
Kembali ke dalam Hutan.
Terlihat Haruka yang tengah termenung dalam ingatannya, ia seperti tengah memikirkan suatu hal yang menurutnya sangat sulit untuk dapat ia percaya dan terima begitu saja. Lalu tak lama kemudian datanglah Pangeran Kichiro dari dalam Kamar, ia menatap diri Haruka yang tengah terduduk diatas kursi yang terbuat dari kayu itu, tampaknya Wanita itu tengah merisaukan suatu hal yang tidak ia ketahui, dengan perlahan Pangeran Kichiro segera mendekat ke arah Haruka untuk dapat berada disamping dirinya.
Haruka saat itu masih belum menyadari kedatangan dari diri Pangeran, lalu tak lama kemudian dia dikejutkan dengan suara dari Pangeran Kichiro serta belaian lembut dari lengan kiri Pria itu yang mengusap rambut panjangnya yang terurai itu.
"Ternyata kau?!" Ucap, Haruka yang dengan segera ia memalingkan pandangannya untuk dapat menatap diri Pangeran Kichiro yang saat itu tengah berada disampingnya.
Pangeran Kichiro yang melihat reaksi dari diri Haruka, Wanita itu nampak begitu terkejut akan kehadirannya membuatnya semakin berpikir bahwa Haruka tengah memikirkan suatu hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.
"Memikirkan Putri Kirana?" ucap, Pangeran Kichiro dengan tatapan lembut dihadapan Haruka.
Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran, ia hanya terdiam lalu dengan segera ia menganggukkan kepalanya, Pangeran Kichiro yang melihat hal itu lalu dengan segera ia berbicara lagi terhadap diri Haruka.
"Jika kau masih tidak yakin akan semuanya, mengapa tidak kau bertanya langsung kepada dirinya? Aku lihat kalian sudah sangat begitu dekat?" ucap, Pangeran Kichiro yang masih memandangi Wajah Haruka.
Haruka yang mendengar perkataan dari Pangeran Kichiro, membuatnya baru menyadari bahwa itu adalah jalan terbaik daripada harus terus menerka apa yang telah terjadi dan membuat semua yang sudah dibangun menjadi hancur berantakan, tidak ada salahnya menanyakan hal itu secara langsung terhadap diri Putri Kirana.
"Kau benar, mengapa tidak terpikirkan oleh diriku sedari awal, kalau begitu aku akan pergi untuk mencari Putri Kirana, dan kau tetap disini, apakah kau mengerti?" ucap, Haruka dengan tatapan tegasnya.
Pangeran Kichiro yang mendengar hal itu dari diri Haruka membuatnya merasa begitu sangat kesal, karena Haruka tidak pernah meminta dirinya untuk mengikuti kemana ia akan pergi.
"Tetapi...." Ucap, Pangeran Kichiro yang belum sempat melanjutkan perkataannya.
Haruka yang melihat raut Wajah dari Pangeran yang terlihat begitu sangat kesal, dengan segera ia menutup bibir Pangeran Kichiro dengan lengan kanannya.
"Pssst... Sudah, tidak ada tapi, mengertilah sedikit, aku hanya tidak ingin kau masuk ke dalam sebuah permasalahan yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu." Ucap, Haruka dengan tatapan yang terlihat begitu sangat tajam.
Pangeran Kichiro yang melihatnya hanya dapat terdiam saat ia melihat diri Haruka yang sudah seperti itu, lalu dengan perlahan Pangeran Kichiro menggenggam lengan kanan Haruka untuk dapat ia jauhkan dari bibirnya.
"Hm... Baiklah, tetapi kau harus selalu ingat untuk terus menjaga dirimu baik-baik, disaat aku tidak berada disamping dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah menatap Wajah Haruka dengan tatapan yang begitu sangat serius itu.
Haruka yang melihat raut Wajah dari Pangeran Kichiro yang terlihat begitu sangat mencemaskan dirinya, membuatnya hanya dapat tersenyum tipis merespon sikap yang ditunjukkan oleh diri Pangeran Kichiro kepada dirinya.
"Baiklah, kalau begitu hari ini juga aku harus pergi untuk dapat bertemu dengan Putri Kirana, hmm... Mungkin saja saat ini dia telah kembali ke dalam Rumah Kayu untuk bersama dengan Norr juga Leo, aku ingin mengakhiri semua ini, jika ini hanyalah sebuah kesalahpahaman sungguh berdosanya diriku telah berpikir buruk tentang dirinya." Ucap, Haruka yang terlihat begitu sangat yakin akan keputusannya saat itu.
Pangeran Kichiro yang melihatnya hanya mampu tersenyum, tanpa bisa ia menolaknya, karena itu adalah sebuah keinginan dirinya, Pangeran Kichiro tidak akan pernah melarang apa yang ingin Haruka lakukan, karena Pangeran Kichiro tau betul bahwa Haruka adalah Wanitanya yang sangat cerdik.
Haruka yang melihat hal itu dengan segera ia berbicara lagi terhadap diri Pangeran Kichiro.
