan tegas.


"Kita harus berjaga ditempat ini, Haruka mencurigai Xiao Chen, ia berpikir bahwa Pria itulah yang tengah berada dibalik semua ini, dan saat ini Haruka tengah mencari keberadaan dari Xiao Chen, juga Putri Kirana." Ucap, Norr dengan nada bicara yang terdengar begitu sangat tegas dihadapan Leo.


Leo yang mendengar ucapan dari diri Norr, segera ia menunjukkan raut Wajah yang terlihat begitu sangat tersentak dengan apa yang telah ia dengar dari diri Norr.


"Apa?! Jadi benar semua dugaanku ini, bahwa Putri Kirana ikut campur tangan dengan masalah Xiao Chen?! Hemh! Sudah seharusnya kita memang tidak pernah mencoba untuk mempercayai Wanita itu!" Ucap, Leo dengan perasaan kesal dan marahnya dengan kabar yang ia dengar.


Norr yang mendengar perkataan dari Leo, yang terlihat begitu sangat tidak terima dengan semua yang telah terjadi, membuat dirinya juga tak mampu untuk membela diri Putri Kirana lagi, karena saat ini dia pun juga tidak tau harus berbuat seperti apa, entah ia harus membela Putri Kirana, atau ia harus menyudutkannya.


"Sudahlah, yang merasa terbohongi bukan hanya dirimu saja, tetapi kita semua, terlebih lagi Haruka, aku sungguh tidak dapat membayangkan bagaimana jika apa yang aku takutkan itu benar terjadi, mungkin yang akan merasa begitu sangat terbohongi adalah diri Haruka, semoga saja ini hanya sebuah kesalah pahaman." Ucap, Norr dengan tatapan dari sepasang Matanya yang nampak begitu sangat tajam ketika menatap diri Leo.


Leo yang mendengar ucapan dari Norr, ia hanya terdiam tanpa berkata apapun lagi kepada diri Norr. Namun, didalam benaknya Leo merasa begitu sangat marah, tidak dapat dipungkiri dia adalah Harimau pemarah, semua yang ia dengar dengan segera langsung ia simpulkan dengan begitu cepat. Tetapi meskipun seperti itu, ia telah meletakkan kepercayaannya kepada diri Haruka, Norr dan juga Kirana. Namun kini kepercayaannya telah dirusak begitu saja oleh diri Kirana, karena ulah dari Xiao Chen yang begitu sangat licik dan berambisi besar dalam suatu hal, hingga ia sudah melupakan sifat kemanusiaannya.