Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
81


Kaisar dikkan menunduk kan kepala dia merasa ucapan hanna memang benar namun dia sangat ingin melihat putri nya bahagia.


Kichiro menghampiri hanna dan menyentuh tangan nya , hanna menatap kichiro dalam benak kichiro dia tidak ingin ada siapapun yang menggantikan hanna untuk berada di samping nya.


Kichiro menatap kaisar dikkan. "saya tau anda sangat menyayangi putri anda namun saya memiliki hati dan rasa itu tidak dapat di paksa."


Seluruh orang yang berada di istana terkejut mendengar ucapan hanna pangeran rendra bahkan tidak menyangka adik nya yang selama ini tidak pernah jatuh hati kepada gadis mana pun namun hari ini adik nya telah menjatuhkan hati pada seorang gadis dari istana lin yaitu hanna.


Pangeran aska menatap dari balik jendela hati nya sakit melihat semua yang di lihat nya.


Dalam benak pangeran aska ,aku sungguh tidak menyangka bahwa patah hati itu sesakit ini.


Dia memalingkan pandangan nya. "hmm entah sampai kapan rasa cinta itu hadir dalam diri nya awal nya dia hanya bermain main dengan hanna namun tidak di sangka dari kata bermain menjadi petaka untuk nya."


Kaisar dikkan menatap kichiro dan hanna. "kalian memang benar namun harus kalian ingat satu hal dalam setiap hubungan akan banyak masalah yang datang jika kalian memang benar saling mencintai maka aku akan mendoakan yang terbaik untuk kehidupan kalian."


Kichiro tersenyum hati nya sungguh sangat senang akhir nya dia mendapatkan titik terang dalam hubungan nya dengan hanna ,dia berfikir karna kaisar dikkan sudah merelakan pasti lah ayah nya tidak akan mengusik hanna lagi.


Kichiro menunduk kan kepala nya "terimakasih kaisar dikkan anda sudah mengerti."


Kaisar dikkan menatap kaisar yu dia berjalan dan menyentuh pundak sahabat nya itu kemudian dia pergi meninggalkan istana yu.


Kaisar yu mendekati putra nya dia meminta maaf karna ke egoisan yang sudah di lakukan nya "maaf kan ayah."


Kichiro menatap ayah nya dia tersenyum. "tidak masalah."


Kaisar yu berjalan menuju ruangan nya.


Sungguh pemandangan yang sangat buruk bagi amuya dengan raut wajah marah dan kecewa dia berjalan menuju kamar nya.


Permaisuri jian menatap amuya yang pergi dengan suasana hati buruk , dia tanpa berkata apapun meninggalkan halaman istana.


Permaisuri kirana terkejut dia menatap suami nya kemudian dia melirik hanna dan kichiro. "ah benar suami ku."


Kichiro menatap wajah istri nya dia tersenyum wajah nya sangat bahagia.


Hanna merasa bingung mengapa kichiro bisa sebahagian itu , apakah dia baru saja mendapatkan hadiah dari ayah nya.


Hanna "untuk apa tersenyum seperti itu?."


Kichiro menarik tubuh istri nya dan mendekatkan wajah nya dekat dengan wajah hanna "satu masalah sudah selesai." kembali tersenyum.


Hanna terkejut entah mengapa dia merasa hari ini kichiro terlihat sedikit tampan.


Hanna "hmm tapi kau sudah berjanji pada ku untuk membantu ku mencari dimana kina apa kau masih ingat?." Memandang kichiro dengan tatapan serius.


Kichiro mengangkat satu alis nya. "bisa kah kita membahas wanita itu nanti saja?! aku sedang tidak ingin membahas hal itu sekarang."


Hanna mengerutkan dahi nya. "mengapa?!."


Pria yang sedari tadi memeluk nya itu kesal karna hanna masih tidak melihat bahwa dia hanya ingin melakukan hal romantis seperti pasangan yang lain , tidak selalu memikirkan bagaimana cara nya membalaskan dendam saja.


Kichiro "aku hanya ingin berdua dengan mu tanpa membicarakan hal tidak penting itu."


Hanna mengangkat tangan nya di dekat dagu dia mulai mencerna maksud dari kichiro , tak lama hanna tersenyum menatap kichiro.


Kichiro mulai merasa aneh dengan hanna yang tiba tiba tersenyum dalm benak nya ,apa yang sedang di pikirkan nya.