
Didalam Istana Yu.
Setelah beberapa hari telah berlalu, Putri Kirana yang pergi menghilang begitu saja tak tau dimana jejaknya, Hanna yang menjadi pelaku utama pembunuhan Permaisuri Jian yang sampai saat ini masih belum ditemukan sampai saat itu juga.
Para penjaga Istana Yu sibuk berjaga, bahkan Kaisar Yu sampai membuat sebuah pengakuan kepada seluruh penduduk jika mereka berhasil menemukan Putri Hanna dan membawanya ke Istana Yu maka orang itu akan mendapatkan imbalan yang sangat besar.
Kaisar Yu yang tengah duduk di kursinya, terlihat tengah termenung sedih.
Tak Lama Pangeran Kichiro dan kakanya memasuki ruangan Kaisar, kedua putranya menatap Kaisar Yu yang tengah bersedih dengan raut wajah mereka yang terlihat iba.
"Ayah, hari ini kami akan mencari keberadaan Hanna dan Kirana, mohon ayah mengizinkan kami untuk pergi." Ucap Pangeran Rendra kepada Kaisar.
Kaisar Yu yang terkejut segera menoleh ke arah anak-anaknya itu.
"Istana Lin sudah hancur, Hanna tidak mungkin bersembunyi di sana. Dia bukanlah seseorang yang mudah untuk dihadapai." Ucap Kaisar Yu.
Kichiro menatap wajah Kaisar Yu, yang terlihat sangat menginginkan nyawa Hanna.
"Ayah tidak perlu khawatir, kami bisa diandalkan." Ucap Kichiro.
Kaisar Yu menatap Putranya Kichiro dan Rendra dengan bibir tersenyum.
"Ayah tau itu, balaskan dendam ibumu." Ucap Kaisar Yu.
"Baik, ayah." Ucap mereka serentak.
Setelah memberi hormat, segeralah kedua Pangeran itu pergi meninggalkan ruangan Kaisar Yu.
Diluar Istana Yu.
"Apa kau rela untuk membunuh Hanna?!" tanya Pangeran Rendra dengan sedikit melirik Pangeran Kichiro yang berada disamping kanannya.
Kichiro yang mendengar ucapan dari kakanya, hanya terdiam kemudian dia mengepalkan kedua tangannya yang berada di pinggang.
"Menurutmu?!" ucap Kichiro yang menatap kakanya dengan pandangan dingin.
Begitu melihat ekspresi dari Kichiro, Pangeran Rendra agak terkejut.
Tak lama Pangeran Rendra menganggukkan kepalanya. Dan mulai melangkahkan kakinya lagi.
**
Didalam sebuah Hutan.
Terlihat Norr dan Leo tengah mencari keberadaan Haruka. Saat Norr tengah menyusuri hutan mereka dikejutkan dengan suara patahan ranting pohon yang terinjak. Dengan cepat keduanya segera menghentikan langkah mereka, dan menatap ke arah suara itu.
Dengan pandangan waspada keduanya menatap tajam sebuah pohon yang cukup tinggi dam besar. Tak lama terlihatlah sebuah kain yang panjang hampir menyentuh tanah berwarna ungu, Leo menatap seorang gadis cantik tengah memperhatikan Leo dan Norr.
"Dia....?" ucap Norr lirih sambil menatap gadis itu.
Norr masih menatapnya dengan pandangan penuh curiga. Jelas saja dia adalah Istri dari Pangeran Rendra yaitu Permaisuri Kirana.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini, Nona?" tanya Norr dengan curiga.
"Maaf Tuan, saya hanya sedang mencari obat-obatan. Tidak ada maksud saya untuk mengusik anda." Ucap Permaisuri Kirana.
"Jika tidak salah, bukankah anda ini adalah Permaisuri dari Pangeran Rendra?" ucap Norr yang menatap wajah Kirana.
Putri Kirana terlihat sangat terkejut saat Norr sudah mengetahui identitasnya.
"A.... Aku...." Ucap Kirana dengan gugup.
Norr dan Leo yang merasa ada yang tidak beres telah terjadi pada Putri Kirana.
"Ada apa, Nona?" tanya Norr lagi.
"Siapa kalian sebenarnya?! Untuk apa kalian bertanya itu padaku?!" ucap Kirana dengan tegas.
"Maaf, tapi kami adalah teman Hanna. Sudah beberapa hari ini kami mencari keberadaan Hanna, namun sampai saat ini kami belum juga menemukannya." Ucap Norr yang menjelaskan.
"Apa?!" Hanna menghilang?!" bagaimana bisa itu terjadi?!" ucap Kirana yang tidak percaya.