
Entah apa yang terjadi Hanna tidak mampu mendorong tubuh Kichiro. Nafas terasa sesak di dada. Perlahan mata keduanya terpejam Hanna tidak bisa membedakan antara kecupan dan ciuman dia. Yang dia rasa saat ini tubuh nya terasa tersengat oleh aliran listrik. Dia tidak mau terbuai terlalu dalam dengan hal semacam itu, dengan menyentuh pundak Kichiro. Hanna mencoba untuk melepaskan diri.
"Hmm!." Erangnya pada Kichiro.
Kichiro tidak menggubris Hanna sedikitpun. Hanna mengangkat alis kanan nya dan memukul-mukul pundak pria itu sampai akhirnya Kichiro melepaskannya.
Kichiro memandang wajah Hanna yang terlihat malu. Itu pertama kali baginya melihat ekspresi Hanna yang seperti itu.
"Aku pergi ya?" ucap Kichiro dengan berbicara di dekat telinga Hanna.
"Iya." Jawab Hanna dengan tersenyum.
Kemudian Kichiro segera keluar dari kamar Hanna dan menuju ke Halaman Istana. Hanna memperhatikan Kichiro yang pergi dari kamarnya. Pria itu nampak gagah dengan pakaian berwarna merah maroon. Rambut panjang hitam. Bola mata berwarna biru dengan bulu mata layaknya seorang wanita. Gadis mana yang tidak jatuh hati dengan pria seperti itu.
Hanna masih mengatur nafasnya. Jantung nya berguncam dengan cepat entah apa yang tengah terjadi di dalam sana. Namun, untuk pertama kalinya dia sangat merasa bahagia dengan kehadiran Kichiro di hidupnya saat ini.
Tak lama Hanna ke luar dari dalam kamar dan melihat Kichiro yang akan pergi bersama dengan Kaisar dan Pangeran pertama. Kichiro memandang wajah Hanna yang tengah menatap nya dari dalam istana. Saat Mereka semua sudah pergi Hanna dikejutkan Pangeran Aska yang berada di samping nya. Dia merasa bingung mengapa pria ini masih berada di sini.
"Ada apa pangeran?! Anda tidak pergi untuk mengantar Kaisar?! Anda tidak ingin kembali ke Istana anda?!" ucap Hanna dengan tidak suka.
"Hey...Aku kemari karena ingin bertemu denganmu, apa kau tau setiap malam aku selalu memikirkanmu Hanna..." Ucap Pangeran Aska dengan lirih di depan wajah Hanna.
Hanna sedikit menghindar dari pria itu dan memandang Pangeran Aska dengan wajah dingin.
"Mengapa harus malu?! Aku bisa merebutnya dari Pangeran Kichiro jika aku mau. Apa kau ingin melihatnya?." Pengertian Aska mengancam Hanna dengan wajah nakalnya.
"Hmm...Buktikan!" ucap Hanna kesal.
Tanpa basa-basi Hanna pergi meninggalkan Pangeran Aska dengan perasaan kesal. Tanpa dia sadari pesanannya sudah membuat Pangeran Mesum itu menyukainya.
"Dasar gila!" dalam batin Hanna.
Pangeran Aska memperhatikan Hanna yang pergi meninggalkan nya dengan perasaan kesal. Dia tersenyum puas saat memperhatikan Hanna yang sepertinya memikirkan ucapannya.
"Jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka siapapun juga tidak ada yang boleh bersama denganmu! Kau sudah membuat hatiku sakit dan kau harus membalasnya!" dalam benak Pangeran Aska.
Dengan perasaan kesal Pangeran Aska pergi keluar Istana. dan menunggangi Kuda, entah akan bertemu dengan siapa pria itu namun dia terlihat sangat terburu-buru.
"Dasar Aska gila!" ucap Hanna dengan kesal.
Dia tengah duduk di kasur, wajahnya terlihat sangat kesal.
"Apa dia buta! Apa yang membuatnya jatuh hati kepadaku! Heh dia itu mesum, melihat wanita manapun dia langsung saja cinta!." Ucap Hanna kesal.