
Sedangkan dilain tempat, tepatnya Istana Yu. Terlihat Kaisar Yu tengah duduk diatas singgah sananya, pikirannya sangat kacau, semua hal yang sudah ia rencanakan secara matang-matang itu hancur begitu saja.
Perasaannya begitu sangat kesal, dia merasa apa yang sudah ia lakukan hancur begitu saja, raut Wajahnya nampak begitu masam, didalam Ruangannya tidak ada hal baik, semua nampak buruk, pikirannya saat ini sedang tidak terkendali.
Sedangkan didalam Kamar, Putri Yuri tengah duduk diatas Kasur yang begitu sangat besar, saat ini ia tengah merasa sangat bingung, apa yang seharusnya ia lakukan, kedua Pangeran sudah pergi meninggalkan Istana Yu, ayahnya pun telah bergi meninggalkan dirinya terkurung didalam Istana Yu.
"Kacau! Semuanya sangat kacau!" Ucap, Putri Yuri yang tengah duduk diatas Kasur sambil terus memukul-mukul Kasur putih dengan telapak tangannya yang tengah ia kepalkan.
"Aku harus pergi dari tempat ini, aku tidak ingin terkurung didalam Istana Yu, bersama dengan Kaisar tua bangka itu yang sebentar lagi akan hancur, benar aku harus pergi dari tempat ini." Ucap, Putri Yuri yang segera bangkit dari duduknya dan segera ia berjalan untuk dapat keluar dari Istana Yu secara diam-diam.
Putri Yuri kemudian segera berjalan ke arah jendela kamarnya yang tengah berada disisi kiri, dengan cepat ia segera mendekat ke arah jendela kaca yang tertutup oleh kain putih. Segera Putri Yuri membuka kain putih itu dan lengan kanannya segera mendorong kaca jendela. Saat ia menatap ke arah bawah ekspresi yang ia tunjukkan nampak begitu sangat terbelalak, saat melihat jarak untuk dapat memijakkan kaki diatas tanah sangatlah jauh, ia tidak menduga bahwa Istana Yu begitu sangat besar, bahkan dindingnya pun sangat tinggi.
Tidak lama kemudian Putri Yuri mendengar seseorang tengah mengetuk pintu kamarnya dengan perlahan, Putri Yuri yang terkejut segera ia memalingkan pandangannya dan menatap ke arah pintu kamar yang saat itu tengah tertutup dengan sangat rapat.
"Siapa itu?" tanya Putri Yuri dengan perasaan terkejut.
"Ini saya Putri." Ucap, salah seorang Pelayan.
Putri Yuri yang mendengar bahwa suara seorang Pelayan, membuat dirinya merasa sedikit tenang, lalu dengan segera Putri Yuri berjalan untuk dapat kembali duduk diatas kasurnya, lalu Putri Yuri segera berbicara kembali kepada seorang Pelayan yang tengah berada diluar kamarnya itu.
"Masuklah." Ucap, Putri Yuri yang terlihat sedikit gugup.
Putri Yuri yang tengah duduk diatas kasurnya dengan segera menunjukkan raut wajah sedih dihadapan kedua Pelayan Istana itu, dia melakukan sandiwara semacam itu agar para Pelayan Istana tidak mencurigai dirinya. Kedua Pelayan yang melihat diri Putri Yuri yang terlihat begitu sangat sedih, dan juga bingung itu membuat kedua Pelayan Wanita itu merasa iba akan diri Putri Yuri.
"Putri, sudahlah tidak perlu bersedih, saya yakin Pangeran Kichiro juga Pangeran Rendra pasti akan segera kembali, Raja Age beserta dengan Prajurit perang pasti akan dengan mudah membawa kedua Pangeran kembali pada diri anda, Putri." Ucap, salah seorang Pelayan Istana yang dengan perlahan mendekati Putri Yuri.
Putri Yuri yang melihat sikap dari kedua Pelayan Istana Yu yang begitu sangat mudah untuk dibodohi, merasa bahwa sangat mudah baginya untuk dapat mempermainkan kedua Pelayan itu.
"Hm, maukah kalian membawa diriku keluar dari dalam Istana ini? Aku hanya tidak ingin terus berlarut-larut dalam kesedihan." Ucap, Putri Yuri yang dengan segera menunjukkan raut Wajah sedihnya dihadapan kedua Pelayan itu.
Pelayan yang mendengar permohonan dari Putri Yuri, mereka merasa bahwa mereka harus membantu Putri Yuri yang terlihat begitu sangat menderita itu.
"Baiklah, jika hal itu dapat membuat diri anda merasa sedikit tenang, mari Putri." Ucap, salah seorang Pelayan Istana.
Putri Yuri yang melihat kedua Pelayan Istana itu dengan cepat mengiyakan permohonannya, membuat dirinya merasa sangat senang. Namun, sebenarnya dia tidaklah tau mengapa kedua Pelayan Istana itu menemui dirinya dengan cara yang tidak biasa. Biarpun begitu namun, Putri Yuri sangat tidak ingin memperdulikan hal semacam itu.
"Hm, baiklah, mari kita pergi." Ucap, Putri Yuri yang segera bangkit dari duduknya.
Di dalam benak Putri Yuri ia begitu sangat senang akhirnya dengan mudahnya ia dapat keluar juga dari dalam Istana Yu, yang hanya dengan bermodalkan tampang kasihan, ia begitu sangat berharap dia dapat keluar dari Istana Yu dengan sangat mudah, karena untuk apa lagi ia berada didalam Istana yang sebentar lagi akan hancur itu.
Putri Yuri kemudian segera berjalan untuk dapat keluar dari dalam kamarnya, dengan langkah hati-hati juga waspada Putri Yuri berharap tindakkannya ini tidak ada satupun orang yang mengetahuinya.