
Xiao Chen yang melihat hal tersebut, merasa sangat terkejut dengan Pria yang terlihat begitu sangat asing bagi dirinya. Namun, kekuatannya terlihat sangat kuat.
"Siapa kau?!" Ucap, Xiao Chen dengan perasaan kesalnya.
Haruka yang masih berdiri disamping Pangeran Kichiro sungguh merasa amat bingung, siapa Pria kuat yang tengah membantunya saat ini. Dari caranya menatap menunjukkan bahwa dia bukanlah orang biasa.
Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Xiao Chen segera ia menjawab perkataan dari Xiao Chen dengan tampang yang tak kalah mengerikan dari seekor Singa itu.
"Kau tidak perlu tau siapa diriku! Lawanmu yang sebenarnya adalah diriku. Nona, mundurlah ini urusan seorang Pria dewasa." Ucap, Pangeran Kichiro yang semula menatap tajam Wajah Xiao Chen, lalu dengan segera ia melirik ke arah Haruka dengan tatapan nakalnya.
Haruka yang melihat hal itu sungguh merasa sangat kesal, beraninya seorang Pria yang tidak dia kenal, bersikap nakal terhadap dirinya. Namun, Haruka memanglah sangat tidak ingin berurusan dengan Xiao Chen.
Baiklah, aku serahkan dia padamu, hei Pria dewasa." Ucap, Haruka dengan tampang dinginnya itu.
Dengan segera ia bergerak mundur ke arah belakang dan menjauh dari kedua Pria itu. Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka sudah menjauh dari diri mereka, hal itu membuat Pangeran Kichiro semakin leluasa untuk dapat menyerang Xiao Chen, dan lagi Pangeran Kichiro masih begitu sangat tidak terima akan sikap dari Xiao Chen terhadap dirinya.
Lalu, dengan tiba-tiba lengan kanan Pangeran Kichiro tidak terkendali, lengannya bergerak sampai mengangkat ke atas hingga menunjuk langit biru yang begitu sangat cerah.
"Hm! Apa yang sudah terjadi?!" Dalam benak Pangeran Kichiro dengan perasaan terkejut.
Xiao Chen yang melihat hal itu terlihat begitu sangat terbelalak, saat langit biru yang cerah dengan seketika dipenuhi oleh kabut putih, yang mengitari langit biru, dibawah cakrawala biru itu terlihat tiga orang yang tengah saling terbelalak akan hal semacam itu.
"Kekuatan semacam apa itu?!" Ucap, Haruka yang tengah menatap langit biru.
"Sial! Siapa Pria ini sebenarnya, aku seharusnya tidak berjumpa dengan dirinya, aku harus membawa Haruka pergi dari sini sebelum Pria aneh ini berhasil mengalahkan diriku." Dalam benak Xiao Chen dengan perasaan cemas, juga kesalnya.
Dengan segera Xiao Chen menatap diri Haruka yang tengah berada dibalik dahan pohon yang cukup besar, di sana Wanita itu tengah menatap takjub kekuatan milik Pangeran Kichiro. Xiao Chen yang masih berdiri dihadapan Pangeran Kichiro dengan segera ia memberikan sebuah serangan untuk dapat mengecoh diri Pangeran, dan dia dapat membawa pergi Haruka.
"Rasakan ini!" Ucap, Xiao Chen yang segera memberikan serangannya berupa gumpalan api yang begitu amat panas.
Pangeran Kichiro yang melihat hal itu, menatap kekuatan milik Xiao Chen dengan tenang, lalu lengan kanan yang masih dihadapkan pada langit biru, segera terlihatlah sebuah Pedang Perak yang dilingkari seekor Naga berwarna merah dan segera Naga itu melekat pada Pedang milik Pangeran Kichiro, Pangeran terkejut bukan makin, lalu sepasang netra merah dari sang Naga memancarkan cahaya sebelum ia benar-benar melekat pada Pedang milik Pangeran.
Pangeran Kichiro seakan tidak memperdulikan hal itu, lalu segera ia menepis serangan dari Xiao Chen, hingga kekuatan milik Xiao Chen berbalik ke arahnya, dengan terkejut Xiao Chen melihat hal itu, tanpa mampu mengelak membuat dirinya mencium kekuatan api panasnya itu.
"Argh!" Ucap, Xiao Chen yang terlempar cukup jauh dari tempat semulanya.
"Ukhuk... Ukhuk..." Xiao Chen yang tengah terjatuh diatas tanah begitu sangat terkejut saat melihat dia dapat diserang oleh kekuatannya sendiri, dia sungguh sangat tidak mempercayai hal itu, darah merah keluar dari dalam mulutnya, rasa sesak itu membuat tubuhnya merasa sangat lemah.
Haruka yang melihat hal itu terlihat begitu sangat terkejut, dengan kekuatan yang begitu sangat dasyat, Haruka sungguh sangat yakin bahwa Pria itu dapat mengalahkan Xiao Chen tanpa harus membuang tenaganya dengan cukup ekstra, terlihat Xiao Chen yang tengah jatuh diatas tanah dengan semua lukanya itu.
