
"Ada apa Selir Zofan malam begini menemui permaisuri Hanna? Ucap Yuan denga curiga.
Zofan segera masuk ke dalam kamar Hanna.
"Apakah salah jika seorang kaka selir ini berkunjung kekediaman adikku yang sekarang menjadi Permaisuri Pangeran ini? ucap Zofan yang berjalan mendekati Hanna.
Hanna menatap dan bangun dari duduknya. "Tentu saja tidak kak, ada perlu apa kaka kemari?
"Jadi begini adikku, aku ingin berdamai denganmu." Ucap Zofan.
"Begitukah? jawab Hanna.
"Benar adikku, apa kamu tidak mau memaafkan kaka mu ini? ucap Zofan dengan berpura-pura baik pada Hanna.
"Bukan begitu, jika kedatangan kaka kemari dengan tujuan berdamai maka aku akan memafkan kakaku ini." Ucap Hanna dengan menatap dingin.
Yuan mendekati Hanna dan berbisik lirih. "Putri ini hanya bagian dari rencananya saja."
Hanna melirik Yuan lalu dia menatap Zofan.
"Kak apa sekarang sudah cukup? ucap Hanna.
"Terimakasih adiku, tapi boleh kah aku meminta bantuan darimu? ucap Zofan.
"Apa itu? tanya Hanna.
"sebenarnya Permaisuri Jian sedang sakit, dan dia harus segera diobati, tapi obat itu berada di dalam hutan, maukah kau menemaniku untuk mengambil kannya? ucap Zofan dengan wajah khawatir.
"Tapi ini sudah malam kak, kenapa tidak mencari besok pagi? jawab Hanna.
"Aku tau, tapi apakah kau sanggup melihat Permaisuri Jian kesakitan semalaman? ucap Zofan.
"Tapi mengapa harus aku? Bukankah ada kak Amuya, kau biasanya tidak pernah lepas dari dia? ucap Hann dengan tatapan dingin.
"Kau tau kan dia sangat takut gelap." Balas Zofan dengan menatap Hanna.
"Jika dia takut gelap, mengapa dia dapat tidur semalaman? bukankah menutup mata itu juga gelap? ucap Hanna menatap Zofan.
"Adiku aku tidak sedang ingin berdebat denganmu, aku hanya ingin meminta bantuanmu saja." Ucap Zofan dengan terus mengeles.
Dalam batin Zofan "Cepatlah aku sudah tidak sabar ingin membunuhmu!
"Baik lah aku akan ikut denganmu." Dalam batin Hanna. "Kau fikir kau cukup pintar Zofan!
"Putri biar saya menemani anda." Ucap Yuan yang menatap Hanna.
"Tidak perlu, aku tidak ingin kau menyaksikan suatu hal yang sangat menyeramkan nantinya." Ucap Hanna yang menatap Yuan.
Zofan menatap Hanna, didalam batinnya. "apa kau sudah merasakan kematian mu sudah dekat Hanna!!
"Tapi Putri...." Ucap Yuan menatap Hanna dengan khawatir.
"Jika kau pergi, nanti Pangeran pulang siapa yang akan menjelaskan semua ini padanya?." Ucap Hanna.
"Baik kalau begitu anda harus sangat berhati-hati." Ucap Yuan.
"Tentu saja." Balas Hanna.
Hanna segera mengikutinya.
"Apa yang sebenarnya Selir Zofan sedang rencanakan? ucap Yuan yang menatap Hanna dan Zofan yang pergi penjauh.
Di perjalanan.
Hanna menatap Zofan dengan curiga. "Sebenarnya obat apa yang kita cari ini kak?
"Tanaman penyembuh demam." Ucap Zofan dengan licik.
"Apakah kau tau dimana tanaman itu? tanya Hanna.
"Ia, itu terdapat di Htan Deliviro." Ucap Zofan.
"Aku dengar hutan itu sangat banyak hewan buas." Ucap Hanna kepada Zofan.
"Ada aku kau tidak perlu takut." Dalam batinnya "Karna aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.
"Oh." Dalam batin Hanna. "Aku tidak takut, tapi sebaiknya kau yang harus berhati-hati."
Zofan berjalan cepat mininggalkan Hanna.
"Ayo cepat." Ucap Zofan.
Hutan Deliviro.
"Kita sudah sampai, cepat ikuti aku." Ucap Zofan yang segera memasuki hutan.
Hanna mengikuti dari belakang, mereka berjalan cukup lama.
"Kita sudah hampir masuk ketengah hutan, sebenarnya tanaman apa yang dibutuhkan? tanya Hanna.
Zofan menatap sekeliling dalam batinnya "Sepertinya ini tempat yang cocok untuk menghabisi nyawa Hanna."
Zofan berbalik dan menatap Hanna.
Hanna menatap Zofan dengan terkejut.
"Hanna bersiaplah untuk menemui Kematianmu! ucap Zofan yang segera mengeluarkan kekuatan.
"Hmm." Dalam benak Hanna.
"Kekuatan batin! tubuh Zofan berwarna merah dengan cahaya hitam memenuhi tubuhnya.
"Orang jahat, ternyata kekuatan batin dalam dirinya juga berwarna jahat." Ucap Hanna.
"Banyak bicara!! bentak Zofan.
Zofan menyerang Hanna dengan kekuatannya.
"Kau bukanlah tandinganku." Ucap Hanna yang menghindar dengan lincah.
"Dia bisa menghindari semua seranganku." Dala benak Zofan dengan terkejut.