Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
71


istana yu


dalam kamar hanna


hanna sedang duduk di kasur


Hanna "seperti nya pangeran iblis itu bukan lah lawan yang mudah untuk di hadapi , bagaimana jika nanti terjadi seuatu yang buruk terhadap pria itu."


dalam batin hanna "apa sebaik nya aku pergi menyusul mereka ya , hanya untuk memastikan bahwa mereka dapat mengalahkan pangeran iblis itu."


hanna segera berdiri dari duduk nya , berjalan menuju lemari baju dan berganti pakaian untuk menyamar.


kemudian dia berjalan dan membuka kaca jendela ,menatap sekeliling di rasa kondisi aman , dia keluar melalui jendela dan berjalan perlahan di atas atap."


setelah berhasil keluar dari istana dia menatap langit dan memanggil hewan peliharaan nya."


Hanna "Norr."


tak lama hewan bertubuh besar itu datang menggampiri hanna."


Norr "ada apa hanna?."


Hanna "antar aku ke istana iblis sekarang juga."


Norr "apa kau tau dimana tempat itu berada?."


Hanna "tidak , jadi kau juga tidak lah tau?."


Norr "hanya seorang yang memiliki ilmu tinggi yang dapat mengetahui tempat itu dimana , memang nya ada apa apakah kau memiliki urusan dengan pangeran iblis itu?."


Hanna "tidak , aku hanya ingin melihat apakah kichiro mampu mengalahkan pangeran iblis itu."


Norr "oh , kau mengkhawatirkan dia rupanya."


Hanna "jadi bagaimana cara agar aku bisa menemukan istana itu?."


Norr "kau harus memiliki ilmu tinggi ,itu bukan hal yang mudah bagimu."


Hanna "bagaimana cara nya , katakan?."


Norr "seperti nya kau sangat serius , sebelum aku memberitaukan nya ,biarkan aku bertanya satu hal padamu ."


Hanna "apa itu?."


Norr "apakah kau takut hantu?."


Hanna menatap dingin "apakah kau berfikir aku ini masih seorang anak kecil?!."


Hanna "sudah cukup belum bicara nya?." (tatapan dingin)


Norr "haha , hey mengapa tiba-tiba kau jadi sedingin es begini , ayo lah hanna aku hanya bercanda." (tertawa)


Hanna "cepat katakan dimana tempat yang bisa membuat ku mendapatkan ilmu itu?."


Norr "ternyata kau gadis yang tidak sabaran ya , baik lah gadis es mari ku antar kau ke tempat itu."


Hanna menaiki punggung norr , kemudian mereka segera menuju tempat yang masih di rahasiakan oleh norr."


Norr "hey gadis es."


Hanna "siapa sebenarnya yang kau panggil itu pak tua."


Norr "seperti nya hanya ada kita berdua , jadi menurut mu aku sedang memanggil siapa ?."


Hanna "lama tidak berjumpa ,seperti nya beberapa hari ini aku tidak memperlakukan mu dengan baik ya pak tua."


Norr "ya karna kau begitu tidak mampu meninggalkan kichiro sebentar saja." (meledek)


Hanna "lebih baik kau tidak berbicara apapun."


Norr "oh ya , seperti nya beberapa waktu yang lalu kau bertarung lagi ya hanna?."


Hanna "iya , tapi bukan beberapa hari yang lalu , karna kejadian itu baru kemarin malam terjadi."


Norr "untuk apa kau bertarung?."


Hanna "untuk mengambil pedang milik kirana."


Norr "dia sahabat mu?."


Hanna "bukan , dia adalah istri dari pangeran pertama rendra."


Norr "lalu mengapa kau membantu nya? ,berarti dia sudah mengetahui bahwa kau juga memiliki ilmu kanuragan?."


Hanna "tidak semua yang dia ketahui ,aku membantu nya karna dia memiliki tujuan yang sama dengan ku."


Norr "jadi kau membantu nya karna di rasa kau juga merasa teruntungkan."


Hanna "benar , seperti menyelam sambil minum air kan , sekali bertindak bisa mendapatkan beberapa keuntungan." (senyum)


batin norr "gadis ini memang cerdas."