"Hm, tapi ingat untuk tetap disini jangan pernah pergi kemanapun, dimalam hari kau harus mengenakan pakaian yang hangat, saat ini kau tengah berada didalam Hutan, jika kau lapar kau bisa mencari beberapa makanan disekitar tempat ini saja, aku tidak memperbolehkan dirimu untuk masuk Hutan terlalu dalam, jika kau sakit maka aku sudah menyiapkan beberapa obat-obatan, jangan kau tekan dengan tenaga dalam yang kau miliki itu lagi, apa kau mengerti." Ucap, Haruka yang saat itu tengah bangkit dari duduknya, terlihat dia tengah berjalan untuk dapat masuk ke dalam kamar Pangeran Kichiro.
"Di sini, aku meletakkan obat-obatannya." Ucap, Haruka yang menunjuk sebuah laci kecil disamping tempat tidur Pangeran.
Pangeran Kichiro yang masih duduk diatas kursi kayu hanya dapat mendengar suara dari diri Haruka.
"Kichiro! Kemari!" Ucap, Haruka dengan segera ia menoleh ke arah diri Pangeran yang saat itu masih tengah terduduk diatas kursi.
Pangeran Kichiro nampak begitu sangat tersentak ketika Haruka terlihat begitu sangat garang terhadap dirinya, lalu dengan segera Pangeran Kichiro bangkit dari duduknya, perlahan ia melangkahkan kakinya untuk dapat mendekati diri Haruka, ketika sudah berada didalam kamar, Pangeran Kichiro melihat diri Haruka yang saat itu tengah merapikan tempat tidurnya, yang sebenarnya itu sudah sangat rapi bagi diri Pangeran.
"Aku merapikan kembali tempat tidur yang nantinya akan kau kenakan, karena kau tidak tau jika saja ada serangga yang tengah bersemayam didalam celah kamarmu ini, terlebih lagi tempat ini tidak pernah terurus, bagaimana jika ada serangga ditempat serapi ini? Oh, iya pakaian hangat aku sudah letakkan didalam lemari, obat-obatan aku masukkan ke dalam laci kayu ini, sebenarnya aku masih menyimpan beberapa buah didapur, tetapi aku tidak tau apakah buah itu sanggup untuk menjadi persediaanmu beberapa hari, aku tidak ingin kau pergi masuk ke dalam hutan dengan terlalu dalam, apa kau mengerti?!" Ucap, Haruka yang segera menatap Wajah Pangeran Kichiro dengan tatapan tajam.
Pangeran yang melihat sikap Haruka yang menurutnya begitu sangat berlebihan membuatnya dengan segera berbicara kepada diri Haruka.
"Haruka, apakah ini tidak terlalu berlebihan? Kau memperlakukan diriku sudah seperti anak yang baru berusia 10 tahun." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tersenyum kaku kepada diri Haruka.
Haruka yang baru tersadar akan sikap dirinya yang begitu sangat mengkhawatirkan diri Pangeran, membuatnya dengan segera memutar bola Matanya ke arah samping kanan. Pangeran Kichiro kemudian segera mendekat ke arah Haruka lalu dengan perlahan Pangeran Kichiro segera mengusap rambut Haruka dengan sangat lembut.
"Tidak apa, aku sangat suka dengan dirimu yang seperti ini, tetapi aku berharap kau pergi tidak untuk waktu yang lama." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera mengangkat dagu Haruka dengan lengan kanannya.
Haruka yang melihat diri Pangeran begitu sangat dekat dengan dirinya, segera ia membalas ucapan dari diri Pangeran yang ditujukan kepada dirinya itu.
"Aku tidak tau, berapa lama aku akan pergi meninggalkan dirimu, karena aku tidak akan pernah tau seberapa rumit sebenarnya masalah ini?" ucap, Haruka yang tengah menatap Wajah Pangeran Kichiro dengan sepasang Matanya itu.
Pangeran Kichiro yang mendengar jawaban dari Haruka, lalu dia dengan segera tersenyum tipis pada Wanita itu, hal itu membuat diri Haruka merasa sedikit bingung dengan sikap dari Pangeran, dia yang selalu saja tersenyum menatap dirinya.
"Apa kau tidak bosan untuk terus tersenyum seperti itu kepada diriku?" ucap, Haruka dengan tatapan tegasnya.
Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Haruka lalu ia segera membalas perkataan dari Wanita itu.
"Tidak akan pernah." Ucap, Pangeran Kichiro dengan segera ia menutup mata kanannya dihadapan Haruka.
Haruka yang melihat hal itu dalam benaknya ia merasa sangat bersyukur karena Dewa telah menghadirkan seorang Pria yang begitu sangat lembut kepada dirinya, hal itu tidak secara langsung telah mengubah kepribadian Haruka menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pangeran Kichiro yang melihat Haruka yang sedikit tersenyum ketika menatap Wajahnya membuat dirinya dengan perlahan merendahkan kepalanya, Haruka hanya terdiam lalu dengan perlahan ia segera menutup sepasang Matanya, degup jantung Haruka terdengar begitu sangat kencang, meskipun Pangeran Kichiro sudah beberapa kali mencium dirinya. Namun, tidak dapat dipungkiri rasa gugup dalam dirinya tidak pernah bisa ia elakkan.