"Jika Pria ini berhasil membunuh Xiao Chen, pastilah Kichiro akan baik-baik saja." Dalam benak Haruka dengan penuh harap.
Pangeran Kichiro yang tengah menyamar itu dengan segera ia melangkahkan kakinya diatas rumput hijau untuk dapat mendekati diri Xiao Chen, Xiao Chen yang melihat hal tersebut sungguh merasa sangat terkejut, lalu dengan segera Xiao Chen mengeluarkan kekuatannya yang kini sudah terkumpul didalam telapak tangan kanannya itu.
Pangeran Kichiro kemudian segera menghilang dari tempatnya dan hal itu membuat diri Xiao Chen merasa sangat tercengang, lalu dari arah belakang berdirilah seorang Pria yang tengah menempatkan ujung Pedang runcingnya tepat pada leher bagian kanan milik Xiao Chen.
Hal itu membuat diri Xiao Chen merasa begitu sangat terkejut, tubuhnya bergetar saar mendengar perkataan dari Pangeran Kichiro.
"Seorang Xiao Chen, Pendekar kelima dapat dikalahkan dengan Pria aneh seperti dia!" Dalam benak Xiao Chen dengan perasaan kesal.
"Siapa kau sebenarnya?" ucap, Xiao Chen dengan sedikit melirik ke arah belakang.
Pangeran Kichiro yang melihat diri Xiao Chen sudah tidak dapat berkutik lagi, membuat dirinya merasa begitu sangat puas, lalu Pangeran Kichiro teringat lagi akan perkataan dari Dewa Langit. Pangeran Kichiro dengan segera menjawab tanya dari Xiao Chen.
"Tanyakan saja pada Dewa langit, siapakah diriku ini." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.
Meskipun dia tidaklah tau siapakah dirinya, dan apa hubungannya dengan sang Dewa langit. Namun, ia percaya bahwa dirinya memiliki peranan penting bagi sang Dewa.
Xiao Chen yang mendengar hal itu sungguh merasa sangat tidaklah menyangka, pada akhirnya ia akan dipertemukan oleh seorang Pria yang tidak dapat ia kalahkan.
Dengan perasaan kecewa bercampur marah, Xiao Chen mengepalkan kedua lengannya, lalu dengan perlahan Xiao Chen menghilang dari hadapan Pangeran Kichiro. Hal itu membuat diri Pangeran terkejut, tetapi ia hanya terdiam.
Saat Pangeran tengah terdiam, lalu tanpa sengaja pandangannya tertuju pada diri Haruka, yang masih menatap dirinya sambil tengah temenung. Pangeran Kichiro dengan segera tersenyum tipis pada diri Haruka.
Pangeran Kichiro kemudian segera berjalan untuk dapat menghampiri diri Haruka yang saat itu masih tengah melamun, saat diri Pangeran sudah berada dihadapannya, dengan segera Pangeran Kichiro merendahkan kepalanya sambil menatap Wajah Haruka.
"Hei." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah memandang Wajah Haruka.
Haruka yang masih termenung, kemudian dia segera tersentak saat melihat diri Pangeran Kichiro sudah berada dihadapannya.
"Kau?! Sejak kapan kau...?!" Ucap, Haruka dengan perasaan terkejut, jujur saja didalam batinnya ia sedikit takut pada penyamaran Pangeran Kichiro.
"Hm... Sedari tadi." Jawab, Pangeran Kichiro dengan senyum manis dibibirnya.
Haruka yang melihat hal itu merasa sedikit tidak suka dengan Pria itu, lalu dengan segera Haruka menghindari diri Pangeran dengan berjalan ke arah yang berlawanan. Haruka nampak tidak perduli dengan diri Pangeran, Pangeran yang melihat sikap dari diri Haruka, membuat dirinya tersenyum puas, lalu Pangeran Kichiro memalingkan pandangannya ke arah belakang untuk dapat menatap diri Haruka.
"Beginikah caramu memperlakukan Dewa penolongmu? Setidaknya ucapkan terima kasih padaku." Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap diri Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari diri Pangeran yang tengah menyamar itu, segera ia menghentikan langkah kakinya.
"Terima kasih." Ucap, Haruka tanpa sedikitpun menoleh ke arah Pangeran.
Pangeran yang mendengar ucapan Haruka begitu sangat dingin, dan juga cuek itu membuatnya lagi-lagi tersenyum tipis.
"Sepertinya kau tidak memiliki seorang Penjaga, jika kau bersedia aku akan ikut bersama dengan dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari diri Pangeran membuatnya dengan segera mengeluarkan senyum sinisnya, lalu dia pun berbicara lagi pada diri Pangeran.
"Tetapi sungguh sayang sekali Tuan, aku sudah memiliki seorang Penjaga, dia adalah suamiku, jadi jangan pernah kau coba-coba untuk merayu diriku." Ucap, Haruka yang segera menatap tajam Wajah Pangeran.